CINTA CALON CEO

CINTA CALON CEO
Episode 11


__ADS_3

Setelah selesai bercerita, Puteri pun meminta Deby sahabatnya memberi tahu apa yang harus dia lakukkan Atas perasaan cintanya terhadap Armand. Deby pun mencoba memberikan nasehatnya.


" Put, bagaimana pun itu isi hati lo yang harus lo hargain, Gw sebagai sahabat sekalipun pastinya ga bisa menjamin kebahagian lo atas perasaan lo itu, cuman lo yang bisa lakuin itu put." Nasehat Deby yang dia sampaikan dengan lembut.


" Bentar - bentar, Gw belum paham yang lo maksud Deb, apa maksud lo Gw harus duluan Ngungkapin perasaan Gw ke Armand ?." Ucap Puteri kebingungan.


" Iya " jawab Deby singkat.


" Gila aja lo, masa Gw yang harus duluan sih " lanjut Puteri dengan muka malesnya.


" Put, kamu menganal Armand sudah cukup lama, dan mau sampai kapan kamu menyembunyikan semua perasaanmu itu terhadap Armand.? "


" Tapi Deb bagaimana dengan Hendrik.? Puteri pun bertanya semakin bingung.


" Ya jelas kamu harus mengakhiri semua itu terlebih dahulu put, lagi pula kamu sudh selesaikan permasalahanmu di kampung kan, buat apa lagi semua itu harus berlanjut." ucap Deby menasehati Puteri.


Mendengar nasehat Deby yang semakin serius, Puteri hanya terdiam sambil memeluk bantal Sofanya. Air matanya menetes memirkan semua yang diucapkan Deby. Namun Deby tak berhenti begitu saja.


" Put, aku tau arti air matamu itu, semua memang sulit tapi kamu layak merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya, dan aku pun sangat ingin melihat mimpimu itu " tutup Deby sambil merangkul Puteri.


Puteri hanya tersenyum kecil dan memeluk erat Deby sambil menyeka air matanya.


" ya sudah Aku akan coba lakukan itu, Kamu tau aku punya mimpi itu yang sangat aku rindukan " Ucap puteri yang masih dalam pelukan Deby.


Sementara itu Armand Yang sudah kembali dari makan siangnya melanjutkan sisa pekerjaan yang masih menumpuk harus dia selesaikan. tiba - tiba Notifikasi hp nya berbunyi yang artinya Armand mendapatkan sebuah pesan.


Armand pun membuka pesan itu. Dan rupanya itu pesan Chat pertama Vony.


" P "


" Ini Kontak Saya, Vony "


" Semoga Kita bisa Bekerja sama dengan Baik "

__ADS_1


Begitu membaca pesannya Armand merasakan bahagia karena Armand tak menyangka Akan mendapatkan pesan itu dari seorang yang baru saja dia Kenal dan Menarik perhatiannya.


Armand pun membalas dengan cepat chat tersebut.


" terimakasih, Saya pun berharap demikian "


" Salam sejahtera "


Begitu balas Armand, namun Sayang nya Chat itu tak langsung di balas oleh Vony meski dia masih terlihat Online. Sementara Armand hanya memperhatikan Foto Profilnya sambil bergumam.


" Cantik banget kamu dengan senyuman itu,"


Ya, begitulah Guman Armand, Maklum saja Armand yang merindukan Kehadiran seseorang untuk menjadi pasangan hatinya, kini telah menemukan perasaan Cintanya meski harus dengan orang yang baru dia kenal.


Sementara itu Vony masih dalam perjalanan bersama sang Ayah menuju kantornya setelah beberapa kali mampir untuk di perkenalkan kepada rekanan - rekanan perusahaannya.


Setiba Di kantor, Yoga Mengajak Vony untuk menunjukkan ruangannya, beberapa orang staf yang dilaluinya hanya memanggut tersenyum.


" Apa itu Anaknya bos yang selama ini di singapur ya Nett " Ucap Almi kepada Netta.


" iya kayaknya, Udah selesai kali ya Kuliahnya " Jawab Netta kepada Almi.


Berbeda dengan Ardi yang sudah mengetahui akan adannya kedatangan Vony, Ya Ardi telah mengetahui rencana Yoga Yang akan menjadikan Vony sebagai Direktur Utama. Pasalnya Ardi salah satu Project Manager kepercayaan Yoga selama ini.


Setalah sampai diruangannya Yoga pun menjelaskan setiap bagian yang ada di ruangan tersebut.


"Nah jadi ini nanti ruangan kamu nak, kamu boleh rubah sesuka hatimu supaya kamu nyaman nanti saat bekerja." Ucap Yoga


" Ga usah pah, ini juga udah bikin nyaman aku ko pah, malah aku ga sabar untuk menempatinya " jawab Vony yang begitu bersemangat.


" Ya sudah kalau begitu papah kenalkan sama Ardi dulu kamu. " Ucap yoga


Yoga pun mengambil telpon kantornya untuk meminta Ardi menemuinya.

__ADS_1


*** tut .....


" Ya Pak " Ucap Ardi singkat saat menganggkat telponnya yang berdering


" Kamu datang keruang saya sekarang " Jawab yoga tanpa berbasa - basi


" Baik Pak "


Ardi pun menyanggupi permintaan Yoga sebelum menutup telponnya dan Beranjak dari mejanya untuk segera menemui Yoga.


Tok ...


Tok ...


Ceklek..


Setelah Mengetuk pintu ruangan Yoga, Ardi pun langsung masuk


" Ya pak, apa yang bisa saya bantu ? " tanya Ardi setelah bertemu yoga.


" Yoga, Ini Vony puteri saya, Mulai besok dia sudah jadi pengganti saya, kamu sebagai orang kepercayaan saya tolong bimbing dan bantu dia disaat ada peemasalah serius " Ucap Yoga


" Saya sangat berharap dikepemimpinan Vony nanti Perusahaan kita semakin berkembang nantinya " lajut Yoga mengutarakan keinginannya


Ardi hanya berdiri tegap mendengarkan permintaan Yoga. Dan Vony hanya tersenyum medengar Kekhawatiran dan Keinginan Ayahnya itu. kemudian Vony pun tak segan berbicara dan memperkenalkan dirinya kepada Yoga.


" Ya Pah, Itu salah satu mimpiku juga selama ini "


" Saya Vony " Lanjut Vony sambil Menyodorkan tangannya sembari tersenyum.


##### Bersambung .....


Semoga sehat selalu.

__ADS_1


__ADS_2