Cinta Itu Kamu

Cinta Itu Kamu
Mari Berjuang Bersama


__ADS_3

Di dalam mobil Renata berusaha untuk keluar namun Miko tidak memperbolehkan istrinya itu untuk turun, tentu saja sikap Miko yang seperti ini membuat Renata kesal.


“Apa-apaan kamu ini? Buka pintunya sekarang juga!”


“Kenapa kamu tidak jujur kalau mau menemui mantan kekasihmu, hm?”


“Bukankah aku sudah mengatakannya padamu tadi, urus saja urusan pribadimu!”


“Aku tidak mengizinkanmu untuk bertemu dengan pria itu lagi.”


“Aku tidak akan mendengarmu, sekarang buka pintunya!”


“Aku tidak akan membukakan pintunya sebelum kamu menyetujui permintaanku barusan.”


****


Novian nampak masih berada di tempat duduknya, ia melihat keluar jendela untuk memastikan apa yang terjadi di dalam mobil Miko selepas pria itu menarik Renata masuk ke dalam mobilnya. Sampai pelayan datang


ke meja untuk menanyakan pesanan, Renata belum juga ada tanda-tanda keluar dari dalam mobil Miko.


“Apa yang sebenarnya mereka bicarakan di dalam?”


Tidak lama kemudian Renata keluar dari dalam mobil Miko dan kembali masuk ke dalam restoran, ia mengajak Novian untuk tidak makan di tempat ini. Pria itu nampak menuruti saja apa yang dikatakan oleh Renata barusan sementara di dalam mobilnya, Miko masih memperhatikan Renata dan Novian yang kemudian masuk ke dalam mobil istrinya itu.


“Kamu tidak akan bisa bercerai denganku Renata, tidak akan pernah!” seringai Miko puas.


Renata melajukan kendaraannya pergi dari restoran itu dengan raut wajah kesal, Novian sendiri tidak berani bertanya lebih jauh mengenai apa yang menjadi penyebab Renata menjadi seperti itu.


“Maaf atas apa yang terjadi tadi,” ujar Renata membuka percakapan setelah mereka berdua terdiam cukup lama.


“Tidak masalah.”


“Aku benar-benar merasa tidak enak padamu.”


“Apakah dia marah padamu karena bertemu denganku di restoran tadi?”


“Kita tidak perlu membahas orang itu, aku ingin menghabiskan waktu denganmu saat ini.”


****

__ADS_1


Tuan Yunus kembali mendesak istrinya untuk buka suara mengenai siapa yang sudah membuat Miley masuk rumah sakit jiwa dan juga menjadi tersangka penculikan yang melibatkan anak dari Miko dan Renata. Elhora memang pada awalnya tidak mau mengatakan yang sejujurnya pada suaminya namun kini ia merasa sudah tidak perlu menyembunyikan fakta bahwa ini adalah ulah dari Miko.


“Baiklah aku akan jujur padamu mengenai semua ini. Asal kamu tahu saja orang yang membuat Miley menjadi tersangka dan masuk rumah sakit jiwa adalah orang yang sama, orang itu adalah Miko!”


Tuan Yunus nampak terkejut dengan apa yang dikatakan oleh istrinya, ia masih tak percaya dengan yang dikatakan oleh Elhora, namun Elhora mengatakan bahwa ia sama sekali tidak berbohong dan membeberkan kebusukan Miko pada sang suami.


“Kurang ajar sekali anak itu, memangnya kenapa sampai Miko melakukan itu pada Miley?”


“Itu karena ….”


“Kamu pasti tahu, jelaskan padaku sekarang juga!”


“Baiklah, Miley sebenarnya diam-diam menjalin hubungan dengan Miko dan karena Miley bilang ingin mencelakai istri dan anaknya maka Miko membuat putri kita masuk rumah sakit jiwa.”


Tuan Yunus tidak dapat menyembunyikan keterkejutan dan kemarahannya karena selama ini istrinya tidak jujur mengenai hubungan terlarang putri mereka dengan seorang pria yang sudah memiliki istri dan anak.


“Berani sekali kamu menyembunyikan semua rahasia ini dariku, Elhora!”


“Aku minta maaf sayang, aku tidak bermaksud begitu.”


****


“Jadi bagaimana?” tanya Novian.


“Aku tetap mencintaimu, Novian,” jawab Renata.


“Kamu tahu bahwa ini salah kan?”


“Cinta tidak pernah salah, aku sama sekali tidak mencintai Miko, kami menikah bukan atas dasar saling mencintai, sudah aku katakan padamu tadi di restoran betapa menderitanya aku selama ini hidup bersama pria itu.”


Novian diam dan tidak menanggapi ucapan Renata barusan sampai tangannya dipegang oleh Renata, wanita itu menatapnya dengan tatapan yang membuat Novian merindukan masa-masa ketika dulu mereka masih bersama.


“Aku menyesal tidak jujur mengenai hubungan kita pada kedua orang tuaku, andai waktu dapat diputar ulang maka aku lebih memilih diusir dari keluargaku dari pada harus hidup dengan pria menyebalkan bernama Miko itu.”


“Namun waktu tidak bisa diputar ulang kan?”


“Kamu benar, namun kesempatan itu kembali datang, setelah 8 tahun kita tidak berjumpa akhirnya kita bertemu lagi akibat sebuah ketidak sengajaan, bukankah menurutmu ini tanda bahwa kita bisa memulai kembali hubungan kita seperti dulu?”


“Aku tidak bisa bicara banyak mengenai hal itu.”

__ADS_1


****


Renata mengantarkan Novian pulang ke rumah, pria itu mengucapkan terima kasih pada Renata karena mau mengantarkannya pulang. Sebelum Novian turun dari mobilnya, Renata menggenggam tangan Novian dan menatap dalam pada pria itu.


“Berjanjilah padaku bahwa kita tidak akan putus komunikasi selepas ini.”


“Aku tidak bisa menjanjikan apa pun padamu, Renata.”


“Kenapa? Apakah kamu sudah tidak lagi mencintaiku?”


“Kenapa kamu harus selalu mempertanyakan hal itu?”


“Karena kamu tidak pernah mau membahas soal itu.”


“Rasa cintaku padamu masih sama seperti dulu, hanya saja saat ini semua sudah berubah.”


“Namun kita bisa melalui semua ini, aku yakin itu.”


Novian menatap mata Renata yang nampak begitu yakin untuk memperjuangkan kisah mereka seperti dulu yang pernah terputus, namun Novian nampak masih ragu mengenai keputusan apa yang harus ia ambil saat ini.


“Jangan merasa terbebani dengan Miko, aku dan dia pasti akan bercerai kemudian kita bisa memulai hidup baru yang menyenangkan bersama putriku.”


“Apakah menurutmu jalan kita akan semudah itu?”


“Tidak, tentu saja tidak akan mudah, namun aku yakin kalau kita bersama maka kita pasti bisa melaluinya.”


Novian akhirnya percaya bahwa mungkin saja ini adalah saat yang tepat untuk kembali memperjuangkan cinta mereka yang dulu sempat kandas karena keadaan, walaupun saat ini kondisi mereka sudah berbeda dan


banyak sekali tantangan yang sudah siap menghadang cinta mereka, namun Novian akhirnya yakin bahwa mungkin Renata adalah jodohnya.


“Baiklah, mari kita berjuang bersama-sama.”


Renata nampak tersenyum saat Novian mengatakan itu, ia memeluk pria yang masih ia cintai itu dan Novian membalas pelukan Renata, cukup lama mereka saling berpelukan sampai akhirnya Renata melerai pelukan mereka.


“Terima kasih Novian.”


“Mari kita berjuang bersama sekali lagi Renata.”


“Iya, mari kita sama-sama berjuang.”

__ADS_1


__ADS_2