Cinta Ketua Geng Motor

Cinta Ketua Geng Motor
Bab 39. Rencana gathering


__ADS_3

Shella berlari menuju ke meja kerjanya dengan wajah memerah. Beberapa teman kerjanya melihatnya dengan penuh tanda tanya. Melihat sikap Shella yang malu-malu, Mila mendekatinya dan duduk bersandar di meja kerja Shella.


"Cie, wajah kamu merah. Apa kamu ketemu orang yang kamu sukai saat membeli pesanan Presdir?" tanya Mila sambil tersenyum.


"Apaan, sih Mila. Aku hanya kepanasan kena sinar matahari," jawab Shella panik.


"Kena sinar matahari, tapi kok sikap kamu aneh gitu. Ya nggak, teman-teman?" ledek Mila.


"Iya, tidak usah malu, Shella. Jatuh cinta itu hal biasa. Jadi jangan takut, kita malah ikut bahagia," ucap Tanti bijak.


"Siapa yang jatuh cinta? Kalian terlalu berlebihan," jawab Shella dengan wajah cemberut.


"Sudah, kalian jangan ganggu dia. Ayo bekerja, Bos datang," kata Mila lalu berlari menuju meja kerjanya.


Pak Indar memang baru saja dari ruangan Presdir. Dia berhenti sejenak di depan meja kerja Shella karena hatinya memaksa ingin bertanya. Tetapi saat melihat Shella sibuk dan pasti akan membuat seluruh departemennya heboh, jadi dia mengurungkan niatnya. Pak Indar bergegas masuk ke ruangannya.


Shella sengaja berpura-pura sibuk, saat Pak Indar masuk dan lewat di depan meja kerjanya. Dia merasa sangat malu jika Pak Indar melihat apa yang terjadi hari ini.


Pulang kerja, Shella dan kedua temannya bergegas menuju tempat parkiran. Saat itu, tiba-tiba Rafael datang mendekati Shella. Mila dan Tanti saling berpandangan. Mereka saling memberi isyarat dan mereka saling menggelengkan kepalanya.


Tanti dan Mila lalu melihat ke arah Shella yang tersenyum malu. Mereka berdua akhirnya juga ikut tersenyum saat menyadari jika pria itu ternyata menunggu Shella.


"Shella, kami pergi dulu. Ingat, jangan pulang terlalu malam, jangan berduaan karena setan akan jadi yang ke tiga," ucap Mila sambil senyum.

__ADS_1


"Shella, ingat pesan mama. Oke?" ucap Tanti lalu mengajak Mila pergi. Mereka mengira jika Rafael adalah pria yang Shella sukai


"Hai, kalian bicara apa? Aneh," ucap Shella pelan. Dia menatap Rafael yang sejak tadi berdiri di depannya.


Rafael tampak tersenyum, melihat Shella di goda teman-temannya. Rafael menikmati saat dia dianggap kekasih Shella.


"Kenapa kamu datang ke sini, apa ada yang penting?" tanya Shella yang masih tetap berada di tempatnya berdiri.


"Shella, apa kamu tahu siapa Pimpinan perusahaan tempat kamu bekerja?" tanya Rafael mulai serius.


"Tahu. Lalu kenapa?" tanya Shella santai.


"Kamu tanya kenapa? Kamu tidak marah padanya?" tanya Rafael kaget Shella tahu tetapi dia masih terlihat biasa saja. "Jangan-jangan, kamu masih berharap bersamanya."


"Maafkan aku. Pasti kamu mengira kalau aku terlalu ingin ikut campur. Aku hanya takut kamu sedih saja. Aku antar kamu pulang saja, sekalian aku mau bertemu ayahmu. Kami mau berencana membuka cabang baru," kata Rafael.


"Tapi, aku bawa motor sendiri. Boncengan sama Mila," ucap Shella menolak ajakan Rafael secara halus.


"Oh, aku kira kamu tidak bawa motor," kata Rafael kecewa.


Tetapi saat Shella akan berjalan menuju tempat parkir, Mila muncul sambil berboncengan dengan Tanti.


"Shella, motormu aku bawa. Kasihan, motor Tanti bannya bocor. Kamu bisa minta diantar pacarmu," ucap Mila sambil tersenyum.

__ADS_1


"Hei, motorku ...," kata Shella agak keras.


"Shella, aku antar saja. Daripada kamu pulang sendirian. Bahaya," ucap Rafael menawarkan bantuan.


Akhirnya Shella mau ikut mobil Rafael. Dia tahu jika Mila dan Tanti sengaja berbuat begitu agar dia ikut bersama Rafael.


Shella masuk ke dalam mobil Rafael sambil menarik napas berat. Dia tidak menyadari jika sepasang mata melihatnya dengan tatapan penuh rasa cemburu.


Rupanya Galang sudah tidak tahan lagi melihat Shella seolah tidak terikat hubungan dengannya. Galang ingin mencari cara untuk kembali merebut hati Shella.


Keesokan harinya, Galang mengumumkan akan mengadakan gathering untuk seluruh karyawan pada akhir pekan depan. Diharapkan semua karyawan bisa ikut. Semua biaya ditanggung oleh perusahaan.


Sesuai rencana, jam keberangkatan pada pukul 7 pagi. Tetapi karena terlalu pagi, diubah menjadi jam 8. Semua setuju dengan perubahan tersebut.


Semua teman-teman Shella sudah mempersiapkan diri untuk ikut gathering. Tetapi, Shella tidak berencana untuk ikut. Shella ingin membantu ayahnya di resto. Hal itu membuat teman-temannya sedih dan kecewa.


Kabar itu sampai juga ke telinga Galang. Galang akhirnya membuat peraturan baru, yang mewajibkan semua untuk ikut gathering. Hal itu membuat Shella curiga dengan keputusan Galang.


"Shella, udah dengar kan, kalau semua wajib ikut? Udah, ikut saja. Nanti kita bisa punya foto bersama di sana," kata Mila bersemangat.


"Katanya, tempatnya sangat indah. Tapi yang utama, aku pingin lihat, saat Bos-bos kita, bersantai. Masih terlihat galak nggak ya?" tanya Tanti sambil membayangkan Pak Indar dan atasan lainnya.


"Baiklah, karena wajib. Aku ikut saja. Jam 8 kan?" jawab Shella sambil tersenyum licik. Shella sudah memiliki rencana sendiri agar tidak ikut gathering.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2