Cinta Itu Kamu

Cinta Itu Kamu
Ancaman Sang Suami


__ADS_3

Miko masuk ke dalam mobilnya dan kata-kata Miley mengenai bahwa anak yang ada di dalam kandungan Miley adalah anak mereka terus menghantui kepalanya. Miko tidak dapat mengenyahkan bayangan kata-kata tersebut


hingga berteriak karena saking frustasinya.


“Tidak mungkin bahwa anak itu adalah anakku, tidak mungkin!”


Miko masih berusaha menyangkal semua yang dikatakan oleh Miley padanya, ia masih beranggapan bahwa wanita itu tidak waras dan hanya ingin mencoba meracuni pikirannya.


“Kamu jangan terlalu memikirkan apa yang wanita itu katakan, toh wanita itu kan penghuni rumah sakit jiwa, setiap kalimat yang keluar dari mulutnya tidak dapat untuk dipertanggung jawabkan.”


Miko kemudian melajukan kendaraannya meninggalkan rumah sakit jiwa itu untuk pulang ke rumah, sepanjang perjalanan pulang ia nampak berusaha fokus mengemudi walaupun kata-kata Miley masih terngiang di


dalam kepalanya.


****


Ketika sampai di rumah, Miko terkejut karena tidak menemukan di mana keberadaan Renata dan juga Ruth, ia sudah mencari mereka berdua ke seluruh penjuru rumah namun ia belum menemukan di mana keberadaan


keduanya. Miko kemudian memanggil asisten rumah tangga untuk bertanya sebenarnya di mana Ruth dan juga Renata, jawaban yang diberikan oleh asisten rumah tangganya pun membuat Miko terkejut.


“Nyonya Renata dan Nona Ruth sudah pergi dari rumah ini sejak tadi sore Tuan.”


“Apa katamu? Mereka berdua sudah pergi?!”


“Iya Tuan.”


“Kamu tahu ke mana mereka pergi?”


“Kalau soal itu saya tidak tahu, Tuan.”


“Kamu jangan coba berbohong padaku, ya!”


“Tidak Tuan, saya benar-benar tidak tahu mengenai hal itu, saya mengatakan yang sejujurnya.”


Miko dapat melihat raut wajah memelas dari asisten rumah tangganya hingga membuatnya akhirnya percaya dengan apa yang dikatakan oleh sang asisten rumah tangga, Miko berpikir ke mana perginya Renata dan Ruth


saat ini, yang terlintas di dalam kepalanya adalah mereka mungkin saja saat ini tengah berada di rumah kedua orang tua Renata, buru-buru Miko mencoba menghubungi Renata namun sayangnya ponsel Renata tidak aktif.


“Dia rupanya sengaja mematikan ponselnya.”


Miko kemudian mencoba menelpon mertuanya untuk menanyakan kebenaran apakah memang saat ini Renata dan juga Ruth sedang ada di sana.


****

__ADS_1


Renata sedang mengobrol bersama kedua orang tuanya dan juga Kenzo di ruang tengah sementara Ruth sudah lelap tertidur di kamar, anaknya itu tadi ketika diajak ke rumah ini bertanya terus mengenai apakah Miko


akan menyusul atau tidak namun Renata tidak dapat memberikan jawaban yang pasti, untung saja Ruth tidak terlalu lama menanyakan hal tersebut karena fokusnya teralihkan oleh hal yang lainnya.


“Keputusanmu untuk pergi dari rumah itu sudah tepat,” ujar Tuan Arjuna.


“Namun pasti Miko akan mencariku,” ujar Renata.


“Kamu tidak perlu khawatir soal dia, Papa akan pastikan Miko tidak akan dapat menemuimu di rumah ini.”


Ketika mereka tengah berbincang itu, ponsel Marinka berdering dan ketika wanita itu melihat layar ponselnya tertera nama sang menantu di sana, Marinka tidak langsung menjawab telepon tersebut dan hal itu


membuat sang suami bertanya.


“Kenapa kamu tidak menjawab teleponnya?”


“Ini dari Miko.”


“Berikan ponselmu padaku.”


Tuan Arjuna langsung meraih ponsel sang istri dan menjawab telepon dari menantunya, Tuan Arjuna mengatakan pada Miko untuk tidak perlu lagi mencari di mana keberadaan Renata dan Ruth selepas itu ia langsung


mematikan sambungan telepon dengan kasar.


“Apakah Papa yakin dia tidak akan datang ke sini?”


****


Keesokan harinya Kenzo mengajak kakaknya bicara di taman belakang rumah, Kenzo bertanya apakah saat ini Renata sudah jujur pada kedua orang tua mereka mengenai Novian namun Renata mengatakan bahwa ia belum


jujur mengenai kehadiran mantan kekasihnya itu kembali dalam kehidupannya.


“Apakah karena pria itu yang membuat hubungan kalian renggang?” tanya Kenzo.


“Kamu tahu sendiri bagaimana sikap Miko selama ini, Kenzo. Dia sudah membuatku sakit hati sejak pertama kali kami menikah sebelum aku bertemu kembali dengan Novian.”


“Namun bukankah kehadiran pria itu dalam rumah tangga kalian justru membuat suasana tambah runyam?”


“Jadi kamu ingin bilang bahwa Novian adalah biang keladi dari berantakannya rumah tanggaku dengan Miko, begitu?”


“Bukan begitu, hanya saja… aku rasa pria itu datang di saat hubungan rumah tanggamu dan Miko tidak baik, kebetulan juga Miko ketahuan berselingkuh hingga membuat rencana perceraian kalian bisa mulus.”


“Mungkin saja ini adalah jalan Tuhan untuk membuatku bisa terbebas dari pria menyebalkan itu.”

__ADS_1


“Apakah kamu yakin bahwa Novian adalah orang yang kamu cintai?”


“Tentu saja, aku yakin bahwa Novian adalah pria yang aku cintai, waktu itu aku terlalu takut mengatakan yang sejujurnya pada kedua orang tuaku perihal hubungan kami dan parahnya aku menerima tawaran untuk


dijodohkan dengan Miko hingga membuat hidupku ini jauh dari kata bahagia.”


****


Miko sudah berada di depan pagar rumah keluarga Renata, ia memanggil nama Renata dari luar pagar dan seorang satpam keluar dari dalam menyuruh Miko untuk pergi saja karena ia tidak boleh masuk ke dalam


rumah.


“Ini perintah langsung dari Tuan Arjuna.”


“Tidak, kamu harus memberikanku izin masuk ke dalam, aku ingin bertemu dengan Renata dan putriku.”


“Tuan Miko, saya sudah katakan barusan bahwa ini adalah perintah langsung dari Tuan Arjuna, beliau meminta saya untuk tidak mengizinkan anda masuk ke dalam rumah.”


Miko dan satpam itu terlibat adu argumen hingga akhirnya Miko memukul wajah si satpam yang membuatnya berhasil merangsek masuk ke dalam rumah. Miko masih berteriak memanggil nama Renata namun bukannya


Renata yang keluar malah kedua mertuanya yang keluar dari dalam rumah.


“Apa yang sedang kamu lakukan di rumah ini?” tanya Tuan Arjuna tajam.


“Saya mau menemui Renata, dia pasti ada di dalam kan?” tanya Miko.


“Bukankah semalam saya sudah mengatakan dengan jelas padamu untuk tidak perlu menemui putri dan cucuku lagi?!”


“Tidak, saya tidak bisa melakukan itu, Papa harus mengizinkan saya untuk bertemu dengan mereka sekarang.”


“Saya tidak sudi memiliki menantu seperti kamu, kamu sudah menyakiti anak saya!”


“Saya bisa menjelaskan semuanya.”


“Tidak perlu ada penjelasan! Saya sudah sangat muak melihat wajah kamu, lebih baik kamu pergi sekarang juga dari rumah ini!”


“Tapi Pa, saya ….”


“Saya bilang pergi!” bentak Tuan Arjuna.


Namun Miko benar-benar orang yang keras kepala, dia menolak untuk pergi hingga akhirnya satpam turun tangan untuk menyeret Miko keluar dari rumah, Miko berusaha melawan namun karena ia sudah dipegangi maka


ia tidak bisa terlalu berbuat banyak dan kemudian kedua satpam itu mendorong Miko keluar dari rumah hingga terjatuh ke aspal jalanan.

__ADS_1


“AWAS SAJA KAMU RENATA! KAMU TIDAK AKAN PERNAH BISA


MELARIKAN DIRI DARIKU!”


__ADS_2