
Galang secara resmi datang melamar ke rumah Shella, bersama orang tuanya. Suasana tampak begitu meriah. Kebahagian tampak dari wajah-wajah yang hadir di acara lamaran tersebut.
Malam itu juga, kedua keluarga membicarakan masalah hari dan tanggal pernikahan. Awalnya pihak dari keluarga Shella sempat kaget dan tidak menyangka jika akan secepat itu.
"Pak Darman tidak perlu khawatir. Usia mereka sudah cukup untuk menikah. Untuk apa lama-lama pacaran, lebih baik dihalalkan sekalian," ucap Pak Varo sambil tersenyum.
Varo adalah ayah tiri Galang. Dia sangat senang, Galang akan segera menikah. Dia sangat mencintai semua anak-anak tirinya seperti anaknya sendiri, termasuk Galang. Meskipun Galang sempat berontak dan menjadi anak jalanan, hal itu tetap tidak mengubah rasa sayang Varo pada Galang.
"Sebagai pihak perempuan, kami setuju saja. Mereka juga sudah saling mencintai. Tidak ada alasan untuk menundanya jika memang mereka sudah siap," jawab Pak Darman bijak.
"Sebelum datang kemari, kami sudah menanyakan tentang ini pada Galang. Dia bahkan yang meminta kami agar segera menetapkan tanggal pernikahan. Bagaimana dengan Shella?" tanya Bu Mila sambil menatap Shella.
"Shella, ayah serahkan semuanya padamu," kata sang ayah.
Shella menunduk malu. Dia sempat melirik ke arah Galang dan Galang memberinya isyarat untuk setuju.
"Shella terserah ayah saja," jawab Shella gugup.
"Baiklah. Ayah tidak setuju kalian menikah secepat itu. Kalau kamu menikah, kami bagaimana?" ucap pak Darman yang membuat semua kaget. Terutama Shella.
__ADS_1
"Ayah, kenapa ayah berkata seperti itu?" tanya Riana dengan wajah cemberut. Shella tampak menyesal dengan jawabannya tadi.
"Sudah, jangan kesal begitu. Di depan calon mertua jangan terlihat kebelet mau nikah," goda ayahnya. "Maaf, membuat kalian semua kaget."
Galang dan Shella tampak malu-malu, setelah tanggal pernikahan ditetapkan tiga bulan lagi. Mereka melakukan persiapan pernikahan dengan santai karena semua akan di urus oleh Bu Mila. Galang dana Shella hanya perlu mempersiapkan hati untuk memulai hidup baru.
Mereka akan bertemu setiap malam Minggu untuk sekedar kencan dan makan malam. Mereka memilih tempat yang dimana karyawan perusahaan tidak akan tahu hubungan mereka. Sebuah restoran milik keluarga Galang.
"Apa kamu yakin, tidak akan mengundang teman-temanmu?" tanya Galang sambil makan.
"Entahlah. Mereka semua teman baikku. Ada hal bahagia seperti ini, harusnya aku mengajak mereka. Tapi, bagaimana kalau mereka tahu kamulah calon suamiku?" jawab Shella balik bertanya.
"Apa kamu nggak sibuk?" tanya Shella.
"Heran aku sama kamu. Aku sudah kosongkan jadwal kerjaku khusus untuk kita. Jangan buat aku kecewa, karena kamu seolah tidak senang dengan pernikahan kita," ucap Galang sambil menatap Shella.
"Jangan marah. Aku hanya bertanya saja. Malam ini kita makan, jangan bicarakan yang lain," kata Shella manja.
Esok harinya, Shella dan Galang mengajukan cuti bersama selama dua hari. Tidak ada yang curiga dengan hal itu, karena mereka menganggap masing-masing memiliki urusan yang penting.
__ADS_1
Shella di jemput Galang untuk pergi ke butik. Di sana sudah ada banyak pilihan gaun pengantin yang sangat cantik. Shella dan Galang tampak bahagia saat memilih gaun pengantin.
Setelah menemukan yang cocok, mereka pergi ke rumah orang tua Galang untuk memilih desain kartu undangan. Sekalian menentukan siapa saja yang akan di undang di acara resepsi mereka.
"Gimana, teman kerjamu jadi kamu undang?" tanya Galang sambil tersenyum.
"Ya. Aku ingin semu bahagia, tidak hanya aku saja," jawab Shella membalas senyum Galang.
Konsep prewedding mereka mengambil tema anak geng motor. Jadi mereka akan mengundang seluruh anggota geng motor Starly untuk ikut melakukan sesi pemotretan. Mungkin sebagai wujud dari sebuah kisah cinta ketua geng motor.
Acara prewedding dilakukan pada sore hari. Meskipun lelah, tetapi mereka sangat menikmati momen bahagia mereka bersama anggota geng motor Starly.
Sebelum tanggal pernikahan tiba, mereka masih bekerja seperti biasa. Tetapi hati ini ada yang janggal karena Shella mendengar kabar bahwa Galang memecat Meilana. Semua orang bergosip tentang itu hingga membuat Shella kepo juga.
"Kenapa Meilana dipecat?" tanya Shella pada Mila.
"Menurut sumber terpercaya, Meilana dipecat karena dia berani merayu Presdir. Padahal dengar-dengar Presdir akan menikah dalam waktu dekat ini. Mungkin juga karena Presdir tidak ingin calon istrinya cemburu. Padahal aku kira Meilana itu pacarnya Presdir. Ternyata bukan," jawab Mila panjang lebar.
Shella hanya tersenyum saja mendengar jawaban Mila. Shella sudah tidak sabar ingin bertanya langsung pada Galang. Dia ingin menggoda Galang dan melihat bagaimana reaksinya.
__ADS_1
Siapa yang akan menggantikan Meilana?