Cinta Itu Kamu

Cinta Itu Kamu
Akhiri Semua


__ADS_3

Miko telah mempersiapkan skenario pembunuhan mama tirinya dengan baik, ia tidak mau sampai ada kecurigaan dari pihak kepolisian maupun pihak yang lainnya perihal penyebab meninggalnya sang mama tiri. Miko


sudah berkomunikasi dengan orang suruhannya dan ia meminta supaya orang suruhannya segera melakukan eksekusi pada hari ini juga karena ia sudah tidak mau menunggu lama lagi.


“Siapa yang barusan kamu telepon?” tanya Renata saat menghampiri Miko.


“Orang suruhanku.”


“Aku tidak menyangka kalau kamu benar-benar akan melakukan hal ini.”


“Melakukan apa maksudmu?”


“Tentu saja menyingkirkan mama tirimu.”


“Kamu tahu kan kalau aku bukanlah orang yang suka bermain-main dengan ucapan? Kalau aku sudah mengatakan ingin menghabisi nyawanya maka aku akan melakukan itu.”


“Namun kamu menggunakan tangan orang lain supaya tanganmu tetap bersih, apakah kamu yakin skenario yang sudah kamu rancang bisa berjalan sesuai dengan apa yang kamu harapkan?”


“Tentu saja aku yakin.”


****


Karena hari ini adalah hari libur, Renata mengajak putrinya pergi ke rumah kedua orang tuanya dan secara mengejutkan Miko mau ikut padahal Renata sama sekali tidak menawarkan pria itu untuk ikut dengannya.


“Kenapa kamu mau ikut?”


“Memangnya aku tidak boleh ikut ke rumah orang tuamu?”


“Tentu saja boleh, hanya saja biasanya kamu akan mencari banyak alasan ketika aku mengajakmu untuk datang ke rumah kedua orang tuaku kalau memang tidak ada acara yang sangat penting.”


“Sudahlah, jangan banyak bicara dan mari kita pergi.”


Maka mereka bertiga pun akhirnya pergi menuju rumah kedua orang tua Renata berada, mereka disambut oleh Marinka yang begitu bahagia bertemu kembali dengan cucu kesayangannya.


“Nenek!”


“Cucuku, sini sayang.”


Ruth begitu bahagia bertemu kembali dengan sang nenek, anak itu langsung memeluk dan mencium pipi neneknya dengan penuh kasih sayang. Setelah itu kini Marinka mencium anak dan menantunya sebelum ia mempersilakan


mereka masuk ke dalam rumah.


“Papa ada, Ma?” tanya Renata.

__ADS_1


“Papa dan adikmu sedang main golf saat ini, mungkin mereka akan tiba dalam beberapa saat lagi.”


“Begitu rupanya.”


“Aku mau pergi ke kamar mandi dulu,” ujar Miko.


“Kamu masih ingat di mana letak kamar mandinya kan?” tanya Marinka.


“Tentu saja aku masih ingat,” jawab Miko seraya pergi menuju kamar mandi.


****


Ketika Miko sedang pergi ke kamar mandi, Marinka bertanya kenapa menantunya itu mau ikut datang ke rumah ini, Renata pun menjawab bahwa ia sendiri tidak tahu apa yang membuat Miko mau untuk diajak pergi ke tempat ini sekarang.


“Namun syukurlah kalau dia mau pergi ke sini walaupun tidak ada acara khusus.”


“Begitulah.”


“Kamu dan Miko tidak pernah bertengkar kan?”


“Bohong kalau aku dan dia tidak pernah bertengkar, kami memang kadang bertengkar dia menyebalkan sih.”


“Namanya juga rumah tangga, pasti ada kalanya kalian akan bertengkar namun pasti memiliki solusinya agar rumah tangga kalian bisa tetap bertahan.”


“Ma, sejujurnya aku ingin sekali mengatakan ini padamu sejak lama.”


“Aku ingin bercerai dengan Miko.”


“Apa katamu? Memangnya kenapa kamu mau bercerai dengan dia? Dia adalah pria yang baik.”


“Aku tidak pernah mencintainya bahkan sampai detik ini, dia pun juga tidak mencintaiku.”


“Kalau kalian tidak pernah saling mencintai bagaimana Ruth bisa hadir ke dunia itu?”


“Itu adalah sesuatu hal yang tidak disengaja.”


“Mama tahu berat sekali untukmu bertahan dalam menjalani rumah tangga dengan orang yang tidak kamu cintai, namun apakah kamu tidak sayang pada anakmu kalau kalian berdua berpisah? Bagaimana perasaan Ruth


saat tahu kedua orang tuanya sudah tidak lagi bersama?”


****


Miko rupanya diam-diam menerima telepon dari Miley saat ia berada di halaman belakang rumah, wanita itu menanyakan di mana Miko berada saat ini dan ketika Miko mengatakan saat ini dia sedang ada di rumah

__ADS_1


mertuanya maka Miley pun nampak tidak suka.


“Kenapa kamu harus pergi ke sana?”


“Memangnya kenapa? Apakah yang aku lakukan salah?”


“Harusnya ketika akhir pekan, kamu mengajakku jalan-jalan layaknya pasangan lain bukan malah menemani istri dan anakmu pergi ke rumah orang tuanya!”


“Aku tidak mau membuat Renata berpikiran yang macam-macam tentangku, Miley.”


“Mau sampai kapan kamu akan merahasiakan hubungan kita dari Renata? Cepat atau lambat dia pasti akan mengetahui mengenai hal ini.”


“Bisakah kamu tidak perlu membahas hal ini lagi?”


“Pokoknya kamu harus mulai bicara dengan Renata atau kalau kamu masih tidak mau mengatakan hubungan kita pada wanita itu maka aku akan melakukan sesuatu hal yang buruk pada Renata dan anaknya!”


“Jangan pernah kamu coba untuk menyakiti mereka, Miley!”


“Aku bisa melakukan apa pun yang aku inginkan, kamu tahu seperti apa aku kan?”


Miko memutuskan untuk menutup sambungan teleponnya dan mematikan ponselnya supaya Miley tidak dapat mengganggunya lagi, kini Miko kembali masuk ke dalam rumah dan ketika ia hendak menuju ruang tengah, ia tidak


sengaja mendengar percakapan antara mama mertua dan istrinya yang mana mereka berdua tengah membicarakan dirinya.


****


Ketika hari sudah beranjak siang nampak papanya Renata dan Kenzo tiba di rumah, Ruth langsung menyambut kedatangan kakek dan omnya di pintu, tingkah Ruth itu tentu saja membuat kakek dan omnya menjadi gemas.


Renata kemudian memeluk dan mencium papanya karena ia sangat merindukan sang papa, Miko pun melakukan hal yang sama dengan apa yang Renata lakukan barusan pada papanya. Sementara itu kini selepas papa dan adiknya mandi serta berganti pakaian, mereka semua sudah siap di meja makan untuk menyantap hidangan makan


siang yang sudah tersaji di meja makan.


“Ayo makan sayang,” ujar Marinka yang nampak begitu antusias ketika cucunya yang sudah pandai memilih lauk yang dihidangkan di atas piringnya.


“Cucu Kakek sudah besar sekarang, ya,” ujar Arjuna.


Mereka semua kemudian makan siang dengan tenang, hanya ada beberapa percakapan kecil yang terjadi di meja makan hingga setelah makan siang, Marinka mengajak cucunya untuk tidur siang terlebih dahulu di kamar.


Ruth nampak mengikuti saja apa yang neneknya ucapkan dan kini mereka sudah pergi dari ruang tengah untuk beristirahat. Sementara Renata mengajak Kenzo untuk bicara di halaman belakang rumah, mereka berdua duduk saling bersisian sambil menatap pepohonan yang tumbuh di halaman belakang rumah.


“Tumben suamimu mau datang ke sini.”


“Aku sendiri tidak tahu apa yang membuatnya mau untuk diajak datang ke sini.”

__ADS_1


“Kalian baik-baik saja kan?”


“Pertanyaanmu konyol sekali, tentu saja kami berdua tidak baik-baik saja, aku sudah lelah dengan semua ini dan ingin mengakhiri segalanya.”


__ADS_2