
Galang berjalan menuju ke kantor ibunya. Dia berhenti sejenak di depan pintu, lalu mengetuk pintu dengan sedikit keras.
"Masuk." Suara tegas ibunya membuatnya menghela napas berat.
Selama ini, dia sebenarnya sangat mengagumi ibunya. Wanita yang begitu tegar dan bisa menjalankan perusahaan dengan sangat baik. Dia sengaja berbuat nakal dan melawan perintah ibunya, hanya untuk mendapatkan sedikit perhatian darinya. Apa yang dialaminya sejak kecil, diperlakukan tidak adil oleh ibunya. Merasa diasingkan di keluarga sendiri, telah menimbulkan rasa kebencian dihatinya.
Setelah ayahnya meninggal, ibunya berusaha membayar dengan cinta dan kasih sayang, tetapi Galang sudah terlanjur sakit hati. Pertemuannya dengan Shella, membaut Galang menyadari, bahwa sikapnya selama ini, tidak lebih buruk dari sikap ibunya dulu.
Galang membuka pintu perlahan dan disambut senyum manis ibunya. Galang masih ragu, atas apa yang akan dia lakukan saat ini.
"Galang, masuk. Duduklah," sambut ibunya dengan ramah.
Galang melangkah masuk dan dia sangat bahagia melihat sambutan ibunya. Tidak tampak kepura-puraan yang selalu Galang tuduhkan selama ini, pada ibunya.
"Ada apa, Sayang? Tumben kamu datang ke kantor Mami?" tanya Bu Mila sambil menatap lembut Galang.
"Mami, Galang mau minta maaf. Selama ini, Galang sudah menyusahkan kalian semua, terutama Mami," ucap Galang ragu.
__ADS_1
"Galang, Mami yang seharusnya meminta maaf padamu. Kamu jadi seperti ini karena sikap Mami. Mami sudah cukup bahagia, saat Mami tahu, kamu sudah mau kuliah lagi. Meskipun bukan karena Mami," ucap Bu Mila sedih. "Bagaimana kabar Shella?"
"Mami, Galang ingin minta bantuan Mami," kata Galang penuh harap.
"Bantuan apa, katakanlah. Apapun yang kamu inginkan, pasti Mami akan penuhi. Apakah kamu mau meminta restu untuk hubunganmu dengan Shella?" tanya Bu Mila penasaran.
"Mami sudah tahu hubunganku dengan Shella?" tanya Galang kaget.
"Maaf, bukan maksud Mami memata-matai kamu. Mami hanya ingin memastikan bahwa anak Mami baik-baik saja setelah kamu dari kantor polisi," ucap Bu Mila merasa bersalah.
Galang terdiam. Tetapi dia tidak akan marah lagi pada ibunya hanya karena hal ini. Bukankah perhatian ibunya yang dia harapkan? Mungkin itu salah satu bentuk kasih sayang ibunya.
"Mami setuju saja. Shella gadis yang baik. Apalagi, Mami tahu, dialah satu-satunya wanita yang bisa merubah arah hidupmu. Tapi kenapa kamu masih tidak bahagia?" tanya Bu Mila bingung.
"Orangtuanya tidak setuju dengan hubungan kami. Terutama ayahnya, beliau lebih suka jika Shella bersama Rafael," jawab Galang.
"Siapa Rafael?" tanya Bu Mila.
__ADS_1
Galang mulai bercerita tentang siapa itu Rafael. Semua yang dia ketahui, dia jelaskan semua. Bu Mila mendengarkan curahan hati Galang untuk pertama kalinya. Bu Mila hampir terharu dan berusaha menahan airmatanya yang mulai menggenang di matanya.
Setelah menceritakan semuanya, hati Galang merasa lega. Pertama kali dalam hidupnya, merasakan betapa ibunya sangat memperhatikannya. Ataukah mungkin selama ini dia yang belum bisa membuka hati untuk melihat kasih sayang ibunya?
"Mami tahu siapa Rafael. Dia rekan bisnis kakakmu, Hasan dan Husein. Dia memang masih cukup muda, tetapi dia memiliki sikap yang cukup dewasa dan bisnisnya maju pesat. Bisa dibilang, dia itu konglomerat di usia muda. Tapi, kamu juga tidak boleh gampang menyerah, meski sainganmu dia. Mami yakin, Shella tidak pernah melihat orang dari hartanya," ucap Bu Mila berusaha memberikan semangat kepada Galang.
"Mami, aku percaya Shella. Tetapi aku juga ingin menunjukan pada dia kalau aku bisa menjadi orang yang bisa dia jadikan sandaran. Aku ingin menjadi pria yang bertanggungjawab. Mami, Galang ingin kuliah ke luar negeri," ucap Galang mengagetkan Bu Mila.
"Ke luar negeri? Benarkah, lalu bagaimana dengan Shella?" tanya Bu Mila bingung.
Galang terdiam mendengar pertanyaan ibunya. Dia memang tidak memberitahukan keputusannya ini pada Shella.
"Galang, jangan pernah mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan ayah kamu. Setiap masalah harus kalian bicarakan dan ambil jalan terbaik. Kamu tahu, Mami dan Daddy kamu dulu berpisah karena Daddy kamu mengambil keputusan tanpa sepengetahuan Mami. Galang, Mami harap, kesalahan itu tidak akan pernah terjadi pada anak-anak Mami," nasehat Bu Mila.
Galang mulai berpikir keras. Dia mengerti, mengapa dulu ayah sama ibunya tidak bisa bersama lagi. Karena tidak adanya kejujuran dan kurangnya komunikasi.
"Mami, Galang janji akan berbicara pada Shella dan meminta izin padanya. Semoga dia bersedia menungguku," ucap Galang mantap.
__ADS_1
"Galang, semoga semua yang kamu impikan akan menjadi kenyataan," gumam Bu Mila.
...****************...