
Renata mau tidak mau memikirkan mengenai nasib Ruth jika nanti ia bercerai dengan Miko, Renata tidak akan pernah membiarkan Miko sampai membuat hak asuh Ruth jatuh ke tangan pria itu.
“Tidak, aku tidak akan pernah membiarkan dia melakukan itu padaku.”
Selepas dari sekolah Ruth, Renata tidak langsung pulang ke rumahnya melainkan ia pergi ke rumah Novian, ia ingin memberikan kejutan pada pria itu karena sebelumnya ia tidak memberitahu Novian jika ia ingin datang ke rumah. Renata kini sudah sampai di depan rumah Novian, ia keluar dari dalam mobilnya dan berjalan menuju pintu. Renata mengetuk pintu beberapa kali sampai akhirnya pintu terbuka, alangkah terkejutnya Renata ketika melihat
orang yang membukakan pintunya dan orang itu juga sama terkejutnya dengan Renata.
“Kamu? Bagaimana bisa kamu ada di rumah ini?”
“Ini rumah tempatku tinggalku.”
“Apa?”
****
Renata nampak tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, pria yang merupakan selingkuhan mama tirinya Miko berdiri tepat di depannya dan yang lebih mengejutkan adalah pria itu mengatakan bahwa ia tinggal di rumah ini?
“Apakah kamu sedang tidak bercanda saat ini?”
“Aku sama sekali tidak bercanda, aku serius mengatakannya.”
Renata nampak menghela napasnya panjang berusaha menenangkan dirinya yang benar-benar sangat terkejut ketika mendapati sosok pria ini rupanya tinggal di rumah yang sama dengan Novian, tidak lama kemudian
Novian keluar dari dalam rumah selepas ia mendengar suara berisik dari luar rumah, alangkah terkejutnya ia ketika mendapati Renata berdiri di depan pintu rumahnya.
“Renata?”
“Hai.”
“Bisakah kamu tinggalkan kami berdua?”
Pria itu kemudian pergi masuk ke dalam selepas Novian mengatakan hal tersebut, kini Novian dan Renata duduk di kursi depan yang ada di teras rumah, Novian bertanya kenapa Renata bisa datang ke rumah ini.
“Aku ingin memberikanmu kejutan sekaligus ingin melihat bagaimana keadaanmu selepas kamu dipecat dari perusahaan Miko.”
“Oh seperti yang kamu lihat, beginilah keadaanku.”
“Novian, bolehkah aku bertanya padamu?”
“Tentang apa?”
****
Renata terkejut ketika mengetahui kalau pria itu adalah kakak dari Novian karena selama ini Novian tidak pernah menceritakan kalau ia memiliki seorang kakak, Novian beralasan bahwa ia tidak bercerita karena Renata tidak bertanya lebih jauh mengenai keluarganya dulu.
“Kamu benar juga.”
__ADS_1
“Ngomong-ngomong apakah tidak apa-apa kalau kamu datang ke sini?”
“Memangnya kenapa kamu bertanya begitu?”
“Tidak, mungkin saja nanti suamimu itu akan mencari gara-gara karena kamu kedapatan mendatangi rumahku ini.”
“Aku tidak peduli soal Miko, yang aku pedulikan adalah kamu, aku benar-benar khawatir selepas kamu mengabari kalau sudah dipecat oleh Miko, bagaimana apakah kamu sudah mendapatkan pekerjaan?”
“Belum.”
“Novian aku ….”
“Tidak perlu Renata, aku akan mencarinya sendiri.”
“Tapi aku kan bisa membantumu.”
“Tolong untuk kali ini saja, kamu tidak perlu ikut campur, aku ingin membuktikan kalau aku bisa mendapatkan pekerjaan selepas aku dipecat dari perusahaan itu.”
Renata akhirnya menghela napasnya panjang dan menyetujui apa yang dikatakan oleh Novian walaupun ia tahu bahwa tidaklah mudah untuk menentang pengaruh Miko.
“Ngomong-ngomong, apakah kamu sudah mengetahui pekerjaan kakakmu?” tanya Renata penasaran.
“Iya, aku sudah tahu.”
“Jadi kamu sudah tahu?!”
“Iya, kamu tidak boleh sampai melakukan itu.”
****
Di dalam mobilnya, Elhora nampak memperhatikan kebersamaan Renata dan Novian, Elhora mendapatkan alamat Novian dari orang suruhannya yang memang ditugaskan menghimpun berbagai informasi mengenai pria itu. Namun Elhora tidak tahu sama sekali mengenai hubungan antara Renata dan Novian, ia benar-benar penasaran sebenarnya ada hubungan apa di antara kedua orang itu.
“Apakah diam-diam Renata juga berselingkuh di belakang Miko?”
Elhora masih tetap diam dan mengamati dari dalam mobilnya sampai akhirnya Renata dan Novian masuk ke dalam mobil wanita itu, sepertinya mereka ingin pergi ke suatu tempat dan Elhora penasaran sebenarnya
mereka mau pergi ke mana.
“Aku tidak boleh kelewatan soal ini, aku harus tahu mereka akan pergi ke mana.”
Elhora kemudian mengikuti ke mana perginya mobil Renata, rupanya Renata membawa mobilnya menuju sebuah mall, diam-diam Elhora mengikuti mereka berdua tentu saja dari jarak yang cukup jauh. Kalau
diperhatikan dari tempatnya berdiri saat ini, Elhora merasa bahwa memang ada sesuatu yang terjadi di antara Renata dan Novian, ia merasa kalau keduanya saat ini tengah menjalin hubungan yang lebih dari seorang teman.
“Tidak mungkin kalau mereka hanya berteman, aku sama sekali tidak akan mempercayai hal itu.”
Sebagai barang bukti, Elhora mengambil beberapa foto mereka yang sedang berdua, foto itu akan ia gunakan sewaktu-waktu jika tebakannya benar.
__ADS_1
****
Novian merasa tidak enak ketika ditraktir oleh Renata makan dan juga menonton film di bioskop, bahkan wanita itu juga ingin membelikan baju dan sepatu baru untuk Novian namun pria itu menolaknya.
“Tidak baik menolak pemberian dari orang lain Novian.”
“Iya aku tahu itu, namun aku tidak bisa menerima semua ini Renata, ini terlihat begitu berlebihan.”
“Namun aku merasa tidak nyaman dengan semua ini, kamu tahu kan maksudku tidak seharusnya seorang pria mendapatkan semua ini secara gratis.”
“Sudahlah kamu tak perlu memikirkan soal itu, aku melakukan semua ini karena aku mencintaimu.”
“Renata aku ….”
“Aku mohon terimalah semua barang pemberianku ini yang tidak seberapa.”
Akhirnya setelah cukup lama berdebat, Novian mengalah dan menerima semua barang pemberian Renata ini walaupun ia merasa tidak enak karena justru malah Renata yang membelikan semua barang-barang ini untuknya.
“Aku akan membalas kebaikanmu nanti, Renata.”
“Kamu tidak perlu memikirkan itu, aku ikhlas melakukannya.”
Akhirnya Renata mengantarkan Novian pulang ke rumah, sebelum keluar dari dalam mobil Novian kembali berterima kasih pada Renata atas semua pemberiannya hari ini.
“Tidak masalah.”
“Kamu hati-hati dalam mengemudi, kabari aku kalau kamu sudah sampai di rumah.”
“Baiklah.”
Novian kemudian keluar dari dalam mobil Renata dan melambaikan tangannya pada Renata yang ada di dalam mobil, selepas itu mobil yang dikemudikan oleh Renata pergi dari hadapan rumah Novian. Novian sendiri
membawa semua barang pemberian dari Renata masuk ke dalam rumah, dan ia sudah disambut oleh ibunya di depan.
“Novian, kamu dari mana?”
“Aku habis keluar bersama teman.”
“Benarkah? Ini semua kamu yang beli?”
“Sebenarnya temanku itu yang membelikan semua ini untukku.”
“Dia bukan temanmu, namun dia adalah klienmu kan?” tanya kakaknya yang tiba-tiba saja muncul.
“Apa maksudmu?” tanya Novian berang.
“Sudahlah Novian, rupanya kamu mau mengikuti jejakku.”
__ADS_1
“Jaga bicaramu, aku sama sekali tidak sama sepertimu!”