
Galang masih merasa kesal karena Shella pergi menemui Rafael tanpa mengajak dirinya. Setidaknya dia bisa menjadi asisten dan melindungi Shella di jalan. Nyatanya Shella lebih suka pergi sendiri daripada pergi bersamanya.
Satu jam telah berlalu sejak Shella keluar dari resto. Mereka sama sekali tidak curiga sampai Rafael menghubungi Pak Darman untuk menanyakan keberadaan Shella.
["Pak Darman, apakah Shella sudah berangkat? Kenapa sampai saat ini dia belum menemui saya," tanya Rafael cemas.]
["Dia sudah berangkat sejak satu jam yang lalu. Lalu kemana perginya dia?" tanya Pak Darman kaget.]
["Apa mungkin sepeda motornya mogok di jalan?" tanya Rafael lagi.]
["Bisa jadi. Bapak akan meminta Galang untuk mencari sepanjang jalan menuju kantor kamu," jawab Pak Darman memutuskan panggilan telepon dari Rafael.]
Galang mendengar pembicaraan Pak Darman dan Rafael. Dia juga ikutan panik.
"Galang, tolong kamu cari keberadaan Shella. Gunakan motor Paman, dan telusuri sepanjang jalan menuju kantor Pak Rafael. Siapa tahu, sepeda motor Shella mogok di jalan," titah Pak Darman.
"Baik, Paman," jawab Galang.
Sebelum sempat Galang keluar, sebaik panggilan masuk di ponselnya dari nomor yang tidak dikenal. Untuk sesaat Galang ragu untuk mengangkatnya, karena dia takut jika itu orang suruhan orangtuanya yang menghubunginya.
Meskipun akhirnya Galang mengangkat panggilan tersebut dengan hati kacau.
["Hallo."]
["Hallo, Galang. Apa kabar?"]
__ADS_1
["Kamu siapa?"]
["Lo kagak perlu tahu siapa gue. Jika Lo masih pingin ketemu sama pacar Lo, entar malam datang ke tempat biasa. Kita adu balap. Jika Lo bisa ngalahin gue, Lo bisa bawa pulang pacar Lo."]
["Pacar, siapa pacar gue yang Lo maksud?"]
["Siapa lagi, gadis Resto Gaul yang cantik itu."]
["Bedebah, jadi kalian yang menculik Shella? Lepaskan dia, atau kalian bakal tahu akibatnya!"]
Terdengar suara tawa dari seberang sana.
["Lo ini lucu. Seharusnya gue yang ancam Lo, bukan Lo yang ancam gue. Jika nanti malam kamu tidak datang, jangan salahkan gue kalau pacar Lo bakalan gue ...."]
Kembali terdengar suara tawa yang membuat Galang semakin panik.
["Gue tunggu. Jangan tidak datang, Lo bakalan menyesal seumur hidup Lo."]
Panggilan ditutup dari seberang sana dan membuat Galang kebakaran jenggot. Dia berjalan mondar mandir berusaha memikirkan cara untuk menolong Shella. Saat ini, Shella pasti ketakutan dan traumanya terhadap geng motor akan kembali lagi. Bagaimana nasibnya nanti?
Pak Darman mendekati Galang saat melihat Galang belum juga pergi mencari Shella.
"Galang, kenapa belum berangkat? Terus, siapa lagi yang menelepon kamu, kok kamu tampak panik setelah menerima telepon?" tanya Pak Darman.
"Galang minta maaf. Galang sudah melibatkan Shella," jawab Galang merasa bersalah.
__ADS_1
"Melibatkan bagaimana?" tanya Pak Darman penasaran.
"Shella diculik oleh musuh Geng motor Galang," jawab Galang.
"Apa, diculik. Cepat lapor polisi," titah Pak Darman yang panik.
"Tidak bisa. Mereka hanya ingin Galang ikut balapan liar lagi. Mereka janji, selama Galang bersedia datang dan ikut balapan liar, mereka tidak akan menyakiti Shella," jawab Galang.
"Tapi, Galang. Kamu sudah meninggalkan dunia geng motor, bagaimana kamu akan kembali lagi? Kamu harus bisa konsisten dengan tujuan awal kamu. Kita lapor polisi saja," ucap Pak Darman.
"Jangan, paman. Aku takut mereka akan menyakiti Shella. Aku tidak akan bisa memaafkan diriku jika terjadi sesuatu pada Shella. Percayalah pada Galang. Galang janji akan membawa pulang Shella dalam keadaan baik-baik saja," ucap Galang berusaha meyakinkan Pak Darman.
Galang bergegas pergi untuk menemui Bagas. Dia akan meminjam sepeda motor Bagas untuk pertandingan nanti malam. Dia juga meminta bantuan Bagas dan teman lainnya untuk menyelidiki keberadaan Shella.
Malam telah tiba, dan menjelang tengah malam, Galang sudah siap untuk bertanding menggunakan sepeda motor Bagas. Tetapi belum dimulai, Galang meminta pada ketua geng motor The Boy, William untuk memperlihatkan Shella padanya.
"Dimana Shella?" tanya Galang.
"Lo tenang aja, Gadis Lo aman di tangan anak buah gue. Gue cuma bisa perlihatkan video ini. Setelah Lo menang, dia bebas. Kalau Lo kalah, Lo harus cium kaki gue, baru dia gue bebasin," jawab William percaya diri akan bisa mengalahkan Galang.
Galang menonton video yang dikirimkan oleh Jiro. Galang merasa kesal melihat kaki dan tangan serta mulut Shella terikat. Meskipun begitu, malam ini dia harus tenang untuk bisa memperjuangkan kebebasan Shella.
Sebelum acara balapan liar terjadi, tiba-tiba polisi menggerebek tempat itu. Dan tanpa pandang bulu, posisi menangkap semua yang ada di tempat itu. Termasuk Galang.
...****************...
__ADS_1
Sambil menunggu up selanjutnya, baca juga karya teman aku.