
Sementara itu Miko sedang bicara bersama papa dan mama mertuanya mengenai hubungan terlarang antara mama tirinya dengan seorang pria seperti yang dibicarakan oleh Renata beberapa waktu yang lalu. Arjuna mencoba memberitahu istrinya supaya tidak terlalu ikut campur mengenai masalah rumah tangga orang lain namun Marinka mengatakan bahwa Pak Andra yang tidak lain adalah papa dari Miko harus mengetahui hal tersebut.
“Terima kasih karena Mama begitu peduli pada masalah yang terjadi dalam keluarga kami,” ujar Miko.
“Tentu saja aku peduli, kita ini kan keluarga, lagi pula sejujurnya aku tidak menyukai wanita itu, wanita itu sangat berbeda dengan mama kandungmu.”
“Marinka,” tegur suaminya.
“Apa? Apakah aku mengatakan hal yang salah barusan? Aku kan hanya mengatakan sesuatu hal yang benar dan Miko juga sama sekali tidak keberatan kalau aku membahas hal ini kan?”
****
Pada akhirnya Miko yang telah usai bicara dengan kedua mertuanya mencari di mana keberadaan Renata, rupanya saat ini Renata sedang ada di halaman belakang rumah bersama adiknya. Miko sebenarnya hendak mendekati mereka namun ia urungkan niatnya untuk mendekat selepas ia secara tidak sengaja mendengar percakapan antara Renata dengan Kenzo yang membahas perihal mantan kekasih Renata yang ditemui oleh istrinya beberapa waktu yang lalu.
“Jadi kamu bertemu dengan dia lagi?”
“Begitulah, dia nampak sama sekali tidak berubah sejak terakhir kali kami bertemu dan apakah kamu tahu kalau saat ini dia bekerja di perusahaan keluarga Miko?”
“Benarkah?”
“Iya, sungguh sebuah kebetulan kan?”
Miko tentu saja mengerutkan keningnya heran dengan ucapan Renata barusan, jadi mantan kekasih Renata adalah salah seorang pegawai di perusahaannya? Miko jadi penasaran siapa nama mantan kekasih Renata supaya
ia bisa mencari tahu lebih dalam soal mantan kekasih istrinya tersebut. Namun rupanya Miko tidak dapat menguping pembicaraan mereka karena Renata menyadari kehadirannya dan langsung mengakhiri pembicaraan dengan Kenzo.
“Oh rupanya ada suamimu.”
“Sejak kapan kamu berdiri di sana?”
“Aku baru saja sampai.”
“Aku pergi dulu, kalian berdua bicaralah,” ujar Kenzo yang kemudian memberikan waktu untuk Renata dan Miko berbicara.
Selepas Kenzo pergi, barulah Miko menghampiri Renata dan bertanya apa yang barusan ia bahas dengan Kenzo namun Renata sama sekali tidak mau memberitahunya apa yang barusan ia bahas dengan adiknya.
****
Ketika hari sudah malam, Renata dan Miko pamit pada kedua orang tua Renata, sepanjang perjalanan menuju rumah baik Renata maupun Miko tidak berbicara satu sama lain sementara itu di kursi belakang nampak Ruth
__ADS_1
sudah tertidur pulas.
“Siapa mantan kekasihmu?” tanya Miko penasaran.
“Kamu bilang kamu tidak mendengar apa pun percakapanku dengan Kenzo.”
“Baiklah, aku berbohong tadi.”
“Kamu tidak perlu tahu namanya siapa.”
“Kenapa tidak boleh?”
“Karena aku tidak mau membuatnya terancam.”
“Terancam? Memangnya kamu pikir aku akan melakukan apa pada mantan kekasihmu itu, hm?”
“Kamu bisa saja memecatnya kalau tahu dia adalah mantan kekasihku.”
“Sebegitu dangkalnya kah pikiranmu, Renata? Aku tidak akan mungkin memecat seorang pegawai itu bukanlah wewenangku, itu semua adalah wewenang papaku.”
“Namun kamu kan anaknya, lagi pula kamu bisa melakukan apa pun yang kamu mau karena perusahaan itu milik keluargamu.”
“Bisakah kita tidak perlu membahas hal ini?”
“Kenapa memangnya?”
“Karena jelas aku tidak nyaman membicarakannya.”
“Apakah sampai saat ini kamu masih mencintainya?”
Renata diam dan tak mau menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh Miko barusan hingga akhirnya mereka bertiga sampai di rumah, begitu sampai Renata langsung membawa Ruth ke dalam kamar sementara Miko yang
sudah masuk ke dalam kamar menyalakan ponselnya takut ada sesuatu yang ia tidak tahu saat ia mematikan ponselnya. Benar saja banyak sekali panggilan dan pesan dari Miley namun ia sama sekali tidak mau menelpon balik wanita itu, fokusnya justru pada nomor orang suruhan yang ia berikan perintah untuk membunuh mama
tirinya.
“Kenapa dia menelponku? Apakah rencananya sudah berhasil?”
Maka kemudian Miko pun mencoba menghubungi nomor telepon orang suruhannya, tanpa banyak berbasa-basi Miko langsung bertanya apakah rencana yang sudah ia susun itu berhasil namun jawaban dari orang suruhan Miko membuat pria itu geram setengah mati.
__ADS_1
“Apa maksudmu tidak berhasil?”
“Maafkan kami Tuan, namun wanita itu tadi bersama dengan papa anda, tidak mungkin kami melakukan eksekusi di hari ini.”
“Baiklah, kalau begitu kalian segera cari hari lain untuk segera mengeksekusi wanita itu, pokoknya jangan sampai berlama-lama melakukan ini!”
“Tentu saja Tuan, kami akan segera kembali menyusun rencana supaya bisa segera melakukan eksekusi.”
Miko mematikan sambungan teleponnya dengan kesal, rencananya untuk melenyapkan mama sambungnya tidak berhasil ia lakukan hari ini, namun ia yakin dengan kerja orang suruhannya.
“Mungkin hari ini kamu masih bisa selamat, namun untuk selanjutnya kamu pasti akan segera mati!”
****
Keesokan harinya Renata pergi ke kantor Miko dan tentu saja tujuannya bukanlah bertemu dengan Miko melainkan bertemu dengan Novian, seperti biasa ia menunggu pria itu di dalam mobilnya sampai pria itu nampak
keluar dari dalam gedung barulah Renata buru-buru berteriak dan memanggil namanya. Novian menoleh ke arah Renata namun raut wajahnya nampak seperti tegang dan pria itu nampak berlari ke arah Renata dan sedetik kemudian ia menarik Renata untuk berlindung di balik mobil dan terdengarlah sebuah suara letupan senjata api dari arah belakang mobil Renata. Suara letupan senjata api itu membuat karyawan yang hendak makan siang panik berhamburan menyelamatkan diri.
“Novian.”
“Tadi ada orang yang sepertinya hendak menembakmu dari belakang, untung saja aku berhasil menyelamatkanmu.”
“Terima kasih banyak.”
Renata memeluk Novian dan ia bisa mendengar suara degup jantung pria itu, Renata nampak tersenyum karena Novian sepertinya masih menyimpan perasaan cinta padanya seperti ia yang masih menyimpan perasaan cinta
untuk pria ini.
“Apakah ini artinya kamu masih mencintaiku?”
Novian melerai pelukan mereka setelah memastikan kalau kondisi di sini sudah aman, tidak lama kemudian seorang satpam menghampiri Renata dan menanyakan apakah Renata baik-baik saja.
“Iya saya baik-baik saja.”
“Syukurlah.”
Selepas insiden penembakan yang gagal itu, Miko dan papanya turun ke bawah untuk melihat apakah ada korban jiwa dari kejadian tersebut namun justru Miko malah menemukan Renata sedang bersama seorang pegawai kantor yang kalau Miko ingat kemarin Renata dan Kenzo sempat membahas soal mantan kekasih Renata, mungkinkah pria itu adalah mantan kekasih Renata? Miko tidak fokus pada kronologi kejadian penembakan barusan yang dipaparkan oleh satpam karena ia fokus pada sosok Renata dan Novian.
“Apa yang sebenarnya kamu lihat sejak tadi?!”
__ADS_1
“Apa?”