
Elhora baru menyadari kalau ia baru saja minum minuman yang tidak seperti biasanya didapatkan oleh pasien di rumah sakit ini, ia pun bertanya pada Miley mengenai dari mana putrinya ini mendapatkan minuman itu.
“Aku mendapatkan minuman itu dari perawat, dia bilang aku harus minum itu namun aku curiga kalau perawat itu adalah orang suruhan Miko yang ingin mencelakaiku.”
“APA?!”
“Itu kan hanya asumsiku saja, belum tentu juga kalau perawat itu disuruh oleh Miko kan?”
“Astaga, kalau benar-benar Miko sampai tega melakukan itu dia berarti sangat-sangat jahat.”
“Namun Ma, tadi siang sepertinya aku melihat mama tirinya Miko di rumah sakit ini.”
“Mama tiri Miko?”
“Iya, sepertinya dia juga dirawat di rumah sakit ini dan bisa saja Miko yang melakukan semua ini.”
****
Elhora mencari di mana keberadaan ruangan inap Sekar, namun ia tidak mengetahui di mana ruangan inap wanita tersebut, ketika ia bertanya pada perawat sang perawat mengatakan bahwa ia tidak tahu namun tentu saja Elhora curiga bahwa perawat sengaja tidak mau memberitahunya mengenai di mana keberadaan Sekar saat ini.
“Sepertinya benar kalau Miko adalah dalang dari semua ini, pria itu benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya, kalaupun ada orang yang seharusnya masuk rumah sakit jiwa maka dialah orangnya.”
Elhora kemudian memutuskan untuk kembali ke ruangan inap putrinya, namun ketika ia kembali ke sana ia terkejut ketika mendapati seorang perawat yang hendak membunuh Miley.
“Miley!”
“Mama.”
Perawat itu nampak terkejut ketika aksinya dipergoki oleh Elhora, perawat itu buru-buru menusukan pisau yang ada di tangannya pada perut Elhora dan selepas itu sang perawat langsung melarikan diri.
“Mama!”
Miley benar-benar terkejut dan panik saat melihat saat ini mamanya sudah tergeletak di lantai dengan berlumuran darah, Miley menjerit meminta tolong dan seorang perawat yang kebetulan melintas segera membantu Miley supaya nyawa Elhora bisa segera diselamatkan.
“Tolong selamatkan nyawanya, suster.”
“Kami akan mencoba yang terbaik, silakan tunggu di sini.”
Perawat itu membawa Elhora menuju IGD sementara Miley menunggu di depan ruangan tersebut dengan raut wajah cemas sekaligus khawatir.
“Semoga saja tidak terjadi apa pun pada Mama.”
****
Namun rupanya justru kabar duka yang Miley terima, nyawa sang mama tidak dapat terselamatkan karena luka tusuknya begitu dalam hingga mengenai organ yang sangat vital. Miley tidak dapat membendung air
matanya supaya tidak tumpah, ia menangisi kepergian sang mama untuk selama-lamanya, Tuan Yunus yang mendapatkan kabar bahwa istrinya sudah tiada pun bergegas menuju rumah sakit untuk memastikan berita tersebut.
__ADS_1
“Miley.”
“Papa.”
Miley langsung memeluk papanya dengan erat sementara itu di sana jenazah Elhora sudah ditutupi kain putih namun Tuan Yunus belum melihat secara langsung jenazah mendiang istrinya itu.
“Itu tidak mungkin mamamu kan, Nak?”
Namun Miley sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari papanya, ia masih terus saja menangis pilu meratapi kepergian sang mama yang ia saksikan sendiri dengan kedua mata kepalanya.
“Hiks.”
Tuan Yunus kemudian memberanikan diri untuk membuka kain putih yang menutupi jenazah sang istri, perlahan ia menyibak kain putih itu dan mendapati sosok Elhora yang sudah tidak bernyawa dan kali ini tangisnya
pun pecah.
“Hiks, Elhora,” isak Tuan Yunus yang langsung menangis di sebelah jenazah mendiang sang istri bersama dengan Miley.
“Siapa yang sudah melakukan ini, Nak?”
“Seorang perawat yang sudah melakukan ini, Pa. Perawat itu tadinya hendak membunuhku namun saat dia hendak membunuhku ada mama yang datang kemudian perawat itu justru malah menyerang mama hingga nyawa mama tidak dapat tertolong.”
****
Miko terkejut ketika mendapati kabar bahwa Elhora sudah meninggal dunia akibat seorang perawat yang menusuknya, Miko sudah mewanti-wanti perawat itu supaya membunuh Miley namun kenapa justru malah
“Apakah kamu sudah dengar meninggalnya Nyonya Elhora?” tanya Tuan Andra pada sang putra.
“Iya, aku baru saja mendengarnya.”
“Papa akan datang ke rumah duka untuk memberikan penghormatan dan juga ucapan bela sungkawa, apakah kamu juga ingin pergi ke sana?”
“Aku… sepertinya tidak akan pergi ke sana?”
“Kenapa kamu tidak akan pergi? Apakah kematian wanita itu karena kamu?”
“Papa ini bicara apa? Kenapa tiba-tiba saja menanyakan sesuatu hal yang konyol seperti itu padaku?”
“Semoga saja apa yang Papa katakan barusan tidaklah benar, karena kalau sampai ternyata benar kamu yang menjadi dalang di balik kematian mamanya Miley maka kamu sudah sangat melampaui batas.”
Selepas mengatakan itu, Tuan Andra langsung pergi meninggalkan Miko sendirian yang masih termenung memikirkan berita meninggalnya Elhora, ia benar-benar tidak menyangka justru rencananya kembali gagal untuk membunuh Miley.
“Kenapa wanita itu sangat sulit untuk aku lenyapkan?”
****
Akhirnya utang yang dimiliki oleh ibunya Novian bisa terlunasi akibat bantuan pinjaman dari Renata, Novian sangat berterima kasih pada Renata dan ia berjanji akan segera mencicil uang tersebut.
__ADS_1
“Kamu tidak perlu terburu-buru dalam mengembalikan uang itu.”
“Sekali lagi terima kasih banyak, Renata.”
“Tidak masalah Novian, aku senang karena akhirnya masalah ibumu bisa selesai.”
Ketika mereka dalam perjalanan pulang selepas menghabiskan waktu bersama seharian ini, Renata menyetel radio di dalam mobilnya dan dari radio tersebut mereka mendapatkan sebuah kabar mengejutkan yaitu meninggalnya Elhora akibat ditikam oleh seorang perawat di sebuah rumah sakit.
“Ya Tuhan, aku benar-benar tidak menyangka kalau dia
sudah pergi saat ini.”
Namun Novian hanya diam seperti masih tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar dari radio, Renata yang melihat adanya ekspresi ganjil dari Novian pun bertanya pada pria itu apa yang sebenarnya
terjadi.
“Novian, ada apa denganmu?”
“Apa?”
“Sepertinya kamu begitu terkejut mendengar berita barusan?”
“Oh bukan apa-apa.”
“Apakah kamu mengenal beliau?”
Novian tidak langsung menjawab pertanyaan dari Renata, ia takut kalau berkata jujur maka Renata bisa saja berpikiran yang tidak-tidak padanya.
“Novian, ada apa?”
“Hum sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu.”
“Kalau begitu katakan saja padaku.”
Akhirnya Novian pun menceritakan apa yang pernah ditawarkan oleh Elhora padanya, tentu saja Renata begitu terkejut saat tahu mamanya Miley itu pernah menawarkan supaya Novian menjadi simpanannya dengan imbalan sejumlah uang.
“Namun aku tidak menerimanya, sungguh.”
“Iya aku tahu, aku yakin kalau kamu pasti tidak akan mau melakukan itu walaupun kamu membutuhkan uang sekalipun.”
“Aku masih belum menyangka saja kalau dia sudah pergi untuk selama-lamanya.”
“Itulah, kematian adalah sebuah misteri.”
Akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Renata tiba di rumah Novian, pria itu mengucapkan terima kasih pada Renata karena sudah mau mengantarkannya pulang namun sebelum Novian turun dari dalam mobil, Renata menahan tangan pria itu.
“Aku mencintaimu, Novian.”
__ADS_1
“Aku juga mencintaimu Renata.”