
Setelah Pak Indar pergi menemui Presdir, mereka berdoa agar Pak Indar tidak dimarahi. Mereka semua menunggu dengan harap-harap cemas. Mereka mencoba tetap bekerja, tetapi tetap saja, rasa gelisah itu membuat mereka tidak bisa tidak bergosip.
Hanya hitungan menit, Pak Indar telah kembali dan mengumpulkan mereka untuk meeting. Mereka saling berbisik dan saling menduga-duga apa yang terjadi.
"Semua diam dan dengarkan. Saya sudah mendapatkan teguran dari Presdir terkait ulah kalian. Hukuman Shella hanya sebuah peringatan saja. Tetapi jika setelah adanya peringatan ini, kalian masih ada yang melanggar, jangan salahkan pihak manajemen jika kalian akan diskors atau bahkan bisa juga dipecat," ucap Pak Indar serius dan tegas.
"Tapi, hukuman Shella tidak hanya satu atau dua hari saja. Itu bukan termasuk hukuman ringan, jadi kalian jangan anggap hukuman itu enteng. Silakan kalian kembali bekerja dan selamat bekerja," ucap Pak Indar lagi.
Semua orang kembali ke meja kerja mereka masing-masing. Mereka yang tadinya menganggap jika Shella mendapatkan hukuman spesial, kini mereka berubah kasihan.
"Shella, kasihan sekali kamu menjadi kelinci percobaan sari Bos. Kalau kamu nanti capek, sekali-sekali aku akan menggantikan kamu pergi membeli pesanan Presdir," kata Mila.
"Kita juga mau bantu. Tapi takutnya, kalau Bos tahu, dianggap penipuan. Takutnya, hukuman kamu akan ditambah," kata Karen sambil menghela napas berat.
"Terima kasih, kalian sudah mau peduli padaku. Memang sebaiknya, hukuman itu aku jalankan sendiri," kata Shella berusaha tersenyum.
__ADS_1
Besoknya, Shella mulai menjalankan hukumannya. Shella menerima surat izin keluar langsung dari Galang.
Hari pertama, dia kesulitan mencari taksi. Mau pakai motor sendiri, takutnya kelamaan karena Shella tidak bisa ngebut. Dia terpaksa menghubungi ayahnya, dan memesan satu paket Fried chicken. Shella juga meminta salah satu karyawannya untuk mengantarkan pesanannya segera.
Dia bisa bernapas lega. Biarpun dia curang, tetapi ini terpaksa dia lakukan. Shella berharap, dia tidak akan ketahuan.
Shella bersembunyi di toko depan perusahan tempatnya bekerja. Saat itu, muncul sepeda motor milik orang yang kemarin hampir menabraknya. Shella agak gugup juga karena sosok itu seperti orang yang dia kenal.
Motor berhenti tepat di depannya yang sedang duduk. Orang itu turun dan mendekati Shella. Tanpa berbicara pria itu duduk disampingnya. Shella yang kaget, terus menatap muka yang tidak terlihat karena memakai helm dan masker.
"Sebenarnya, anda ini siapa?" tanya Shella penasaran.
"Pak Rafael, kenapa penampilan kamu bisa berubah jadi seperti ini? Pak Rafael tidak bekerja lagi?" tanya Shella kaget.
"Shella, aku tahu kamu menolak cintaku karena Galang, si anak geng motor itu. Akhirnya aku tahu jika kamu menyukai pria yang macho dan agak nakal. Apakah sekarang aku sudah seperti dia?" tanya Rafael sambil menatap Shella.
__ADS_1
"Rafael, berubah seperti apapun dirimu, kamu tetaplah Rafael. Kamu seharusnya tidak perlu berubah menjadi orang lain demi aku. Maaf, aku tetap tidak bisa menerima cinta kamu," jawab Shella tegas dan jelas.
"Kenapa, kamu belum bisa melupakan dia? Dia sudah meninggalkanmu selama tiga tahun dan kamu masih tetap menunggunya?" tanya Rafael kecewa.
"Mencintai itu tidak semudah membalik telapak tangan. Ketika sudah menemukannya, tidak akan mudah untuk berpindah hati. Maafkan aku, karena dulu aku tidak seberani sekarang untuk mengatakan tidak. Aku ingin jujur pada hatiku," jawab Shella tegas.
"Kenapa kamu selalu minta maaf. Akulah yang seharusnya meminta maaf padamu. Selama lebih dari tiga tahun aku selalu mengganggumu. Tetap saja, aku bukanlah orang yang kamu harapkan," ucap Rafael sedih dan kecewa.
"Maaf," ucap Shella singkat.
"Sudah, jangan minta maaf lagi. Meskipun kita tidak bisa menjadi pasangan, tetapi kita masih bisa menjadi teman, bukan?" tanya Rafael yang disambut dengan senyuman manis Shella.
Mereka tertawa bersama dan melupakan kesedihan masing-masing. Mereka tidak menyadari jika sepasang mata melihat mereka dari dalam sebuah mobil.
Galang berniat melihat Shella di resto ayahnya, karena itu, Galang sengaja pergi ke sana lebih awal. Tetapi ternyata, Shella malah tidak datang langsung ke resto dan meminta karyawan ayahnya untuk mengantarkannya. Sedangkan Shella asyik bersama Rafael.
__ADS_1
Galang dibakar api cemburu dan dia sudah menunggu kedatangan Shella di kantornya.
...****************...