
Miley terkejut ketika Renata menegurnya karena sepertinya Miley tidak mendengarkan pertanyaan yang baru saja ia ajukan pada wanita ini.
“Maaf, tadi apa yang kamu tanyakan?”
“Apakah kamu mengenal suamiku?”
“Tidak, aku sama sekali mengenal suamimu.”
“Benarkah? Kamu tidak sedang berbohong padaku kan?”
“Tentu saja tidak, memangnya kenapa kamu menanyakan
hal ini padaku?”
“Karena aku merasa kalau dia sedang berselingkuh saat ini.”
“Dan kamu menuduhku kalau aku ini adalah selingkuhannya?”
“Maafkan aku kalau aku sudah menuduhmu sembarangan.”
“Aku bisa memahami bagaimana perasaan kalutmu saat tahu suamimu berselingkuh dengan orang lain, namun bukan berarti kalau kamu bisa menuduh orang sembarangan kan?”
“Iya, aku minta maaf.”
****
Miley menghela napasnya panjang karena rupanya Renata tidak terlalu menaruh curiga padanya apalagi sampai mengetahui hubungan terlarangnya dengan Miko. Sebenarnya Miley ingin saja memberitahu soal hubungannya dengan Miko pada Renata supaya tidak perlu ada lagi yang ia sembunyikan dari wanita itu, namun Miley merasa bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk mengatakan hal itu pada Renata.
“Lihat saja Renata, mungkin saat ini aku belum memberitahumu yang sebenarnya perihal hubungan asmaraku dengan Miko, namun suatu hari nanti aku akan pastikan kamu akan mengetahuinya.”
Setelah itu Miley menelpon Miko untuk memberitahu kalau barusan ia baru saja bertemu dengan Renata, ia ingin tahu bagaimana reaksi Miko saat tahu akan hal tersebut.
“Mau apa kamu menelponku?”
“Apakah istrimu sudah menelponmu?”
“Belum, memangnya kenapa dia harus menelponku?”
“Sebab barusan kami berdua berjumpa.”
“Apa katamu?! Kalian berjumpa?! Kamu sedang tidak bercanda saat ini kan?”
“Untuk apa aku bercanda saat ini?”
“Apa saja yang kalian bicarakan?”
“Sepertinya kamu ketakutan sekali, ya?”
“Kamu tidak mengatakan soal hubungan kita padanya kan?”
“Menurutmu? Apakah aku akan melakukan hal itu?”
__ADS_1
“Jangan sekali-kali kamu mencoba memberitahu Renata soal hubungan kita!”
“Aku berhak memberitahu siapa pun perihal hubungan ini termasuk pada Renata.”
****
Miko menutup sambungan teleponnya dengan Miley, ia nampak gusar sekali saat baru saja mendapatkan kabar bahwa barusan Miley dan Renata bertemu, namun Miley tidak mau menceritakan apa saja yang mereka
bicarakan bahkan Miley malah seperti meledeknya yang ketakutan ketika kelak Renata tahu hubungan perselingkuhan mereka.
“Wanita itu tidak mungkin memberitahu Renata, tidak akan mungkin.”
Namun walaupun Miko sudah mencoba untuk menghalau pikiran buruk soal Miley yang menceritakan hubungan mereka pada Renata, tetap saja pikiran buruk itu selalu kembali dan membuat Miko menjadi tidak dapat
bekerja dengan maksimal karena dilanda ketakutan seperti ini.
“Tidak bisa aku biarkan, aku harus mencari tahunya sendiri.”
Miko meraih ponselnya dan hendak menelpon Renata, namun saat ia hendak menelpon Renata, ia jadi berpikir kira-kira alasan apa yang akan ia kemukakan saat bertelpon dengan istrinya itu.
“Bagaimana kalau nanti dia curiga padaku?”
“Ah paling juga dia tidak akan curiga padaku.”
Miko masih saja terus bimbang mengenai keputusannya saat ini, apakah ia harus mencari tahu secara langsung lewat Renata saat ini atau ia akan menunggu sampai nanti ia sampai di rumah.
“Baiklah, kali ini aku akan mencobanya.”
“Halo?”
****
Renata ada di depan kantor suaminya, namun ia tidak masuk ke dalam melainkan ia tetap ada di dalam mobilnya. Alasan dia datang ke sini adalah untuk mencari tahu apakah Miley akan datang ke kantor ini atau
tidak namun sampai beberapa saat ia menunggu di sini, ia belum juga menemukan tanda-tanda kedatangan Miley.
“Barang kali dia sudah menelpon Miko.”
Ketika ia sedang menunggu itulah, ponselnya berdering dan di layar ponselnya tetera nama Miko di sana, dengan segera Renata menjawab telepon dari suaminya itu.
“Halo?”
“Di mana kamu sekarang?”
“Kenapa kamu menanyakan itu?”
“Tidak, aku hanya iseng saja bertanya.”
“Benarkah?”
“Iya, kamu ada di mana sekarang?”
__ADS_1
“Aku ada di rumah, memangnya kenapa?”
“Apakah tadi kamu pergi keluar?”
“Untuk apa aku pergi keluar?”
“Ah tidak, kalau begitu aku tutup dulu teleponnya.”
Setelah itu Miko menutup sambungan teleponnya dengan cepat dan membuat Renata yakin kalau barusan Miley menelpon Miko dan mengatakan sesuatu pada suaminya. Saat Renata hendak pergi, ia melihat sosok Novian baru
saja keluar dari kantor dan sepertinya ia hendak istirahat makan siang, buru-buru Renata keluar dari dalam mobil dan menghampiri pria itu.
“Novian.”
Merasa ada yang memanggil namanya, pria itu pun berbalik badan dan alangkah terkejutnya ia menemukan sosok Renata berdiri tidak jauh dari posisinya saat ini.
****
Sepulang kantor, Miko pergi untuk menemui Miley di sebuah tempat yang dekat dengan rumah wanita itu. Tentu saja ketika Miko mengajaknya bertemu Miley sama sekali tidak menolak bahkan ia dengan senang hati datang menemui Miko. Saat ini mereka berdua sudah ada di dalam mobil Miko dan tengah membicarakan apa yang tadi siang terjadi di antara Miley dan Renata.
“Jawab pertanyaanku dengan jujur Miley, apakah kamu berbohong padaku soal tadi siang kamu dan Renata bertemu?”
“Tidak, aku sama sekali tidak berbohong padamu, bagaimana bisa kamu menuduhku berbohong seperti itu?”
“Karena tadi ketika aku mencoba menelpon Renata, ia mengatakan seharian ini di rumah.”
“Apakah kamu percaya dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu?”
“Tentu saja aku percaya.”
“Berarti kamu begitu naif Miko, ini coba lihat, ini adalah nomor ponsel istrimu kan?” tanya Miley seraya menunjukan nomor ponsel Renata yang ada di daftar riwayat panggilan ponselnya.
Miko kemudian mencocokan nomor ponsel itu dengan yang ada di ponselnya sampai akhirnya ia mengakui bahwa nomor itu memanglah nomor istrinya.
“Namun kenapa dia berbohong padaku tadi?”
“Mungkin saja dia ingin mengetesmu.”
“Mengetes?”
“Iya, kamu sepertinya gugup ketika mencoba menghubunginya dan ia pasti bisa merasakan kegugupanmu walau lewat telepon.”
“Apa saja yang kalian bicarakan tadi?”
“Bukankah aku sudah mengatakannya padamu?”
“Berhenti bicara omong kosong Miley, apakah kamu pikir aku akan percaya dengan apa yang kamu katakan itu?”
“Baiklah, aku memang belum memberitahu Renata soal hubungan asmara kita, namun itu bukan berarti selamanya aku akan tutup mulut begitu saja.”
“Kalau kamu berani memberitahu Renata perihal hubungan kita, maka hubungan kita berakhir sampai di sini!”
__ADS_1