Cinta Itu Kamu

Cinta Itu Kamu
Anakku Menghilang


__ADS_3

Keesokan harinya Ruth nampak masih marah pada Renata karena malam tadi ia harus menginap lagi di rumah kakek dan nenek, walaupun Renata sudah mencoba memberikan pengertian pada Ruth namun anak itu masih belum mau mengerti. Marinka yang melihat itu berusaha menenangkan Renata supaya tidak ada


lagi perselisihan di antara mereka berdua.


“Kamu tidak harus mengantar Ruth ke sekolah saat ini sayang, biar sopir saja yang mengantarkannya.”


“Baiklah, namun nanti ketika pulang aku harus menjemputnya karena kalau aku tidak menjemputnya maka aku khawatir kalau Ruth akan dibawa oleh Miko.”


“Terserah kamu saja.”


Akhirnya Ruth pergi ke sekolah dengan sopir pribadinya, selepas anak itu pergi ke sekolah kini Marinka mengajak putrinya kembali masuk ke dalam rumah.


“Apakah kamu mau makan sesuatu?”


“Tidak perlu, Ma, aku sudah kenyang.”


****


Miko mendapatkan kabar bahwa saat ini Miley rupanya selamat dari kebakaran rumah sakit dan wanita itu tengah bersembunyi di rumah keluarganya. Miko menyeringai karena rupanya wanita itu masih bisa selamat dari


tragedi kebakaran rumah sakit, namun Miley tentu saja tidak akan bisa berlama-lama berada bersama keluarganya karena Miko akan membuat Miley kembali ke rumah sakit jiwa itu. Miko sudah menelpon pihak rumah sakit untuk menjemput Miley ke rumah kedua orang tuanya, selepas menelpon pihak rumah sakit kini Miko


mendapatkan surat panggilan pemeriksaan dari kepolisian mengenai kasus terbakarnya rumah sakit.


“Apa-apaan ini? Kenapa polisi malah memanggilku untuk diperiksa?”


Pemeriksaan akan dijadwalkan lusa, Miko berniat untuk tidak hadir dalam acara pemeriksaan dirinya sebagai saksi atas kasus kebakaran rumah sakit jiwa, namun ia masih penasaran kira-kira siapa orang yang melaporkan dirinya ke polisi atas kasus kebakaran rumah sakit jiwa itu?


“Siapa yang berani-beraninya melakukan ini padaku?”


“Menurutmu siapa lagi?” tanya Tuan Andra yang masuk ke dalam ruangan kerja Miko.


“Papa?”


“Iya, aku sudah tahu bahwa kamu adalah dalang di balik kebakaran rumah sakit jiwa itu, kamu sengaja ingin membunuh Miley supaya wanita itu tidak menuntut pertanggung jawabanmu atas anak yang dikandungnya kan?”


“Bagaimana Papa bisa mengatakan hal itu?”


“Sudahlah Miko, kamu tahu kan kalau Papa memiliki banyak mata? Kamu tidak bisa menyembunyikan ini dari Papa.”


****

__ADS_1


Sementara itu Elhora terkejut ketika orang dari rumah sakit jiwa medatangi rumahnya dan meminta supaya Elhora menyerahkan Miley pada mereka. Tentu saja Elhora menolak, ia berkeras bahwa putrinya tidak ada di dalam rumah.


“Sudah aku katakan pada kalian bahwa putriku tidak ada di rumah.”


“Maaf Nyonya, namun kami mendapatkan laporan bahwa saat ini putri anda ada di sana, biarkan kami memeriksanya terlebih dahulu.”


“Siapa kalian berani-beraniya masuk ke dalam rumahku tanpa izin? Aku sama sekali tidak mengizinkan kalian untuk masuk ke dalam rumahku, kalau kalian masih berusaha nekat maka aku akan memanggil polisi!”


Setelah perdebatan yang cukup panjang, akhirnya Elhora berhasil mengusir orang-orang dari rumah sakit jiwa untuk tidak membawa putrinya kembali ke rumah sakit jiwa. Miley yang melihat semuanya dari dalam


rumah juga menghela napasnya lega setelah orang-orang dari rumah sakit jiwa itu perlahan pergi dari depan rumahnya.


“Syukurlah mereka semua sudah pergi.”


Tidak lama kemudian Elhora masuk ke dalam rumah untuk memberitahu putrinya bahwa saat ini kondisinya sudah aman, ia sudah mengusir orang-orang itu dari rumah ini.


“Tidak ada seorang pun yang dapat membuat kita berpisah lagi sayang.”


“Terima kasih banyak, Ma.”


****


“Teruslah menyangkal Miko, kamu tidak akan bisa lepas dari jerat hukum kali ini karena aku sudah memiliki bukti-bukti yang kuat bahwa kamu memang dalang di balik semua itu.”


“Jadi Papa ingin benar-benar mejebloskanku ke penjara?”


“Iya, kamu harus membayar atas apa yang sudah kamu lakukan Miko.”


“Apakah Papa yakin bahwa hanya aku saja yang pantas mendekam di balik jeruji besi?”


“Apa maksudmu?”


“Maksudku adalah aku bukan hanya satu-satunya orang yang jahat di sini, ada orang jahat lain yang Papa berusaha menutup mata dan telinga dari kebenaran yang sudah aku katakan berulang kali.”


“Apakah saat ini kamu sedang mencoba menggiring opiniku supaya membenci istriku sendiri?”


“Aku hanya mengatakan yang sejujurnya Pa, wanita itu bukanlah wanita baik-baik dia hanya mengincar uang Papa dan yang lebih parahnya lagi adalah dia ingin membunuh Papa supaya dia bisa menguasai semua warisan


keluarga kita.”


“Aku tidak akan percaya dengan semua omong kosong yang keluar dari mulutmu barusan!”

__ADS_1


“Oh baiklah, jadi kalau Papa tidak percaya padaku maka mungkin dengan bukti yang aku miliki saat ini maka Papa bisa mempercayai apa yang aku katakan.”


****


Renata menjemput Ruth di sekolahnya, ia tidak mau sampai kejadian Miko mengambil Ruth terlebih dahulu di sekolah sebelum ia datang menjemput. Renata memperhatikan sekeliling dan sampai saat ini mobil Miko nampak tidak terlihat di sekelilingnya.


“Sepertinya saat ini masih aman.”


Bel pulang sekolah berbunyi nampak anak-anak satu persatu keluar dari pintu gerbang sekolah, Renata menunggu sampai Ruth keluar dari sekolah namun hingga dari yang sebelumnya banyak sekali anak-anak yang


keluar dari gerbang sekolah hingga saat ini hanya beberapa anak saja yang keluar, ia belum menemukan di mana keberadaan Ruth.


“Kok dia tidak muncul?”


Renata kemudian mencoba menanyakan hal ini pada guru wali kelasnya, ketika Renata menanyakan di mana keberadaan Ruth, sang wali kelas justru mengatakan kalau saat ini Ruth sudah pulang sejak jam pelajaran


tengah berlangsung oleh Miko, pria itu sudah menelpon wali kelasnya dan mengatakan kalau ada keperluan keluarga mendesak yang membuat Ruth harus pulang lebih awal. Mendengar itu tentu saja Renata terkejut sekaligus marah, ia buru-buru keluar dari ruang guru untuk menelpon Miko namun sayangnya ponsel


Miko tidak dapat untuk dihubungi saat ini.


“Kenapa dia malah mematikan ponselnya?”


Renata harus segera pergi menemui Ruth, ia segera masuk ke dalam mobil dan melajukan kendaraan itu menuju rumah Miko. Ketika ia sudah tiba di rumah itu nampak satpam yang berjaga di depan rumah Miko bertanya


kenapa Renata datang ke sini.


“Saya mau menemui Ruth, dia ada di dalam kan?”


“Maaf namun di dalam tidak ada siapa pun Nyonya.”


“Kamu pikir aku akan mempercayai apa yang kamu katakan


barusan? Minggir!”


Renata memaksa merangsek masuk ke dalam rumah untuk


mencari keberadaan putrinya namun ketika ia sudah menyusuri setiap sudut rumah,


ia tidak menemukan siapa pun di rumah ini.


“Di mana Ruth saat ini?”

__ADS_1


__ADS_2