
Miko melaporkan Miley ke polisi dan polisi langsung bergerak cepat untuk melakukan penangkapan pada Miley, tidak lama selepas Miley bisa mereka amankan keberadaan Ruth pun sudah terlacak dan mereka bisa menyelamatkan anak itu tanpa mengalami cedera sedikit pun. Miko dan Renata nampak tidak kuasa membendung air mata mereka saat melihat Ruth pulang ke rumah, anak itu nampak ketakutan dan ketika melihat kedua orang tuanya, ia langsung memeluk keduanya dan menangis.
“Kamu baik-baik saja kan?”
“Iya Ma, aku baik-baik saja.”
Akhirnya malam ini Ruth bisa berkumpul lagi dengan keluarganya setelah ia berpikir tidak dapat berkumpul lagi dengan keluarganya untuk selama-lamanya, sampai keesokan harinya baik Renata maupun Miko sama-sama
tidak mau membahas mengenai apa yang baru saja menimpa putri mereka karena kondisi psikologis Ruth nampak belum pulih sepenuhnya.
****
Elhora tentu saja terkejut bukan main saat putrinya semalam ditangkap polisi tepat di depan rumahnya, ia sudah mencoba berbicara dengan polisi untuk membebaskan putrinya namun polisi tetap membawa Elhora
pergi ke kantor polisi untuk dimintai keterangan perihal kejahatan yang ia lakukan. Pagi ini Elhora dan pengacaranya mendatangi kantor polisi untuk bisa membebaskan putrinya dari tempat itu, namun polisi mengatakan mereka memiliki cukup alat bukti untuk bisa menahan Elhora dan mengadili wanita ini atas
kejahatan yang ia lakukan.
“Biarkan aku bertemu dengan putriku.”
Awalnya polisi tidak membiarkan Elhora melakukan itu, namun pada akhirnya mereka pun membiarkan Elhora menemui putrinya yang semalaman harus menginap di kantor polisi.
“Apa yang sebenarnya sudah kamu lakukan, Nak? Kenapa kamu bisa ditangkap oleh polisi?”
“Mama datang ke sini untuk membebaskanku kan?”
“Tentu saja Mama datang ke sini untuk membebaskanmu, namun kenapa kamu bisa ditangkap oleh polisi?”
“Aku tidak mau membahas itu, bisakah Mama langsung membebaskanku saja dari tempat ini?”
“Mama dan pengacara akan coba membebaskanmu, semoga saja bisa.”
“Apa maksud Mama barusan? Apakah Mama tidak yakin dapat mengeluarkanku dari sini?”
“Mama yakin, namun kita kan juga harus mengikuti proses hukum yang berlaku.”
“Sepertinya Mama tidak ingin kalau aku dibebaskan, ya?!”
__ADS_1
****
Miko dipanggil oleh sang papa ke ruangan kerjanya saat ini, Miko tentu saja heran kenapa sang papa ingin dia datang ke sana. Miko mengetuk pintu dan kemudian masuk ke dalam ruangan kerja sang papa, saat ia masuk ke dalam ruangan itu nampak sang papa tengah berdiri membelakanginya.
“Apakah Papa barusan memanggilku ke sini?”
“Iya, aku memang memanggilmu ke sini untuk mengatakan sesuatu padamu.”
“Apa yang ingin Papa katakan padaku?”
Tuan Andra berjalan menghampiri putranya dan kini pria itu menatap tajam Miko namun Miko nampak begitu tenang saat ini karena memang ia tidak tahu apa yang sebenarnya ingin dibicarakan oleh papanya ini.
“Apakah kamu yang menjadi dalang di balik percobaan pembunuhan Sekar?”
“Kenapa Papa menanyakan hal itu padaku?”
“Kamu tidak perlu berkelit Miko, Papa sudah mengantongi sejumlah barang bukti dari orang suruhan yang waktu itu gagal melakukan tugasnya.”
Miko terdiam mendengar ucapan papanya barusan, ia merutuk dalam hati karena rencananya untuk membunuh mama tirinya ketahuan oleh sang papa.
“Kenapa kamu diam saja? Kamu terkejut ketika pada akhirnya aku tahu apa yang kamu rencanakan?”
“Kalau begitu apa alasannya?”
“Wanita itu berselingkuh di belakangmu selama ini, wanita itu sama sekali tidak mencintai Papa dan ia hanya ingin harta Papa.”
****
Setelah melalui proses yang lama dan rumit akhirnya Miley bisa dibebaskan dari penjara namun statusnya belum turun dari tersangka, kini ia berstatus sebagai tahanan rumah. Miley bisa bernapas lega untuk saat ini karena ia bisa keluar dari tempat itu, menjadi tahanan rumah tidaklah buruk setidaknya ia masih bisa tidur di kasurnya yang empuk dan bukan di tempat mengerikan seperti penjara.
“Kamu belum menjawab pertanyaan Mama.”
“Aku sudah mengatakan pada Mama bahwa aku tidak mau membicarakan soal hal itu.”
“Sebenarnya apa yang ada di kepalamu, Miley? Mama tahu kalau kamu begitu terobsesi pada Miko namun bukan dengan cara melenyapkan anak itu dan istrinya!”
“Mama tidak tahu apa pun soal hidupku, jadi jangan bersikap sok tahu!”
__ADS_1
“Mama ini tetaplah ibumu, seorang ibu tentu saja tidak ingin anaknya melakukan tindakan kejahatan!”
Miley sama sekali tidak menanggapi ucapan sang mama barusan, kepalanya sudah terlalu pusing karena memikirkan rencananya untuk membunuh Ruth gagal dan kini anak itu sudah kembali ke rumah orang tuanya,
namun Miley bersumpah tidak akan menyerah sebelum misinya itu tercapai. Akhirnya setelah perjalanan panjang, mereka sampai juga ke rumah dan Miley langsung masuk begitu saja ke dalam rumah tanpa menunggu mamanya.
“Anak itu benar-benar membuatku kesal,” geram Elhora yang masih mencoba menahan rasa kesalnya pada anaknya itu.
****
Miko pergi ke rumah sakit untuk menemui Sekar, ia tanpa mengetuk pintu langsung membuka pintu ruangan inap wanita yang menjadi mama sambungnya itu dan mendapati saat ini ada pria muda yang tengah menemani
sang mama di sana. Pria itu nampak terkejut ketika mendapati Miko memergoki mereka berdua di sana, namun Sekar nampak begitu tenang dan menyuruh selingkuhannya itu tetap di sini.
“Apa yang membawamu ke sini?”
“Seharusnya kamu mati saat itu.”
“Kamu benar, namun nyatanya aku masih hidup sampai saat ini walaupun harus terbaring di rumah sakit.”
“Kamu pasti berpura-pura sakit saat ini kan? Dasar wanita iblis, beraninya kamu bersandiwara di depan papaku!”
“Jaga ucapanmu, aku benar-benar sakit saat ini, orang suruhanmu berusaha mencelakaiku dengan menusukku dari belakang namun untungnya hal itu tidak sampai membuatku meninggal dunia.”
“Kalau memang dia tidak bisa membuatmu mati, maka aku yang akan membuatmu mati dengan kedua tanganku sendiri.”
“Silakan saja kamu coba, kita akan lihat apakah dengan menggunakan kedua tanganmu maka aku bisa mati?”
“Kamu menantangku? Baiklah, tunggu dan lihat saja, aku akan membunuhmu dengan kedua tanganku sendiri dan ketika hari itu tiba maka aku akan pastikan kamu akan benar-benar mati di tanganku!”
Miko menatap tajam pada Sekar dan kemudian pada pria selingkuhannya itu, pria selingkuhan mama tirinya itu nampak tidak nyaman mendapatkan tatapan dari Miko sebelum akhirnya Miko memutuskan untuk pergi dari
ruangan inap mama tirinya.
“Kamu tidak perlu takut pada anak itu, dia hanya asal gertak saja, dia tidak akan mungkin hal yang buruk,” ujar Sekar pada pria selingkuhannya.
“Iya.”
__ADS_1
Pria selingkuhan Sekar itu kemudian berpamitan untuk pulang, ketika ia berjalan menuju lift ia terkejut ketika mendapati sosok Miko berdiri di dekat lift seperti tengah menunggu kedatangannya.
“Akhirnya kamu muncul juga.”