Cinta Itu Kamu

Cinta Itu Kamu
Terlambat Datang


__ADS_3

Miley benar-benar kesal dengan sikap Miko yang masih mau menyembunyikan perihal hubungan mereka pada Renata padahal Miley sudah benar-benar muak dengan semua ini dan ia ingin sesegera mungkin memberitahu Renata perihal hubungan mereka. Selepas pembicaraan itu, Miko langsung pergi dan Miley kembali


ke rumah, namun ia terkejut ketika mendapati sang mama sudah menunggunya di dekat pintu masuk.


“Kenapa Mama ada di sini?”


“Kamu barusan habis dari mana?”


“Bukan urusan Mama.”


“Apakah barusan kamu menemui Miko?”


“Kenapa Mama jadi ingin tahu soal hidupku? Berhenti mengurusi hidupku mulai dari sekarang karena aku bukan anak kecil lagi!”


“Miley, kalau memang kamu masih menjalin hubungan dengan Miko maka Mama minta kamu segera hentikan itu, Mama tidak mau membuat hubungan pertemanan Mama dengan Marinka jadi hancur akibat kelakuanmu.”


“Sudah aku katakan di awal bahwa itu sama sekali urusan Mama.”


****


Hari pertunangan antara Kenzo dan Nesa akhirnya tiba juga, Renata sudah bersiap sejak pagi tadi sementara Miko nampak baru mulai mandi padahal sebentar lagi acara akan segera dimulai.


“Ini kan hari pertunangan adiknya juga, kenapa bisa dia bangun terlalu siang?” ujar Renata kesal.


Semenjak kejadian hari itu, Renata tidak mau membahas soal kecurigaannya perihal perselingkuhan antara Miko dengan Miley, namun walau ia tidak membahas hal tersebut bukan berarti Renata melupakan begitu saja


dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh mereka berdua.


“Miko, cepatlah!” seru Renata dari luar kamar mandi.


“Iya, sebentar lagi aku selesai.”


Renata kemudian keluar kamar dan menunggu Miko di depan saja dari pada ia emosi karena Miko seperti sengaja memperlambat semuanya supaya mereka terlambat sampai ke acara pertunangan antara kedua adik mereka.


“Mama, kapan kita akan pergi?” tanya Ruth yang sudah siap di mobil.


“Kita hanya tinggal menunggu papa saja, Nak,” jawab Renata.


“Papa memangnya di mana sekarang?”


“Papa ada di dalam sebentar lagi selesai.”


Tidak lama kemudian Miko keluar dari rumah dan akhirnya mereka bergegas menuju tempat di mana acara pertunangan berlangsung, Renata tidak mengatakan sepatah kata pun pada suaminya itu, ia lebih memilih

__ADS_1


memalingkan wajah ke arah jendela sementara Miko sendiri fokus mengemudikan mobil hingga mereka tiba di gedung tempat acara berlangsung.


****


Seperti yang sudah Renata duga, mereka terlambat sampai di gedung, Marinka langsung menghampiri putrinya dan bertanya kenapabisa mereka terlambat di acara seperti ini. Renata mengatakan bahwa semua ini


adalah salah Miko, namun Miko sendiri menampik tuduhan yang dialamatkan padanya.


“Sudahlah kalian berdua jangan bertengkar di sini, banyak orang yang melihatnya nanti,” ujar Marinka mengingatkan.


Selepas itu Marinka kemudian pergi meninggalkan mereka berdua untuk kembali ke posisinya, acara tukar cincin berlangsung tanpa adanya halangan sesuatu apa pun. Kini para tamu undangan dipersilakan makan hidangan


yang sudah disediakan di sana, Renata membawa Ruth menuju mamanya yang saat ini sedang mengobrol bersama Elhora yang datang bersama Miley. Nampak Miley berusaha tersenyum pada Renata walaupun respon yang diberikan oleh Renata tidak mengenakan baginya. Miley kemudian pamit untuk pergi ke toilet dulu dan rupanya tanpa ia sadari saat ini Renata membuntutinya pergi ke toilet, ketika Miley mengeluarkan ponselnya dan hendak menghubungi seseorang ia terkejut karena melihat pantulan bayangan Renata dari cermin besar yang ada di hadapannya.


“Mau menelpon suamiku?”


“Apa maksudmu itu? Apakah kamu masih mau menuduhku melakukan perselingkuhan dengan suamimu?”


“Aku hanya bercanda, tidak mungkin kan kalau kamu dan suamiku memiliki hubungan?”


“Tentu saja tidak, itu semua hanya ada dalam pikiranmu saja.”


****


sengaja mendengarkan pembicaraan dua orang dari balik dinding.


“Sepertinya suaranya tidak asing,” gumam Renata.


Maka Renata kemudian bergegas menghampiri sumber suara dan mengintip dari balik dinding, benar saja rupanya ia mengenal suara itu karena saat ini ia melihat mama mertuanya sedang bermesraan dengan seorang pria


yang mungkin saja seusia dengannya padahal saat ini adalah acara penting keluarganya namun dia malah ada di sini dengan seorang pria yang usianya jauh lebih muda darinya?


“Ehem.”


Mama mertua dan pria itu nampak terkejut ketika mendengar deheman Renata barusan, mereka buru-buru membenarkan posisi dan kemudian wanita itu menatap ke arah Renata yang sedang melipat kedua tangannya di dada saat ini.


“Apa yang sedang kalian berdua lakukan di tempat ini?”


“Kami tidak melakukan apa pun.”


“Aku sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan mau dengan siapa anda menjalin hubungan namun hari ini adalah hari di mana anak sambungmu sedang melakukan pertunangan di dalam sana dan ternyata kamu malah


menghilang dan ada di tempat ini bersama dengan pria muda ini.”

__ADS_1


“Aku akan segera masuk ke dalam.”


Mama mertuanya itu kemudian segera pergi meninggalkan Renata sementara pria muda yang menjadi selingkuhan mama mertuanya masih ada di sana terdiam seperti kikuk karena ia terpergok oleh Renata.


****


Renata mendapati Miko sedang duduk di kursi taman bersama dengan Ruth, ia pun segera menghampiri mereka berdua dan Miko pun bertanya dari mana saja Renata barusan.


“Apakah kelakuan mama sambungmu seperti itu?”


“Apa maksudmu?”


“Aku memergokinya sedang bersama dengan pria lain di


sisi belakang gedung.”


“Aku tidak menyangka kalau kamu akan memergokinya.”


“Mama dan Papa sedang membicarakan apa?” tanya Ruth.


“Bukan apa-apa sayang,” ujar Renata.


Miko melihat adiknya yang kebetulan sedang keluar, Miko memanggil adiknya itu untuk menghampiri mereka, ia meminta adiknya membawa Ruth jalan-jalan sebentar karena ia ingin bicara dengan Renata.


“Baiklah, ikut dengan Om Riko, ayo.”


“Ayo!”


Maka kemudian Ruth pergi bersama Riko sementara kini Miko menceritakan mengenai mama sambungnya dan semua kelakuannya yang tidakdiketahui oleh papanya. Renata tidak habis pikir kenapa Miko dan adik-adiknya


mau saja tutup mulut dengan kelakuan menjijikan mama sambung mereka itu.


“Karena aku memiliki sebuah rencana untuk melenyapkannya suatu hari nanti, aku tidak akan rela wanita itu mendapatkan satu sen dari harta keluarga kami.”


“Aku tidak tahu harus bagaimana bersikap, namun aku harap kamu tidak akan terkena proses hukum karena melakukan sebuah kejahatan pada wanita itu.”


“Ayolah Renata, aku ini adalah Miko Putradiansyah, tidak ada seorang pun yang dapat menyentuhku.”


“Aku sangat kagum dengan rasa percaya dirimu yang tinggi itu, semoga saja ucapanmu itu tidak akan menjadi bumerang di kemudian hari.”


“Percayalah Renata, aku bisa melakukan apa pun yang aku inginkan tanpa harus berurusan dengan hukum.”


“Lalu bagaimana dengan wanita selingkuhanmu itu, apakah kamu tidak tertarik menemuinya saat ini?”

__ADS_1


__ADS_2