Cinta Itu Kamu

Cinta Itu Kamu
Rencana Romantis yang Gagal


__ADS_3

Tuan Andra bertanya pada Elhora mengenai apa maksud dan tujuan wanita ini datang menemui putranya di kantor ini, namun belum sempat Elhora menjawab pertanyaan dari Tuan Andra, orang yang ingin ia temui muncul dari belakangnya.


“Ada apa ini?”


“Wanita ini katanya ingin berbicara denganmu,” ujar Tuan Andra.


“Iya, aku tahu maka dari itu aku datang ke sini.”


Tuan Andra kemudian pergi meninggalkan mereka, selepas papanya pergi barulah Miko mengajak Elhora untuk bicara di luar supaya tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka berdua.


“Apa yang membawa anda datang ke sini?”


“Kamu kan pasti yang membuat putriku masuk rumah sakit jiwa?”


“Dia memang seharusnya ada di tempat itu, Nyonya.”


****


Elhora sudah memohon pada Miko supaya pria ini mau membuat Miley keluar dari rumah sakit jiwa, namun Miko tetap berkeras bahwa Miley harus tetap ada di tempat itu karena kalau Miley dikeluarkan dari rumah


sakit jiwa sebelum ia sembuh maka ia bisa melakukan hal yang buruk pada orang-orang disekitar.


“Kalau sudah tidak ada lagi yang ingin anda bicarakan, saya permisi dulu.”


“Tunggu dulu Miko, aku belum selesai bicara denganmu, kenapa kamu mau pergi begitu saja?”


“Aku pikir sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, semua sudah jelas.”


Selepas mengatakan itu Miko langsung pergi meninggalkan Elhora walaupun wanita itu terus memanggil namanya. Elhora merasa sedih dan marah pada Miko karena tidak mau menuruti apa yang ia inginkan, karena merasa kedatangannya ke tempat ini sia-sia saja maka Elhora tidak mau membuat dirinya terlihat lebih menyedihkan lagi di hadapan Miko jadi ia pergi saja dari kantor ini. Ketika Elhora berjalan perlahan hendak meninggalkan kantor ini, ia melihat sosok pria yang menarik perhatiannya, Elhora terus memperhatikan gerak-gerik pria itu hingga pria itu menghilang dari pandangannya.


“Pria itu sepertinya menarik juga, aku harus tahu lebih jauh mengenai pria itu.”


Elhora kemudian bergegas masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari kantor Miko seraya memikirkan sosok pria yang tadi secara tidak sengaja ia temui.


“Pokoknya aku harus mendapatkan informasi mengenai siapa dia.”


****

__ADS_1


Miley berusaha diam-diam melarikan diri dari rumah sakit ini, namun setiap kali ia berusaha melarikan diri selalu saja tertangkap basah oleh perawat yang berjaga di sepanjang koridor.


“Lepaskan aku!”


Dan setiap kali Miley ketahuan hendak melarikan diri dan dibawa masuk kembali ke ruangan inapnya, wanita itu selalu saja meronta hingga para perawat harus memberikan obat penenang supaya Miley tidak lagi bersikap agresif dan dapat melukai para perawat. Selepas pulang bekerja, Miko mendatangi rumah sakit jiwa tempat di mana Miley dirawat, ia bicara dengan dokter yang menangani Miley untuk membicarakan bagaimana kondisi kesehatan wanita itu hingga saat ini. Dokter pun menjelaskan bagaimana kondisi kesehatan Miley hingga saat ini pada Miko, karena pria itu adalah orang yang bertanggung jawab untuk pengobatan Miley selama dirawat di rumah sakit, maka Miko diizinkan oleh dokter untuk melihat dari dekat bagaimana kondisi Miley saat ini.


“Namun kami tidak menyarankan anda masuk ke dalam ruangan inapnya karena menurut saya itu agak terlalu berisiko, dia bisa saja menyerang anda.”


“Saya tahu dokter.”


Kini mereka berdua sudah berada di depan ruangan inap Miley, Miko melihat saat ini wanita itu sedang duduk di atas ranjang dan menatap ke arahnya dengan tatapan tajam, Miko memberikan sebuah seringai di bibirnya yang membuat Miley berang.


****


Tuan Yunus tidak kalah stresnya dengan sang istri saat tahu bahwa Miley saat ini dirawat di rumah sakit jiwa dan tidak ada seorang pun anggota keluarga yang diperbolehkan untuk menjenguknya. Pihak rumah sakit


beralasan bahwa saat ini kondisi Miley sedang tidak baik dan wanita itu bisa saja menyerang orang-orang di sekitarnya dan hal tersebut yang membuat pihak rumah sakit akhirnya melarang adanya orang yang mau menjenguk Miley.


“Alasan macam apa itu,” ujar Tuan Yunus kesal.


“Aku sendiri tidak paham sayang,” ujar Elhora.


Elhora nampak diam dan tidak menjawab pertanyaan dari suaminya, hal tersebut tentu saja menjadikan tanda tanya untuk Tuan Yunus.


“Elhora, kenapa kamu diam saja? Apakah kamu tahu siapa orang itu?”


Elhora tentu saja dilema, apakah ia harus memberitahu suaminya semua yang ia ketahui namun konsekuensinya pasti sang suami akan marah padanya.


“Elhora, kenapa kamu hanya diam?! Aku ini bicara padamu!”


“Aku minta maaf sayang, sebenarnya aku…aku….”


“Aku apa?! Cepat kamu bicara yang jelas!”


****


Akhir pekan akhirnya tiba juga, Renata sudah bersiap dengan pakaian terbaiknya untuk bertemu dengan Novian. Ia berkali-kali mematut dirinya di depan cermin untuk memastikan tidak ada sesuatu yang kurang saat ini.

__ADS_1


“Baiklah, semuanya nampak aman, aku terlihat sangat cantik dan menawan.”


Miko masuk ke dalam kamar dan mengerutkan keningnya heran saat melihat istrinya sudah berdandan dan mengenakan pakaian yang rapih, Renata tidak mengatakan dia ingin pergi ke mana padanya saat ini.


“Kamu mau pergi ke mana?”


“Bukan urusanmu.”


“Kenapa kamu tidak mau memberitahuku?”


“Karena tidak semua hal perlu kamu tahu.”


Renata hendak pergi dari kamar, namun tangannya ditahan oleh Miko dan hal tersebut membuat wanita itu marah.


“Apa-apaan kamu ini? Lepaskan tanganmu!”


“Aku tidak akan melepaskan tanganku sebelum kamu mengatakan mau pergi ke mana.”


“Sejak kapan kamu peduli aku mau pergi ke mana? Urus saja masalahmu sendiri, Miko!”


Renata menghempaskan tangan Miko dengan kasar sebelum akhirnya ia berlari keluar rumah dan masuk ke dalam mobilnya, buru-buru ia melajukan kendaraannya itu menuju sebuah tempat yang menjadi titik di mana ia


dan Novian sudah janjian bertemu.


“Aneh sekali dia, aku yakin pasti dia mau menemui pria itu.”


Renata sampai juga di restoran tempat di mana ia dan Novian sudah janjian bertemu, Renata duduk di kursi seraya menunggu Novian dengan gelisah hingga akhirnya pria itu muncul juga di hadapannya. Mereka membicarakan soal perselingkuhan yang dialami oleh Renata dan kemudian tanpa diduga nampak pria yang tidak lain adalah Miko datang dan menuju meja mereka, ia tidak terima ketika istrinya menghabiskan waktu makan siang dengan pria


lain.


“Apa-apaan ini? Kenapa kamu menghabiskan waktu dengan pria lain tanpa memberitahuku dulu?!”


“Kenapa kamu bisa tahu aku di sini?”


“Ikut denganku!”


“Tidak mau! Lepaskan aku!”

__ADS_1


Namun tentu sia-sia saja ia melawan suaminya, pada akhirnya ia tetap dibawa pergi dari restoran tersebut dan dipaksa masuk ke dalam mobil.


__ADS_2