
Renata nampak begitu gelisah saat menunggu kapan Ruth pulang padahal seharusnya sudah dari satu jam yang lalu anaknya itu sampai di rumah namun sampai saat ini belum juga sampai. Renata mencoba menelpon ke
sekolah untuk bertanya apakah ada pelajaran tambahan namun pihak sekolah mengatakan bahwa saat ini tidak ada pelajaran tambahan maupun kegiatan ekstrakulikuler. Renata mencoba menelpon sopir yang biasa mengantar dan menjemput putinya namun ia juga tidak mendapatkan jawaban.
“Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?”
Setelah menunggu cukup lama dengan perasaan yang kalut, mobil yang biasa ditumpangi oleh Ruth akhirnya tiba juga di rumah, buru-buru Renata keluar rumah untuk menyambut putrinya namun rupanya Ruth tidak ada di dalam sana.
“Ke mana anakku?”
“Maaf Nyonya, namun Nona Ruth tadi diculik oleh dua orang tidak dikenal.”
“Apa katamu? Ruth diculik?!”
****
Renata tentu saja panik saat mendengar berita kalau putrinya diculik oleh dua orang tidak dikenal, ia mencoba menelpon suaminya untuk memberitahu apa yang terjadi pada putri mereka. Miko yang dihubungi oleh
Renata juga sangat terkejut dengan berita penculikan Renata, Miko mengatakan kalau ia akan segera mencari di mana keberadaan Ruth.
“Ke mana sebenarnya Ruth berada saat ini?”
Saat Renata masih kalut dan tidak dapat memejamkan mata, ada panggilan telepon dari sebuah nomor yang tidak dikenal. Renata awalnya tidak mau menjawab telepon dari nomor asing tersebut namun karena berpikir bahwa mungkin saja ini adalah sebuah telepon penting, maka ia pun memutuskan untuk menjawab telepon ini.
“Siapa ini?”
“Apakah kamu merindukan anakmu?”
“Apakah kamu yang sudah menculik anakku?!”
“Iya, aku yang sudah menculik anakmu, apakah kamu mau mendengar suara anakmu?”
“Mama tolong!”
“Ruth!”
“Kamu bisa dengar sendiri kan suara anakmu itu?”
“Kamu ada di mana sekarang? Lepaskan anakku!”
“Aku tidak akan memberitahu di mana anakmu berada, asal kamu tahu dia akan kembali padamu saat sudah menjadi mayat!”
Setelah itu telepon dimatikan sepihak, Renata mencoba kembali menghubungi nomor tersebut namun sayangnya nomor yang tadi digunakan untuk menghubunginya sudah tidak aktif.
__ADS_1
“Ya Tuhan, di mana sebenarnya saat ini Ruth berada, aku tidak boleh membiarkan sampai dia kenapa-kenapa.”
****
Hingga keesokan harinya belum juga ada kabar mengenai di mana keberadaan Ruth, Renata sudah menceritakan perihal ancaman yang dilakukanoleh seseorang lewat telepon tadi malam yang ia duga adalah penculik dari Ruth.
Mereka sudah mencoba melacak dari mana nomor itu berasal dan kini ada orang suruhan Miko yang bergerak ke tempat itu untuk mengecek apakah ada orang di sana.
“Aku takut kalau Ruth kenapa-kenapa.”
“Semoga saja tidak terjadi apa pun padanya.”
“Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri kalau terjadi sesuatu hal yang buruk pada Ruth.”
Hari ini Miko harus pergi bekerja dan di rumah ini ada mama mertuanya yang sengaja datang selepas mendengar berita penculikan cucu kesayangannya.
“Tolong jaga Renata selama aku pergi, Ma.”
“Kamu tenang saja, Renata akan aman bersamaku.”
“Aku pergi dulu.”
“Hati-hati di jalan.”
“Aku takut kalau orang itu benar-benar melakukan ancamannya.”
“Jangan berpikiran buruk dulu, Nak. Mama yakin tidak lama lagi Ruth pasti akan segera ditemukan.”
“Kalau sampai Ruth dipulangkan dalam kondisi tidak bernyawa aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri.”
“Sudahlah Nak, jangan selalu berpikiran buruk terus, kita harus yakin kalau Ruth pasti akan kita temukan dalam kondisi hidup.”
****
Miley menghubungi Miko dan wanita itu mengajak Miko untuk berjumpa di sebuah tempat, awalnya Miko enggan bertemu dengan Miley namun setelah wanita itu mengatakan tahu di mana keberadaan Ruth maka Miko pun mau
menemui Miley. Saat ini mereka bertemu di sebuah restoran yang agak jauh jaraknya dari kantor, tanpa basa-basi Miko menanyakan di mana Ruth berada namun Miley seperti sengaja mengulur-ulur waktu supaya ia bisa berlama-lama menghabiskan waktu dengan Miko.
“Miley, aku tidak memiliki banyak waktu, cepat katakan apa yang kamu ketahui soal anakku.”
“Tenanglah Miko, aku akan memberitahumu namun untuk saat ini bagaimana kalau kita tenang dan nikmati hidangan ini.”
“Bagaimana bisa aku tenang sementara putriku menghilang?!”
__ADS_1
“Kamu sepertinya sangat menyayangi putrimu itu.”
“Tentu saja, dia adalah anakku, sekarang katakan di mana Ruth berada atau aku akan pergi dari sini kalau kamu masih terus mengulur waktu dan berbicara tidak jelas!”
“Baiklah, aku akan memberitahumu sesuatu. Ruth akan mati jika kamu tidak mau melakukan apa yang aku katakan.”
“Sudah aku duga kalau kamu adalah dalang di baliksemua ini.”
“Iya, aku memang dalang di balik semua ini, aku ingin melenyapkan siapa pun yang menjadi pengahalangku untuk kita bisa bersama.”
****
Miley terkejut ketika Miko merekam pembicaraan mereka barusan, dengan bukti yang sudah Miko dapatkan maka pria itu mengancam akan melaporkan Miley ke polisi namun Miley justru tertawa dengan ancaman yang diberikan oleh Miko barusan.
“Apa yang lucu? Apakah kamu tidak takut kalau dipenjara atas perbuatanmu?”
“Aku sama sekali tidak takut dipenjara, apakah kamu pikir aku bisa dengan mudah dipenjara, hm?”
“Tentu saja kamu akan dipenjara atas perbuatanmu itu, kamu pikir papamu akan membebaskanmu dari tempat itu setelah kamu melakukan kejahatan?!”
“Kalau kamu masih ingin melaporkanku pada polisi maka saat ini juga Ruth akan dibunuh oleh orang suruhanku dan kita impas.”
“Berani sekali kamu mengancamku!”
“Aku tidak memiliki pilihan lain Miko, kamu yang membuatku berani melakukan semua ini.”
“Kamu sudah tidak waras!”
“Aku memang sudah tidak waras dan semua itu karenamu!”
Miko mendesak supaya Miley memberitahukan di mana Ruth berada namun Miley tetap tidak mau buka suara di mana Ruth berada karena Miko masih ngotot ingin menjebloskannya ke penjara.
“Baiklah sepertinya kamu membuat ini menjadi lebih rumit, aku tidak memiliki pilihan lain.”
Miko kemudian pergi dari restoran itu menuju suatu tempat, Miley nampak tersenyum tipis dan kemudian ia meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang yang tentu saja tidak lain dan tidak bukan adalah orang
suruhannya.
“Segera bawa anak itu pergi dari sana, jangan sampai ada orang lain yang tahu di mana keberadaannya kalian tahu kan konsekuensinya kalau misi ini gagal?”
Setelah itu Miley menutup sambungan teleponnya dan pergi dari restoran tersebut, ia memutuskan untuk pulang ke rumah namun baru saja ia tiba di depan rumah sudah ada polisi yang menunggunya di sana.
“Rupanya kamu benar-benar menginginkan anak itu mati Miko, baiklah aku akan kabulkan permintaanmu.”
__ADS_1