Cinta Itu Kamu

Cinta Itu Kamu
Skenario yang Dirancang


__ADS_3

Wajah Miko dan Miley sudah sangat dekat hingga saat mereka hendak berciuman, pintu ruangan kerja Miko terbuka dan menampakan Nesa berdiri tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini dengan kedua mata


kepalanya.


“Apa yang kalian berdua lakukan di sini?”


Sontak saja Miko dan Miley begitu panik saat kepergok hendak berciuman oleh Nesa, adik dari Miko itu berjalan menghampiri mereka berdua dan menatap Miko dan Miley secara bergantian untuk meminta penjelasan sebenarnya apa yang tadi hendak mereka lakukan.


“Kami tidak melakukan seperti apa yang kamu pikirkan,” ujar Miko.


“Benarkah? Aku berani bertaruh kalau saja aku tidak masuk ke dalam ruangan ini maka mungkin saja kalian berdua akan berciuman.”


“Kamu jangan salah sangka dulu, Nesa.”


“Bagaimana aku tidak salah sangka kalau kalian berdua seperti hendak berciuman seperti tadi?”


****


Miley nampak tidak nyaman dengan kondisi ini, ia memilih untuk pergi dari ruangan kerja Miko, Nesa sempat ingin menahan Miley untuk tidak pergi dulu karena urusan di antara mereka belum selesai.


“Sudahlah Nesa.”


“Apa sebenarnya hubunganmu dengan wanita itu? Apakah dia adalah selingkuhanmu?”


“Kamu jangan bicara sembarangan begitu, dia bukan selingkuhanmu.”


“Oh bukan selingkuhanmu, lalu kalau bukan selingkuhan maka dia adalah istri sirimu?”


“Nesa, bisakah kamu tidak menuduhku yang bukan-bukan seperti ini?”


“Asal kamu tahu Miko, aku sama sekali tidak percaya dengan apa yang kamu katakan barusan karena aku yakin kamu dan wanita itu memiliki hubungan!”


“Terserah sajalah, aku sudah mencoba menjelaskan semuanya padamu namun sepertinya kamu keras kepala dan tidak mau mendengarkan semua penjelasanku.”


“Iya, aku memang keras kepala karena aku tahu orang seperti apa dirimu itu.”


Selepas mengatakan itu, Nesa berbalik badan dan hendak pergi namun Miko segera menarik tangan adiknya itu sebelum ia pergi dari ruangan ini.


“Lepaskan tanganku!”


“Kamu tidak akan memberitahukan hal ini pada istriku kan?”


“Kenapa memangnya? Dia harus tahu soal ini.”


“Jangan ikut campur dengan urusan pribadiku Nesa, urus saja urusan pribadimu!”

__ADS_1


“Maaf, namun istrimu tetap harus tahu mengenai hal ini.”


****


Miley pulang ke rumah dengan raut wajah kesal, ia benar-benar merasa hari ini bukanlah hari yang baik untuknya karena adik dari Miko memergoki apa yang hendak mereka lakukan. Kini pasti akan lebih sulit lagi


untuk bertemu dengan pria itu, namun tentu saja Miley tidak akan menyerah begitu saja karena sampai kapan pun ia akan berusaha mendapatkan apa yang ia inginkan.


“Aku tidak akan menyerah begitu saja Miko, kamu harus menjadi milikku!”


Miley masuk ke dalam rumah dan ia terkejut ketika menemukan pria selingkuhan mamanya ada di dalam rumah dan tidak mengenakan busana tengah berjalan menuju dapur, pria itu juga nampak terkejut dengan kedatangan Miley dan buru-buru kembali masuk ke dalam kamar.


“Astaga, sepertinya aku salah kalau pulang ke rumah pada siang hari seperti ini.”


Miley kemudian masuk ke dalam kamarnya, ia menatap pantulan dirinya di cermin dan semakin ia melihat wajahnya di cermin maka ia merasa semakin benci pada dirinya sendiri.


“AAAAA.”


Miley melemparkan semua benda yang ada di meja rias hingga semua benda itu berserakan di lantai, ia benar-benar frustasi sekali saat ini untuk mendapatkan Miko.


“AKU TIDAK AKAN PERNAH MENYERAH! AKU AKAN MENDAPATKAN APA YANG AKU INGINKAN!”


****


“Kenapa kamu bisa ke sini?”


“Ternyata kamu masih tinggal di rumah ini, aku pikir kamu sudah pindah dari sini.”


“Mau apa kamu ke sini?”


“Tentu saja aku ke sini untuk bertemu denganmu, kalau di kantor kamu bilang merasa tidak nyaman maka aku datang saja ke rumahmu.”


“Renata bukan aku sudah bilang bahwa hubungan di antara kita sudah tidak lagi sama seperti dulu?”


“Apakah kamu benar-benar sudah tidak mencintaiku lagi, Novian?”


Novian tidak berani menatap mata Renata sementara Renata meminta supaya Novian berani menatap matanya supaya ia bisa melihat kejujuran di kedua mata Novian.


“Kenapa kamu tidak berani menatap kedua mataku? Aku ingin melihat kejujuranmu.”


“Renata, lebih baik kamu pulang saja ke rumahmu karena saat ini hari sudah malam.”


“Aku tidak akan pergi ke mana pun sampai kamu mau menatap kedua mataku.”


“Renata aku ….”

__ADS_1


“Kamu masih mencintaiku kan?” potong Renata cepat.


Novian pada akhirnya tidak dapat berbohong pada Renata dan dirinya sendiri bahwa sebenarnya ia masih mencintai wanita dari masa lalunya, Renata dan Novian nampak sama-sama tak dapat membendung air mata yang


sudah menumpuk di pelupuk mata mereka, kini mereka berdua pun akhirnya berpelukan sambil menangis haru.


****


Elhora mendatangi kamar Miley untuk membicarakan kejadian tadi siang ketika putrinya baru saja pulang dan memergoki ia membawa selingkuhannya pulang ke rumah.


“Nak, Mama boleh masuk?”


Namun tidak ada jawaban dari Miley hingga akhirnya Elhora pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar yang rupanya pintunya tidak dikunci, ketika Elhora masuk ke dalam kamar tersebut nampak kamar begitu gelap


dan ia pun segera menyalakan lampu supaya ia dapat melihat. Ketika lampu menyala, alangkah terkejutnya ia ketika mendapati Miley tengah duduk di atas kasurnya dengan rambut acak-acakan, tidak hanya rambutnya yang berantakan namun seisi kamar ini nampak seperti kapal pecah.


“Nak, apa yang terjadi padamu?”


“Mau apa Mama ke sini?”


“Begini, alasan Mama datang ke sini adalah tolong kamu jangan katakan apa pun pada papamu mengenai kejadian tadi siang, ya?”


“Hanya itu saja yang ingin Mama katakan padaku?”


“Iya, tolong kamu jangan katakan pada papamu mengenai kejadian tadi siang, Mama sangat memohon padamu.”


“Aku tidak bisa menjamin untuk tutup mulut kecualiMama mau membantuku.”


“Membantumu untuk apa?”


“Membantuku untuk menyingkirkan seseorang yang merupakan sumber dari rasa sakit yang aku alami saat ini.”


“Apakah kamu ingin menjadi seorang pembunuh, Nak?”


“Kalau memang tidak ada jalan lain untuk menyingkirkannya, maka terpaksa aku harus membunuhnya.”


“Mama sama sekali tidak mau terlibat kalau ini menyangkut pembunuhan, kamu tahu sendiri kan kalau kejahatan pembunuhan bukanlah kejahatan yang main-main, kalau tertangkap maka hukuman maksimalnya


adalah hukuman mati.”


“Aku tidak peduli jika aku harus mati setelah bisa melenyapkannya, karena dia saat ini hidupku menjadi seperti ini!”


“Apakah kamu ingin membunuh Miko?”


“Aku tidak akan membunuhnya, aku ingin membunuh istri dan anaknya, mereka adalah penghalang utama dalam hubunganku dan Miko!”

__ADS_1


__ADS_2