
Tuan Arjuna mempertimbangkan semua bukti yang putrinya berikan, tentu saja sebagai seorang ayah dirinya marah saat tahu menantunya selama ini menduakan putrinya. Ia tidak terima kalau putrinya disakiti dan pada akhirnya Tuan Arjuna setuju bahwa Renata dan Miko harus segera berpisah, Renata yang mendengar keputusan papanya yang mendukung supaya ia dan Miko berpisah nampak bahagia, Renata memeluk papanya dengan penuh kasih sayang.
“Terima kasih banyak karena Papa sudah mengerti aku.”
“Papa tidak rela kalau putri Papa ini disakiti oleh pria kurang ajar itu, pokoknya nanti Papa akan berikan pelajaran padanya.”
“Sudahlah Papa tidak perlu melakukan itu, berpisah dengannya sudah terasa cukup bagiku dari pada harus hidup bersamanya sampai aku mati.”
Setelah itu Renata berpamitan pada kedua orang tuanya untuk pulang, Marinka sebenarnya sudah menyarankan supaya Renata menginap saja di rumah ini dan besok mereka baru pulang namun Renata beralasan bahwa besok
Ruth sekolah dan dia tidak membawa baju ganti.
****
Ketika Renata dan Ruth sudah sampai rumah, Miko nampak sudah menunggu mereka di depan pintu, Renata membawa Ruth keluar dari dalam mobil dan hendak masuk ke dalam rumah namun dihadang oleh Miko.
“Dari mana saja kamu seharian ini? Kenapa tidak memberitahuku kamu akan pergi tadi?”
“Aku lelah, Ruth juga, biarkan kami masuk ke dalam.”
Karena tidak tega melihat anaknya kelelahan, Miko akhirnya mempersilakan mereka berdua untuk masuk. Renata pergi untuk menidurkan Ruth sebelum akhirnya ia pergi ke kamarnya untuk mandi dan berganti pakaian, di
dalam kamar nampak Miko sudah menunggunya untuk bicara namun Renata seperti enggan menanggapi pertanyaan dari suaminya itu.
“Renata, kamu sebenarnya dari mana? Kenapa tidak menjawab pertanyaanku!”
“Aku dari rumah kedua orang tuaku, apakah sekarang kamu puas?”
“Rumah orang tuamu? Apa yang kamu lakukan di rumah kedua orang tuaku?”
“Aku memberitahu mereka perselingkuhanmu dengan Miley.”
Miko nampak tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Renata, ia menuduh bahwa Renata sudah berbohong padanya namun tentu saja Renata menantang supaya Miko menelpon kedua orang tuanya untuk menanyakan apakah ia saat ini berbohong atau tidak.
“Silakan kamu coba telepon orang tuaku untuk memuaskan rasa penasaranmu!”
****
Didorong oleh rasa penasaran yang tinggi, akhirnya Miko pun menelpon nomor papa mertuanya, alangkah terkejutnya ia ketika sang papa mertua langsung memarahinya dan meminta supaya Renata dipulangkan ke rumah
__ADS_1
mereka. Miko sudah berusaha menjelaskan bahwa semua itu adalah sebuah salah paham belaka namun sang papa mertua tidak mau mendengar alasan yang diberikan oleh Miko.
“Pokoknya Renata harus berpisah denganmu, aku tidak sudi kalau anakku harus menderita akibat perselingkuhanmu!”
Selepas mengatakan itu papa mertuanya langsung menutup sambungan telepon dengan kasar, Miko nampak tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan. Rupanya Renata sama sekali tidak bercanda ketika ia sudah
mengatakan perihal perselingkuhannya dengan Miley pada kedua orang tuanya yang berdampak pada hubungannya dengan keluarga mertua tidaklah baik. Renata baru saja keluar dari kamar mandi dan bertanya pada Miko apakah pria itu sudah mencoba menelpon orang tuanya atau belum.
“Apakah kamu sudah mencoba menelpon kedua orang tuaku?”
“Iya, aku sudah mencoba menelpon mereka.”
“Lantas apa yang mereka katakan padamu?”
Miko tidak menjawab pertanyaan dari Renata barusan, namun justru ia menatap tajam Renata seolah ia ingin menerkamnya hidup-hidup saat ini.
“Kenapa kamu melihatku seperti itu?”
“Kamu memang benar-benar ingin mencari masalah denganku, ya!”
****
Miko mendapatkan kabar hari ini dari rumah sakit jiwa tempat di mana Miley dirawat, dokter mengatakan bahwa saat ini Miley sedang ada dalam kondisi mengandung. Tentu saja Miko terkejut ketika mendengar berita dari
“Dokter saya mohon anda jangan bercanda mengenai hal ini.”
“Saya sama sekali tidak bercanda Pak Miko, ini semua
hasil pemeriksaan kami pada diri saudara Miley dan ternyata hasilnya beliau
saat ini sedang mengandung.”
Miko nampak bingung harus bersikap seperti apa mendengar berita bahwa Miley sedang hamil, apakah ia harus bahagia atau sebaliknya? Apakah anak yang sedang Miley kandung itu adalah anak kandungnya?
Atau justru anak yang dikandung oleh Miley itu adalah anak orang lain?
“Ini adalah hasil USG-nya.”
Dokter memberikan Miko hasil USG yang dilakukan pihak rumah sakit pada Miko dan ternyata memang benar bahwa saat ini Miley sedang hamil.
__ADS_1
****
Miko pergi menuju ruangan inap Miley, dokter bilang kondisi Miley sudah mulai stabil belakangan ini jadi sepertinya wanita itu sudah bisa dijenguk. Dokter membuka pintu ruangan inap Miley namun saat ini Miley tidak menoleh dan tetap memandang jendela tempat di mana ia dirawat.
“Saya mau bicara dengan dia, dokter, bisakah anda pergi dulu?”
“Baiklah, saya akan tunggu diluar.”
Setelah dokter pergi dan menutup kembali pintu ruangan inap Miley, Miko berjalan menghampiri wanita itu, ia menyapa Miley namun tetap saja Miley bergeming dan tidak membalikan tubuh menghadapnya.
“Miley.”
“Mau apa kamu datang ke sini?”
“Anak siapa yang sedang kamu kandung saat ini?”
“Pertanyaan konyol macam apa itu?”
“Dia pasti bukan anakku, kan?”
Seketika Miley membalikan badannya dan menatap tajam Miko, wanita itu nampak murka saat Miko menyangkal bahwa janin yang ada di dalam perutnya itu bukan anaknya.
“Apa katamu barusan? Memangnya kamu pikir aku selama ini tidur dengan banyak pria, begitu?”
“Bisa saja begitu.”
“Tega sekali kamu mengatakan itu Miko, selama kita berpacaran, aku sama sekali tidak pernah tidur dengan pria manapun kecuali kamu!”
“Tidak mungkin, aku sama sekali tidak mempercayaimu.”
“Anak yang ada di dalam perutku ini adalah anakmu, Miko! Kamu harus bertanggung jawab atas dia!”
“Tidak, kamu pasti berbohong kan? Dia sama sekali bukan anakku!” seru Miko seraya menggelengkan kepalanya.
“Dia adalah anakmu, Miko! Di dalam sini ada buah cinta kita,” ujar Miley meraih tangan Miko untuk mengusap perutnya.
Miko terdiam beberapa saat ketika tangannya ada di perut Miley, ia buru-buru melepaskan tangannya dan pergi dari ruangan inap Miley. Miley pergi menyusul Miko sampai ke depan pintu dan kembali berteriak
bahwa anak yang dikandungnya ini adalah anaknya bersama Miko.
__ADS_1
“Ini adalah buah cinta kita, Miko!”
“TIDAAAK!”