CINTA CALON CEO

CINTA CALON CEO
Episode 2


__ADS_3

Puteri pun kembali kemeja kerjanya untuk membuat memo yang akan di sampaikan kepada rekan - rekan lainnya seperti yang Armamd pesankan.


tiba - tiba ...


* Kliiing ....


Notifikasi dengan nada Khusus berbunyi di ponsel Puteri. Puteri pun tak bisa membiarkan berlama - lama untuk membaca pesan chat tersebut.


" Sayang Nanti sore kamu susul aku, aku sudah siapkan tiketnya nanti aku email untuk detailnya. "


Begitulah isi Pesan Chat yang Puteri terima dari seorang Yang dia beri nama Papah di kontaknya.


" iya, aku tunggu Emailnya " puteri membalas singkat pesan dari yang dia panggil Papah.


Puteri adalah gadis berusia 28 tahun yang sangat cantik dan bertubuh menarik terutama dibagian dada dan pinggulnya, meski dia tak pernah berpenampilan sexi namun selalu membuat pria - pria terpukau dengan dirinya tak terkecuali Hendrikson sebagai Direksi di perusahaan tempat Puteri kerja.


Ya Hendrikson, dan dialah pria yang mengabari puteri lewat pesan singkat tadi, mereka mulai menjalin hubungan terlarang tersebut tak lama semenjak masuknya puteri bekerja di perusahaan yang Hendrik miliki tersebut.


Semua bermula dari ketidak puasan Hendrik terhadap Istrinya MELANI yang tak begitu pintar soal urusan diranjang. Sehingga Hendrik selalu mencari kepuasan lainnya, Awalnya Puteri tak begitu tertarik dengan Hendrik maklum saja Usia mereka berbeda cukup jauh.


Namun setelah meminta untuk mencukupi segala kebutuhan hidupnya disetujui hendrik, puteri pun siap untuk selalu memuaskan hasrat Hendrik kapan saja dia mau. Ya Puteri rela lakukan semua itu mengingat kebutuhan dan gaya hidupnya sangat tinggi.


Sementara itu Armand menyiapkan semua materi untuk meetingnya nanti dan mengecek semua berkas yang tersisa sebelum diserahkan kedivisi lain untuk proses lebih lanjut.


**** Tut


**** Tut


"Ya Hallo"


"Pak, Pak Angga Baru saja tiba barusan"


Melihat Angga yang baru saja lewat dihadapannya Irma pun memberitahu Armand.


"Oh iya ir, makasih ya" jawab Armand singkat.


Armand yang sedang mengecek berkas - berkas pun langsung beranjak dari meja kerjanya untuk menuju ruangan Angga.


* Clek..


puteri sedikit terkaget mendengar suara pintu yang terbuka dari ruangan Armand.


"Ada apa Pak ?" tanya puteri kepada armand yang baru keluar dari ruangannya.


"Ga ko Put, Aku mau ke ruanganannya Pak Angga"


"Gimana, kamu sudah Infokan Tim ?"


"Sudah Pak" jawab Puteri singkat.


"Ya sudah makasih ya Put"


Armand pun berjalan menelusuri lorong sebelah kanan ruangannya untuk menuju toliet sebelum melanjutkannya ke ruangan Angga.

__ADS_1


"Harus siap - siap menahan emosi ni"


"pasti dia akan berpikir buruk dengan yang aku sampaikan"


Apalagi Bos minta aku urus untuk Proyek baru "


Begitu batin Armand berbisik. Maklum saja Armand sudah menyadari ketidaksukaan Annga ini terhadap dirinya.


Ya, Angga begitu sangat membenci Armand,


Angga merasa Armand selalu menghambat karirnya meski di perushaan sepupunya itu.


Setelah selesai dari toilet Armand pun menuju ruangan Angga.


**** Tok...


**** Tok...


"Ya.. masuk " Jawab suara dengan sedikit berat di dalam ruangan.


**** Cklek ..


Armand pun membuka pintu itu berusaha masuk dengan menyapa Angga.


"Pagi pak Angga" sapa armand kepada Angga.


"Ya" jawab Angga dengan begitu singkat sambil berpaling berpura - pura sibuk.


"Ada perlu apa kamu datang menemui saya ?"


Bukannya menyuruh Armand duduk tapi Angga malah menampakkan ketidak sukaannya kepada armand dengan mimik muka yang sangat sinis setelah bertanya.


"Begini pak, Saya dipanggil pak Hendrik tadi pagi keruangannya, Beliau inginkan Kita Raker Lusa, dan saya diminta untuk menyampaikan ini, beliau mau kita mempersiapkan laporan Progress terakhir kita untuk di bahas di raker nanti"


Armand pun mulai menceritakan permintaan bos nya itu kepada Angga.


"ya sudah, Itu kan tugasmu, kamu selesaikan dong" semakin sinis saja Angga kepada Armand.


"Betul Pak itu memang tugas saya, Tapi Pak Hedrik minta Bapak untuk melanjutkan proyek yang saya tangani, disaat raker nanti Pak hendrik ingin bapak sudah membuatkan Rencana kerja untuk berikutnya"


"Karena beliau meminta saya untuk persiapkan segalanya untuk proyek baru dalam sebulan ini"


lanjut Armand Yang masih berdiri di samping meja Angga.


* prak..


"Apa - apaan Kamu ini"


"Kamu pikir kamu siapa disini, berani - beraninya kamu nemerintah saya !"


begitu marahnya Angga sambil menggebrak meja kerjanya.


"Ini pasti ulah kamu yang telah berhasil cari muka kepada Hendrik"

__ADS_1


"Saya tidak peduli, kamu selesaikan saja semuanya sendiri"


"Sudah cukup banyak kesibukan saya, dan jangan sampai Hendrik tau saya menolak ini, Paham kamu !"


tegas Angga menolak permintaan Hendrik yang disampaikan Armand dengan amarah yang masih bergejolak.


"Baik pak .. saya pamit"


Armand yang nenahan kesalnya pun meninggalkan Ruangan Angga dengan mempercepat langkah untuk kembali keruangannya.


"Pak, ... " sapa Puteri yang di lewati Armand begitu saja.


Namun Armand yang sedang kesal hanya menatap Puteri sambil menaikkan Alisnya dan langsung masuk ruangan. Puteri pun terheran melihat Raut muka Armand yang kesal dan sedikit kusut itu.


*** Tok..


**** Tok...


*** Cklek...


Putri pun masuk setelah mengetuk pintu ruangan Armand tanpa permisi dan langsung duduk di kursi berhadapan dengan Armand.


"Pak,.. apa yang terjadi kalau boleh saya tahu ?"


"Saya Mendengar suara Pak Angga marah dengan suara yang sangat keras sewaktu tadi saya lewat ruangannya sehabis dari toilet, Apa ada kesalahan kerjaan yang saya buat pak ?"


Tanya Puteri kepada Armand mencari tahu apa yang sudah terjadi.


"Ga ko put, ga ada apa - apa" jawab Armand singkat sambil memegang kepala yang nenunduk dengan kedua tangannya.


"Syukurlah kalau begitu pak, saya pamit"


Putripun beranjak untuk kembali ke meja kerjanya.


Tiba - tiba


"Put" Armand memanggil puteri yang sudah diluar rauangan yang hampir menutup pintunya.


"Ya pak, Ada yang bisa saya bantu ?"


Dengan sigapnya puteri kembali masuk menghampiri Armand yang masih terlihat kesal.


"Tolong buatkan saya Expreso dengan gula sedikit saja"


"Baik pak, Saya buatkan segera"


Kali ini puteri pun benar - benar meninggalkan Ruangan Armand.


##### Bersambung


Terimakasih Sudah membaca.


Tetap Sehat selalu.

__ADS_1


__ADS_2