
"Shella, apa kau dengar?" tanya Galang. Galang merasa cemas karena Shella hanya diam membisu.
"Oh, maaf. Aku tadi melamun. Kamu tadi ngomong apa?" tanya Shella pura-pura tidak mendengar.
"Shella, aku jatuh cinta padamu."
"Apa kamu tidak salah bicara? Itu bukan cinta, kamu hanya ingin membalas budi, bukan?" tanya Shella berusaha membuat Galang sadar.
"Tidak, Shella. Aku yakin itu cinta. Baru kali ini aku merasa ingin melindungi seseorang. Aku selalu memikirkan kamu, tidak hanya setiap hari tetapi bahkan di setiap hembusan napasku," jawab Galang yakin.
"Galang, jangan mencoba membuat candaan dengan pernyataan seperti itu. Jangan membuat seorang wanita seperti mainan. Siapa yang tidak kenal kamu. Galang, ketua geng motor Starly. Maaf, aku bukan piala dari balapan liar kalian," jawab Shella marah.
"Kenapa kamu membawa-bawa geng Starly? Apa menurut kamu, kami tidak berhak mencintai? Apakah hanya kalian yang berhak jatuh cinta?" tanya Galang mulai emosi.
"Semua orang memang berhak jatuh cinta, tetapi tidak semua orang bisa memiliki cinta yang sejati. Jika kamu memang benar mencintai aku, apa kamu bisa meninggalkan geng Starly demi aku?"Pertanyaan Shella membuat Galang terdiam.
Galang menarik napas dalam-dalam karena saat ini dia berada dalam kegalauan. Pertanyaan Shella telah menimbulkan dilema di hatinya. Antara sahabat dan cinta.
Bagaimana dia bisa meninggalkan mereka demi Shella? Apakah benar yang Shella katakan jika dia tidak benar-benar jatuh cinta pada Shella tetapi hanya ingin membalas budi saja?
Pertemuan Galang dan Shella berakhir dengan tanpa kejelasan. Shella kembali ke tempat kerjanya sedangkan Galang bergegas menuju ke markasnya.
Galang tampak termenung dan sering menarik napas panjang mengingat semua yang dikatakan Shella. Harusnya Galang memastikan dulu, sebelum dia memutuskan untuk menyatakan cinta. Pernyataan cinta, tidak selamanya melegakan tetapi justru malah membuat masalah baru dalam dirinya.
"Bos, sejak Bos memutuskan untuk membantu keluarga yang nyelamatin hidup Bos, Bos jadi banyak berubah," kata Bagas mengomentari sikap Galang.
"Bener sekali kata Bagas. Apa Bos ada masalah?" tanya Dira membenarkan.
__ADS_1
"Kalian ini bicara apa? Gue nggak berubah," jawab Galang ketus.
"Bos sedang jatuh cinta?" tanya Bagas lagi.
"Apa itu bisa dilihat oleh kalian?" tanya Galang panik.
"Tentu kami melihatnya. Bos jatuh cinta dengan Shella, gadis penyelamat itu?" tanya Bagas penasaran.
"Menurut kalian, jika seorang wanita meragukan pernyataan cinta, apa yang harus kita lakukan?" tanya Galang antusias.
"Bos, itu artinya dia menolak pernyataan cinta secara tidak langsung. Apa Shella menolak cinta Bos? Bos sudah menyatakannya?" tanya Dira panik.
"Iya. Dia tidak percaya jika gue jatuh cinta padanya. Dia malah meminta gue untuk tidak mempermainkan hati wanita. Dia pikir gue hanya main-main saja," jawab Galang galau.
"Bagaimana kalau Bos, berusaha membuktikan kalau Bos sungguh-sungguh mencintai dia?" tanya Dira.
"Nggak akan ada pengaruhnya kalau dari awal, Dewi penyelamat Bos udah nggak ada respek sama Bos. Bagaimana kalau kita bantu Bos untuk menyelidiki penyebab dia menolak Bos. Mungkin dia sudah memiliki pacar, atau malah sudah menikah?" Bagas menawarkan jasa
Galang memang belum pernah jatuh cinta, jadi dia masih belum yakin benar jika perasaannya itu adalah cinta. Terlebih lagi, gadis yang dia sukai menganggap perasaan Galang tidaklah nyata.
"Mari, kita buat geng kita lebih mendunia lagi. Semangat ...."
"Starly, Starly, Starly yes ...."
Suara deru semangat anggota geng motor Starly menggema di ruangan yang hanya beberapa meter tersebut.
Keputusan Galang memilih tetap bersama geng motornya, ternyata tidak bisa membuatnya menghapuskan bayangan Shella dari hidupnya. Setiap kali dia berada di markas besarnya, dia tampak sering termenung. Galang sudah bukan lagi Galang yang dulu. Yang tidak takut akan apapun sehingga geng Starly bisa mencapai puncaknya.
__ADS_1
Malam itu, ada tantangan dari geng Harimau untuk mengadakan adu balap liar. Hadiahnya kali ini berupa uang dan juga sebuah daerah kekuasaan geng motor Harimau. Jika memang balapan liar ini, Geng Starly akan mendapatkan daerah baru. Begitupun sebaliknya.
Melihat kondisi Galang, anggota geng Starly bersepakat untuk menunjuk salah satu dari mereka menjadi duta perwakilan.
"Bagas, Lo siap nggak jika mewakili kita menjawab tantangan geng Harimau?" tanya Dira.
"Siap nggak siap, gue harus siap. Kita nggak bisa meminta Bos untuk maju. Saat ini, kondisi dia sedang kacau," jawab Bagas.
"Kalau seandainya, levelnya tingkat bawah, gue masih berani maju. Tapi ini udah level atas, kalau bukan Bos, hanya Lo yang bisa. Karena Lo sudah banyak pengalaman ikut balapan dengan Bos," kata Sofyan.
"Sebenarnya tanggung jawab kali ini sangat berat. Kalau kita kalah, kita bakalan kehilangan salah satu daerah kekuasaan kita," jawab Bagas.
"Kalau Lo kalah, kita nanti akan bersama-sama menerima hukuman dari Bos. Kamu nggak perlu khawatir. Hukuman kita bagi rata. Tetapi, kita harus optimis kalau kita bakalan menang. Semangat!" kata Sofyan lagi.
Galang yang baru tiba, sempat mendengar percakapan mereka. Keputusannya karena ketidakyakinan dia sendiri akan cintanya pada Shella, membuat semua pihak tidak nyaman. Hatinya merasa sedih dan keenam anggota geng motornya menjadi seperti tidak bertuan.
Saat memutuskan memilih mereka, seharusnya Galang bisa melepaskan Shella seutuhnya. Tetapi nyatanya tidak semudah itu.
Apakah gue benar-benar jatuh cinta pada Shella, bukan hanya sekedar ingin membalas budi saja? batin Galang.
"Gue yang bakalan hadapi tantangan mereka," ucap Galang mengagetkan anggota lainnya.
"Bos, tapi, apa Bos sudah siap untuk bertanding?" tanya Bagas. "Kalau belum, biar gue aja yang maju."
"Gue udah cukup lama tidak bertanding sejak gue terluka. Gue juga pingin lihat, apa gue masih bisa kalian andalkan sebagai ketua kalian. Gue ada tugas untuk kalian. Cari tahu, siapa yang bertanggungjawab atas kecelakaan gue. Terutama cari tahu siapa yang menusuk gue," kata Galang penuh emosi.
"Siap, Bos."
__ADS_1
Galang saat ini mencoba fokus dengan tujuan awalnya yang sempat tertunda karena mengejar Shella. Dia ingin membalas dendam pada orang yang sudah membuatnya hampir mati.
...****************...