Cinta Itu Kamu

Cinta Itu Kamu
Sandera Baru


__ADS_3

Miko seperti orang yang sudah kehilangan akal sehatnya, ia terus berusaha mempertahankan rumah tangganya dengan Renata walaupun Renata sudah mengatakan bahwa tidak ada lagi yang dapat dipertahankan dari rumah tangga mereka.


“Kalau memang aku tidak bisa membuat kita tetap bersama, maka lebih baik kita mati saja berdua!”


“Kalau memang kamu ingin mati, maka kamu mati saja sendiri! Jangan mengajakku untuk ikut bersamamu.”


“Tentu saja tidak bisa, kalau hanya aku saja yang mati maka kamu akan bahagia dengan pria itu, aku tidak akan membiarkanmu melakukan itu, Renata!”


Miko menarik Renata menuju sebuah danau buatan, Renata tahu apa yang sebenarnya hendak Miko lakukan padanya saat ini, ia meronta sekuat tenaga supaya dilepaskan oleh Miko namun tentu saja karena tenaga Miko


yang lebih besar darinya maka upaya yang ia lakukan sia-sia saja.


“Tolong! Tolong!”


“Diam kamu!”


****


Renata berusaha berteriak meminta tolong dan meronta hingga akhirnya upaya yang ia buat saat ini membuahkan hasil, ada beberapa orang yang mendengar suara minta tolongnya dan kemudian pergi menghampirinya.


“Tolong aku!”


“Diam kamu!”


Karena bantuan dari orang disekitar akhirnya aksi Miko yang ingin menenggelamkan Renata di danau itu terhenti, Miko nampak begitu tak terima ketika rencananya digagalkan oleh orang yang menolong Renata.


“Terima kasih karena kalian sudah menolongku,” ujar Renata pada orang-orang yang menyelamatkannya.


“Kalian semua kenapa menghentikanku!” seru Miko yang justru nampak tak terima ketika aksinya digagalkan.


Renata meminta orang yang berkumpul di sini untuk membawa Miko menjauh darinya, Renata mengatakan bahwa Miko mengalami gangguan jiwa jadi lebih baik pria itu segera dibawa ke rumah sakit jiwa saja, ucapan


Renata itu rupanya membuat Miko berang, ia tak terima dan marah pada Renata.


“Berani sekali kamu mengatakan bahwa aku ini sudah tidak waras!”


“Kalian semua bisa lihat sendiri bagaimana pria ini bereaksi kan?”


Miko ditahan oleh orang-orang supaya tidak mengejar Renata yang sudah masuk ke dalam mobilnya, di dalam mobil nampak Renata menghela napasnya lega karena saat ini ia berhasil untuk melarikan diri dari


Miko.


“Semoga saja selepas ini dia tidak akan menggangguku lagi.”

__ADS_1


****


Elhora pulang ke rumah dengan perasaan berkecamuk, tentu saja ia merasa marah dan tak terima dengan apa yang dialami oleh Miley karena selain putrinya itu harus masuk rumah sakit jiwa dan menjadi tersangka


kasus penculikan, saat ini putrinya itu juga hamil anak Miko. Miley nampak begitu bersemangat saat membahas soal anak yang sedang dikandung olehnya dan hal tersebut membuat Elhora begitu sedih.


“Kamu dari mana?” tanya Tuan Yunus pada sang istri.


“Aku baru saja dari rumah sakit,” jawabnya.


“Rumah sakit? Kamu menemui Miley?”


“Iya, aku berhasil menemuinya.”


“Bagaimana kondisinya saat ini? Apakah dia baik-baik saja?”


“Iya, dia sudah jauh lebih baik.”


“Kalau dia sudah jauh lebih baik, kenapa kamu bersedih?”


Elhora terdiam karena ia dilema, apakah harus mengatakan yang sejujurnya pada sang suami mengenai kondisi Miley saat ini yang sedang mengandung atau tidak. Tuan Yunus sendiri merasa bahwa istrinya mengetahui sesuatu namun ia sengaja tidak memberitahukan padanya, Tuan Yunus pun mendesak supaya istrinya ini mau mengatakan apa yang ia ketahui sebenarnya.


“Elhora, aku tahu bahwa pasti ada sesuatu kan?”


“Katakan padaku, sebenarnya apa yang kamu ketahui saat ini.”


“Aku… sebenarnya… ini menyangkut Miley.”


“Ada apa dengan putri kita itu?”


****


Saat pulang sekolah Ruth dijemput bukan oleh sopir yang biasa mengantar dan menjemputnya melainkan oleh sopir pribadi Miko, sebelumnya ia diperintahkan oleh Miko menjemput putrinya di sekolah karena tahu


bahwa hanya dengan cara ini saja maka Renata tidak akan bisa menceraikannya selain juga ia akan membuat perhitungan dengan Novian karena sudah berani menentang perintahnya. Awalnya Ruth tidak mau ikut dengan sopir Miko itu sampai akhirnya setelah Ruth mendengar suara sang papa lewat telepon yang memintanya untuk ikut


dengan sopir itu barulah Ruth percaya dan mau ikut dengannya. Ruth kini sudah berada di kantor Miko, anak itu begitu bahagia ketika bertemu lagi dengan sang papa.


“Aku bahagia karena bisa bertemu lagi dengan Papa, kenapa Papa tidak pernah menjenguk kami di rumah kakek dan nenek?”


“Bukannya Papa tidak mau menjengukmu sayang, hanya saja saat ini mamamu tidak memberikan izin untuk Papa menjengukmu.”


“Kenapa mama tidak mengizinkan Papa untuk menjengukku?”

__ADS_1


“Mama sedang marah pada Papa, namun kamu bisa membuat hubungan kami membaik, kamu bisakan bicara pada mama dan membujuknya supayakembali ke rumah agar Ruth bisa bersama-sama lagi dengan Papa.”


“Iya Pa.”


“Baiklah, untuk sekarang Ruth bermain saja di sini, Papa akan mengantarkanmu pulang nanti selepas Papa sudah selesai bekerja.”


“Iya Pa.”


****


Renata gelisah menunggu kepulangan Ruth di rumah kedua orang tuanya, perasaannya menjadi tidak tenang sejak tadi. Puncaknya adalah ketika sopirnya menelpon bahwa ketika ia sudah sampai di sekolah, Ruth sudah


tidak ada karena menurut pihak sekolah sudah ada orang yang menjemput Ruth. Penjelasan dari sopirnya itu membuat Renata marah, ia takut kalau kejadian buruk penculikan pada Ruth kembali terulang namun tidak lama kemudian ia mendapatkan telepon dari Miko, awalnya Renata tidak mau menjawab telepon dari Miko tersebut namun saat Miko kembali mencoba menghubungi Renata untuk kali kedua, maka wanita itu mau menjawab telepon darinya.


“Mau apa kamu menelponku?”


“Kamu pasti sedang menunggu Ruth pulang kan?”


“Apakah kamu tahu di mana dia berada sekarang?”


“Iya, dia sedang bersamaku saat ini.”


“Syukurlah, aku pikir dia hilang.”


“Mulai sekarang Ruth akan tinggal bersamaku.”


“Apa katamu? Tentu saja tidak bisa, Ruth harus tinggal bersamaku.”


“Kalau kamu ingin melihat dan berjumpa lagi dengan Ruth maka kembalilah ke rumah kita.”


“Tidak akan! Aku tidak akan kembali ke rumah itu, aku akan ke kantor dan membawa Ruth pulang bersamaku.”


“Benarkah? Apakah kamu yakin bisa masuk ke dalam kantor? Aku sudah memberikan instruksi pada satpam yang berjaga supaya tidak mengizinkanmu masuk ke dalam gedung, jadi aku rasa kamu hanya akan sia-sia saja


datang ke kantor ini, lebih baik kamu langsung datang saja ke rumah.”


“Sampai kapan pun aku tidak akan sudi menginjakan kakiku lagi di rumah itu!”


“Baiklah kalau begitu, sepertinya kamu sudah memberikanku izin supaya Ruth bisa ada dalam pengasuhanku.”


Setelah itu Miko langsung menutup sambungan teleponnya, Renata tentu saja kesal dengan ucapan Miko barusan, ia tidak bisa membiarkan Miko mengambil Ruth darinya.


“Kamu tidak bisa melakukan ini padaku, Miko!”

__ADS_1


__ADS_2