Cinta Itu Kamu

Cinta Itu Kamu
Rasa Tak Terima Itu Nyata


__ADS_3

Renata mendatangi sekolah Ruth sebelum Miko menjemput putrinya itu dan kembali membawanya ke rumahnya, ia tidak akan membiarkan dirinya kecolongan lagi kali ini. Ketika Ruth sudah muncul di gerbang sekolah buru-buru Renata menghampiri Ruth dan mengajaknya untuk segera pulang bersamanya.


“Aku tidak mau pulang ke rumah kakek dan nenek.”


“Ruth, kita harus pulang ke sana sekarang.”


“Namun itu kan bukan rumahku, kenapa Mama menyuruhku untuk pulang ke sana?”


“Bukankah Mama sudah mengatakan bahwa mulai sekarang kamu akan tinggal di rumah itu?”


“Aku tidak mau tinggal di rumah kakek dan nenek, aku mau tinggal bersama papa.”


“Jadi kamu lebih memilih untuk tinggal bersama papa dari pada Mama?”


****


Ruth akhirnya mau dibujuk untuk pulang bersama dengan Renata ke rumah kedua orang tuanya, Marinka menyambut kedatangan cucunya itu di depan pintu rumah namun Ruth sama sekali tidak mengindahkan kehadiran neneknya dan malah pergi begitu saja masuk ke dalam rumah.


“Maafkan sikapknya Ma.”


“Tidak perlu kamu terlalu pikirkan, Mama bahagia karena akhirnya Ruth bisa kembali ke rumah ini.”


“Iya aku juga, aku harap Miko nanti tidak datang ke sini dan mencoba mengambil Ruth.”


“Dia tidak akan pernah bisa melakukan itu, Mama tidak akan membiarkannya.”


Selepas itu Renata pergi ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian, selepas ia mandi dan berganti pakaian, kini ia sedang duduk di tepian ranjang dan meriah ponselnya, tiba-tiba saja ia tergerak menelpon Novian untuk menanyakan apakah pria itu suka dengan pemberiannya atau tidak.


“Halo, apakah kamu sudah sampai rumah?”


“Iya, aku baru saja sampai di rumah.”


“Syukurlah kalau kamu sampai rumah dengan selamat.”


“Apakah kamu menyukai pemberianku?”


“Iya tentu saja aku menyukainya, justru aku jadi merasa tidak enak padamu setelah mendapatkan pemberian ini.”


“Sudahlah, kamu tak perlu memikirkan hal itu, aku ikhlas memberikannya untukmu.”


Renata dan Novian membicarakan berbagai hal yang akhirnya mereka tidak sadar kalau hari sudah malam, Renata pun mengakhiri teleponnya dengan Novian.


“Selamat malam Novian.”


“Selamat malam Renata.”


****

__ADS_1


Seperti yang sudah Renata duga sebelumnya, Miko datang ke rumah untuk mencari Ruth namun ia tidak diizinkan masuk ke dalam rumah oleh satpam yang berjaga di depan pagar.


“Maaf Tuan Miko, namun anda tidak boleh masuk ke dalam.”


“Saya mau bertemu dengan Renata sekarang juga.”


“Tidak boleh, ini adalah perintah dari Tuan Arjuna.”


“Berani sekali kamu mencoba menghalangiku untuk bertemu dengan istri dan anakku.”


Akhirnya terjadilah perdebatan panas di antara mereka berdua, Tuan Arjuna dan Kenzo kemudian keluar rumah untuk melerai perdebatan yang terjadi di antara mereka berdua.


“Mau apa lagi kamu datang ke sini?”


“Saya ke sini mau bertemu dengan Ruth, Pa.”


“Saya sudah pernah katakan padamu untuk jangan mencoba datang dan mencari cucu saya lagi, berani sekali kamu kembali datang ke sini setelah kemarin kamu menculik cucu saya.”


“Saya sama sekali tidak menculik Ruth, Ruth senang tinggal bersama saya.”


“Pokoknya kamu lupakan saja Renata dan Ruth karena saya tidak sudi kalau anak saya harus selalu tersakiti dengan kelakuanmu.”


“Apakah Papa yakin bahwa hanya aku yang bersalah dalam hal ini?”


“Iya, kamu bersalah, kamu sudah mengkhianati anakku dengan berselingkuh dengan wanita lain!”


****


Tuan Arjuna masuk ke dalam rumah, Marinka bertanya pada sang suami apakah Miko sudah pergi atau belum saat ini dan Tuan Arjuna mengatakan bahwa saat ini Miko sudah pergi.


“Di mana Renata?”


“Dia ada di kamar, memangnya kenapa?”


Tuan Arjuna tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh istrinya, ia melangkahkan kaki menuju kamar Renata. Marinka benar-benar penasaran dengan apa yang hendak suaminya itu katakan pada putrinya, jadi ia pun mengikuti langkah kaki sang suami menuju kamar Renata.


“Renata, ini Papa.”


“Iya Pa, pintunya sama sekali tidak dikunci.”


Tuan Arjuna kemudian masuk ke dalam kamar putrinya dan mendapati Renata sedang duduk di tepi kasur, Renata pun bertanya apa yang membuat papanya datang ke kamarnya saat ini.


“Nak, barusan Miko datang ke sini.”


“Iya aku tahu kalau barusan dia datang ke sini, dia ingin mencoba merebut Ruth lagi dariku.”


“Iya, itu benar, namun bukan masalah itu yang ingin Papa bahas denganmu, Nak.”

__ADS_1


“Lantas soal apa?”


“Miko mengatakan sesuatu pada Papa dan Papa harap apa yang pria itu katakan bukanlah sesuatu hal yang benar.”


“Memangnya apa yang Miko katakan pada Papa barusan?”


“Miko bilang pada Papa bahwa selama ini kamu juga menjalin hubungan dengan mantan kekasihmu, apakah itu benar?”


****


Renata nampak terkejut ketika mendengar ucapan papanya barusan, ia sama sekali tidak menduga kalau Miko akan melakukan hal itu untuk menghancurkannya.


“Renata, kenapa kamu hanya diam saja? Apakah yang dikatakan oleh pria itu benar adanya?”


Renata masih diam karena bingung harus menjawab apa pertanyaan yang diajukan oleh sang papa, apakah ia harus jujur pada sang papa mengenai hubungannya dengan Novian atau tidak. Namun kalau ia tidak jujur, maka


mungkin akan sulit baginya untuk mengatakan yang sebenarnya.


“Renata, kenapa kamu hanya diam? Papa bicara denganmu.”


“Maafkan aku Pa.”


“Kenapa kamu minta maaf?”


“Sebenarnya aku memang dekat dengan mantan kekasihku, namun itu baru belakangan ini.”


Tuan Arjuna yang mendengar ucapan putrinya itu tentu saja terkejut bukan main, ia tak menyangka kalau yang dikatakan oleh Miko adalah sesuatu yang benar.


“Namun tolong Papa jangan salah paham dulu, aku sudah jelaskan tadi kalau aku baru dekat dengannya belakangan ini, belum lama.”


“Mantan kekasih? Papa tidak pernah mendengar kalau kamu sudah punya pacar sebelumnya.”


“Sebenarnya aku memang sudah pernah berpacaran sebelum menikah dengan Miko, namun setelah perjodohan yang Papa inginkan dengan keluarga Tuan Andra maka aku terpaksa harus memutuskan hubungan dengan mantan


kekasihku itu.”


“Seperti apa mantan kekasihmu itu?”


Renata nampak ragu apakah harus menceritakan semuanya pada sang papa mengenai latar belakang sang mantan kekasih atau tidak, ia takut kalau mengatakan yang sejujurnya maka papanya ini akan keberatan kalau mereka menjalin hubungan lagi.


“Katakan pada Papa, Nak.”


“Baiklah, sebenarnya dia berasal dari orang biasa, dia mantan karyawan di perusahaan keluarga Miko.”


“Dia karyawan biasa?”


“Iya, kami dekat sejak masih kuliah dulu, dia masuk universitas melalui jalur prestasi, namun sayangnya kisah kami tidak dapat berakhir bahagia.”

__ADS_1


“Dan apakah kamu pikir kali ini kisah kalian akan berakhir bahagia?”


__ADS_2