
Gosip tentang Galang sudah sangat luas menyebar. Bahkan pasti sudah sampai ke telinga Galang sendiri. Shella memang tidak pernah melihat secara langsung, tetapi kedekatan Galang dan Meilana semua orang sudah tahu.
Meskipun Shella agak kecewa dengan gosip yang beredar itu, Shella tidak ingin terpengaruh dan mengganggu pekerjaannya. Dia lebih memilih menghabiskan waktu dengan membantu ayahnya di resto setelah pulang kerja.
Pak Darman sampai heran melihat Shella kembali bergabung dengan Resto setelah sekian lama. Shella selalu berkata jika dia sudah lelah bekerja di perusahaan dan tidak sanggup lagi membantu ayahnya. Kini semua yang dia katakan, ditelannya sendiri.
Senja telah berganti malam. Seseorang datang menemui Shella di Resto dan memberitahukan jika Galang mengalami kecelakaan. Shella sangat panik dan segera meminta izin pada ayahnya untuk pergi.
"Hati-hati Shella, biar ayah antar," ucap Pak Darman ikut panik.
"Terima kasih, Ayah," ucap Shella sambil terisak.
Pak Darman mulai memberikan kebebasan pada Shella untuk menentukan pilihannya sendiri. Sekian lama mencoba segala usaha. Membuat Shella melupakan Galang, dan membuat Shella dekat dengan Rafael. Semua itu terasa sia-sia. Shella masih tetap mencintai Galang meskipun Galang pernah meninggalkannya.
Mereka sampai di rumah sakit dan bergegas menuju ruang rawat inap Galang. Shella sudah tidak sabar ingin melihat kondisi Galang. Shella melihat kondisi Galang dan dia sangat sedih.
Shella berjalan perlahan mendekati Galang yang masih belum sadarkan diri. Tiba-tiba rasa penyesalan itu datang dihatinya. Jika Galang meninggal, maka perasaan cintanya akan menjadi hal yang paling menyakitkan baginya.
"Galang, kamu tidak boleh mati. Aku, aku belum mengutarakan perasaanku padamu. Selama ini, aku selalu berbohong padamu. Aku selalu menjauhimu. Aku selalu menolak perasaan ini. Galang, aku masih mencintaimu seperti dulu. Rasa ini tidak pernah bisa bilang meskipun sudah bertahun-tahun yang lalu. Aku ingin kamu tahu, dan aku tidak ingin menyesal," ucap Shella terbata-bata dan sambil terisak.
__ADS_1
"Bangunlah, lihatlah aku. Bukankah kamu ingin kembali padaku? Bagaimana mungkin aku akan menerima, jika kamu tidak lagi mengejarku?" ucap Shella lagi. " Jika kamu bangun, aku akan menerimamu."
"Benarkah kamu akan menerima aku kembali?" tanya Galang sambil menatap Shella.
Shella merasa kaget dan tidak menyangka, jika Galang akan secepat itu tersadar. Shella menjadi agak malu.
"Shella, kamu jangan mengelak lagi. Aku sudah mendengar semuanya. Berarti, mulai saat ini, kita pacaran," ucap Galang sambil tersenyum.
Tanpa Shella sadari, Galang sudah sadar sejak beberapa menit yang lalu. Dia memang mengalami kecelakaan, tetapi tidak separah itu. Hanya saja, dia sengaja membuat seolah kecelakaan itu membuatnya hampir meninggal sehingga membuat Shella panik.
Shella tidak dapat lagi mengelak dari apa yang sudah dia ucapkan. Diapun akhirnya menerima Galang sebagai kekasihnya. Meskipun keraguan tentang hubungan Galang dan Meilana sempat membuat hatinya bertanya-tanya.
"Bukankah kamu sudah punya kekasih di perusahaan?" tanya Shella terlihat cemburu.
"Tapi, siapa yang tidak tahu seberapa dekat kamu dengan dia. Aku juga tidak buta, dia menyukai kamu," jawab Shella cemberut.
"Biarkan saja, itu urusan dia. Siapa yang aku cintai, itu adalah kamu. Bukankah itu sudah cukup?" ucap Galang lalu meraih tangan Shella dan menggenggamnya erat.
Mereka telah memutuskan untuk bersama meskipun, Shella tetap meminta Galang merahasiakannya dari orang-orang di perusahaan.
__ADS_1
Seminggu telah berlalu dan Galang sudah bisa bekerja seperti biasa. Tidak ada satu orangpun yang tahu hubungan Shella dan Galang. Tetapi Galang tidak ingin lebih lama menyembunyikan hubungan ini.
Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Suara bising di luar resto, membuat Shella kesal. Setelah sekian lama, suara deru motor para geng motor itu tidak terdengar. Malam ini, mereka datang untuk membuat keributan.
Shella bergegas keluar untuk memberi peringatan mereka. Shella masih sama seperti dulu, tidak begitu takut dengan anak-anak berandalan. Tetapi, langkahnya terhenti, saat melihat mereka adalah anggota geng motor Starly. Tidak hanya itu, Galang ada diantara mereka.
"Kalian mau apa? Jangan ganggu para pelanggan kami. Suara motor kalian sangat berisik," ucap Shella yang segera di sambut dengan matinya semua motor didepannya.
Galang turun dari motornya dan mendekati Shella. Ditangannya ada seikat bunga mawar yang sangat indah. Shella menjadi berangan-angan dan berkhayal jika Galang akan melamarnya.
Galang jongkok di depan Shella dan melamarnya dihadapan anggota geng motor Starly. Shella tampak kaget dan tidak menyangka, jika khayalannya akan menjadi kenyataan. Dia tidak tahu harus bagaimana menghadapi lamaran Galang.
"Bersediakah kamu menikah denganku?" ucap Galang sambil mendongak dan mengulurkan bunga tepat di depan Shella.
Sebuah bisikan halus terdengar jelas di telinganya. Inilah bisikan hatinya.
Ikuti kata hatimu. Jangan sampai menyesal di kemudian hari, jika Galang bersama wanita lain. Jika cinta, bilang cinta. Dalam cinta, tidak ada kata terlambat untuk memulai kembali, batin Shella.
Beberapa saat berlalu. Shella sengaja membiarkan Galang menunggu dan membuat semua yang ada di sana menahan napas. Shella tidak tahan melihat suasana malam itu terasa canggung. Dia takut jika tiba-tiba, Galang berubah pikiran. Diambilnya bunga mawar dari tangan Galang yang membuat semua orang bisa bernapas lega.
__ADS_1
Galang terlihat sangat bahagia, lamarannya di terima oleh Shella.
...****************...