Cinta Itu Kamu

Cinta Itu Kamu
Ketahuan Juga


__ADS_3

Renata akhirnya pulang dengan hati riang gembira dan tenang karena akhirnya Novian yang merupakan cinta pertamanya mau bersama-sama berjuang bersamanya demi cinta mereka. Ketika ia tiba di rumah, Miko sudah


menanti di ruang tamu namun Renata sama sekali tidak mengacuhkan keberadaan suaminya yang nampak menatapnya dengan tajam itu.


“Renata, apakah tidak ada sesuatu yang mau sampaikan padaku?”


“Untuk apa? Rasanya saat ini sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan.”


“Kamu habis pergi menemui mantan kekasihmu itu kan?”


“Itu bukan urusanmu.”


“Apakah kamu lupa kalau dia adalah karyawan di perusahaanku?”


“Apakah sekarang kamu mencoba untuk mengancamku seperti tadi?”


“Tidak, aku hanya ingin kamu sadar saja kalau posisinya sama sekali tidak berdaya jika dihadapanku!”


“Terserah kamu mau mengatakan apa, aku mau istirahat.”


Renata kemudian pergi meninggalkan Miko yang nampak begitu berang dengan sikap acuh yang diperlihatkan oleh Renata.


“Baiklah, aku akan tunjukan siapa yang akan menang!”


****


Miko sengaja memanggil Novian ke ruangan kerjanya hari ini, Novian yang diberitahu untuk menghadap Miko tentu saja gugup dan takut namun ia berusaha untuk tetap tenang saat ini. Ia akhirnya sudah tiba di depan


ruangan kerja Miko selepas ia mengatakan pada sekretaris pria itu bahwa barusan Miko memanggilnya.


“Betul tadi Pak Miko memanggil anda, kamu bisa masuk ke dalam sekarang karena beliau sudah menunggu.”


Akhirnya Novian mengetuk pintu dan membukanya perlahan setelah Miko memberikan izin untuk masuk, ketika Novian masuk ke dalam ruangan kerja itu nampak Miko tengah menatap keluar jendela ruangan kerjanya dengan


posisi membelakanginya saat ini.


“Permisi Pak, anda memanggil saya.”


“Iya, saya memanggil kamu untuk datang ke sini.”


Miko kemudian membalikan tubuhnya untuk menghadap Novian, pria itu kemudian berjalan menghampiri Novian dan mempersilakan Novian untuk duduk di sofa.


“Silakan duduk dulu.”


Novian tidak banyak bertanya atau mendebat apa yang dikatakan oleh Miko dan menuruti saja apa yang dikatakan oleh pria itu padanya.

__ADS_1


“Apakah kamu sudah paham apa alasanku memanggilmu ke sini?”


“Sejujurnya saya belum tahu apa maksud dan tujuan Pak Miko memanggil saya ke ruangan ini.”


“Baiklah kalau memang kamu belum mengetahuinya maka


aku akan memberitahumu sekarang juga.”


****


Miko secara resmi meminta supaya Novian tidak menjadi perusak rumah tangganya dengan Renata, ia mengancam jika Novian masih akan menjadi duri dalam rumah tangganya dengan Renata maka Miko tidak akan segan untuk membuat Novian dipecat dari perusahaan ini.


“Kamu tahu kan bahwa saat ini sulit sekali untuk mencari pekerjaan? Bayangkan kalau kamu kehilangan pekerjaanmu selama ini dan kalau kamu mau sombong akan ada perusahaan yang mau menerimamu, maka jangan lupakan bahwa keluargaku memiliki koneksi ke berbagai perusahaan dan mereka dengan segera akan memblacklist namamu dari daftar pencari kerja.”


“Sebegitu inginnya anda membuat saya menjauh dari Renata?”


“Iya, aku akan melakukan apa pun supaya Renata tidak berpisah denganku.”


“Bukankah anda juga berselingkuh di belakang Renata?”


“Apa maksudmu?”


“Renata sudah menceritakan semuanya padaku, dia bilang bahwa selama ini anda berselingkuh dengan wanita lain dan parahnya lagi anda membuat wanita itu masuk rumah sakit jiwa.”


benar?”


“Aku percaya dengan semua yang dikatakan olehnya, kedua matanya mengatakan hal yang jujur.”


****


Rupanya tidaklah mudah untuk membuat perjanjian dengan Novian, pria ini nampak begitu kukuh untuk mempertahankan cintanya pada Renata bahkan Novian tidak bersedia untuk mundur walaupun Miko sudah mengancamnya barusan.


“Apakah kamu yakin tidak ingin mundur? Aku masih berbaik hati menawarkan kembali pilihanmu.”


“Aku sudah mengatakan bahwa aku tidak akan mundur, kalau Pak Miko mau memecat saya maka saya akan membongkar perselingkuhan Pak Miko pada Pak CEO.”


Miko nampak tertawa mendengar ancaman Novian barusan, Miko mengatakan bahwa Novian harus sadar dengan posisinya saat ini, Miko juga bilang bahwa lebih baik Novian sadar bahwa papanya tidak akan pernah mungkin


percaya dengan yang dikatakan olehnya barusan.


“Pak CEO memang tidak akan percaya kalau saya hanya bicara saja, jadi saya sudah menyiapkan sebuah alat bukti supaya Pak CEO bisa mempercayai apa yang saya katakan.”


Mendengar dan melihat keseriusan di wajah Novian membuat Miko agak gentar, ia benar-benar tidak boleh membiarkan sampai papanya mengetahui perihal hubungan terlarangnya dengan Miley sampai kapan pun.


“Saya sama sekali tidak bercanda Pak Miko, saya bisa melakukan seperti apa yang saya katakan pada anda barusan.”

__ADS_1


“Kalau kamu berani melakukan itu, apakah kamu tidak sayang pada nyawamu?”


“Saya sama sekali tidak takut dengan ancaman Pak Miko.”


****


Tuan Andra nampak terkejut ketika Tuan Yunus datang ke ruangan kerjanya dengan marah-marah, Tuan Andra tentu saja tidak tahu menahu kenapa bisa Tuan Yunus datang dengan marah-marah seperti ini padahal sebelumnya


ia merasa tidak memiliki masalah dengan Tuan Yunus.


“Ada apa ini Tuan Yunus? Kenapa anda datang ke ruangan saya dan marah-marah?”


“Apakah begini caramu mendidik putramu?”


“Apa? Kenapa anda menanyakan hal itu?”


“Apakah kamu tahu kalau sebenarnya putramu itu berselingkuh dengan putriku!”


“Apa?”


“Dan kamu juga harus tahu bahwa anakmu itu sudah membuat putriku masuk rumah sakit jiwa!”


“Tunggu dulu, untuk lebih jelasnya saya akan coba tanyakan ini pada Miko biarkan dia yang menjelaskan semuanya ini pada kita.”


“Iya, segera panggilankan dia karena aku sudah benar-benar kesal dan ingin sekali memukul wajahnya!”


Tuan Andra menelpon sekretaris Miko untuk meminta putranya itu datang ke ruangan kerjanya segera.


“Dia akan segera datang.”


Miko diberitahu oleh sekretarisnya bahwa saat ini dirinya diminta untuk segera datang ke ruangan kerja CEO, tentu saja Miko heran kenapa papanya memintanya untuk datang ke ruangan kerjanya saat ini. Dan ketika


ia masuk ke dalam ruangan kerjanya, ia begitu terkejut ketika mendapati ada Tuan Yunus di sana dan tengah menatapnya tajam.


“Akhirnya kamu datang juga, ke sini karena ada sesuatu yang ingin Papa tanyakan padamu.”


Miko berusaha untuk tenang walaupun di dalam dirinya benar-benar gugup saat ini ketika Tuan Yunus menatapnya tajam, ia memiliki dugaan kalau sebenarnya Tuan Yunus sudah mengetahui rahasianya yang menjalin hubungan dengan Miley.


“Apakah benar kalau selama ini kamu dan Miley berselingkuh?”


“Apa?”


“Kamu tidak perlu berkelit lagi atau aku akan menghajarmu!” hardik Tuan Yunus.


“Jawab dengan jujur Nak, apakah benar kalau kamu juga membuat Miley masuk rumah sakit jiwa?”

__ADS_1


__ADS_2