Cinta Ketua Geng Motor

Cinta Ketua Geng Motor
Bab 23. Hari pertama pacaran


__ADS_3

Langkah Shella terhenti. Ada sengatan listrik yang terasa di setiap aliran darah Shella, saat Galang memegang tangannya. Belum sempat Shella berpikir, Galang sudah menariknya ke dalam pelukannya. Shella berusaha menolak, tetapi pelukan Galang cukup kuat.


"Terima kasih," bisik Galang.


Shella akhirnya pasrah. Dia membalas pelukan Galang dengan ragu. Senyum malu tampak menghiasi wajahnya yang ayu. Galang tersenyum lebar menggambarkan hatinya yang bahagia.


Setelah beberapa saat, Shella melepaskan pelukan Galang. Shella duduk kembali ke tempatnya semula. Sementara Galang menggeser kursinya hingga berdekatan dengan Shella. Galang menggenggam tangan Shella yang masih malu-malu.


"Berarti hari ini, adlah hari pertama kita pacaran. Bolehkah aku mengajakmu pergi nonton?" tanya Galang.


"Pergi nonton film? Kayaknya, kita sembunyikan dulu hubungan kita. Aku belum siap, jika ada orang yang tahu. Apalagi orangtuaku. Mereka tidak ingin aku pacaran. Maunya aku bekerja dulu setelah lulus kuliah," jawab Shella.


"Tapi ...." Galang terlihat kecewa.


"Tidak bisakah, kita belajar dulu. Mungkin setelah lulus kuliah, orangtuaku akan setuju aku pacaran," potong Shella.


"Dalam masa ini, mari kita berjanji. Tidak akan dekat dengan orang lain. Jika salah satu dari kita ada yang melanggar, kita akan membuat hubungan kita. Bagaimana, setuju?" tanya Galang.


"Baiklah. Aku setuju," jawab Shella.

__ADS_1


Mereka setuju menyembunyikan hubungan mereka dan mereka akan menjalaninya sambil belajar.


Di luar, terdengar suara sepeda motor ayahnya diikuti beberapa karyawan ayahnya. Mereka sangat kaget saat melihat Galang sudah berada di resto kembali. Terapi mereka juga bahagia melihat Galang bisa kembali bekerja.


"Galang, apa kamu baik-baik saja?" tanya pak Darman. Karyawan yang lain ikut serius mendengarkan pertanyaan Bos mereka.


"Iya Paman. Galang baik-baik saja. Maaf, telah membuat kalian khawatir," jawab Galang.


"Syukurlah. Paman dengar, katanya orangtuamu yang menjemputmu. Apa mereka masih mengizinkan kamu bekerja di sini. Atau kamu di sini untuk pamitan?" tanya pak Darman lagi.


"Galang memang dijemput oleh orangtuaku, mereka meminta Galang berdiam di rumah beberapa hari ini. Mereka tidak pernah melarang Galang untuk bekerja, setelah mereka mendengar penjelasan aku. Masih bolehkah, Galang bekerja di sini?" tanya Galang penuh harap.


"Hubungan Galang dan keluarga, memang sudah membaik. Tetapi, Galang ingin hidup mandiri. Jadi, Galang minta izin untuk tetap tinggal di resto ini. Kali ini, Galang akan membayar biaya sewa," jawab Galang.


"Tidak perlu bayar sewa. Kamu masih bisa tinggal di sini secara gratis. Itung-itung kamu bisa berperan sebagai satpam di sini seperti kemaren. Shella, bantu ayah mengecek barang yang datang," ucap Pak Darman setelah ada mobil barang datang.


"Baik, Ayah."


Shella dan Galang bergegas keluar untuk mengecek barang pesanan yang sudah datang. Sementara yang lain, menyiapkan bahan-bahan untuk menu hari ini.

__ADS_1


Sejak hari itu, Shella dan Galang masih tetap melakukan pekerjaan mereka seperti biasanya. Tidak ada yang berubah dari aktivitas mereka kecuali status mereka yang berubah. Dari hanya sekedar teman, kini menjadi pasangan kekasih.


Mereka juga belajar bersama setelah pulang kuliah. Mereka tidak pernah tidak pernah nonton, berkencan atau yang lainnya. Samapi suatu hari, Rafael datang ke resto dengan membawa seikat bunga mawar untuk Shella. Saat itu, sedang banyak pelanggan.


"Selamat datang pak Rafael. Kalau Pak Rafael butuh kami, pasti kami yang akan datang kekantor Pak Rafael, jadi tidak perlu repot-repot ke resto," ucap Pak Darman sambil menjabat tangan Rafael.


"Tidak repot. Saya memang sengaja datang untuk bertemu Shella. Ada beberapa hal yang ingin saya bicarakan dengannya," sahut Rafael.


"Tapi, kok bawa bunga segala. Apa ada acara khusus?" tanya Pak Darman lagi.


"Oh, ini. Terus terang saja, saya sedang mengejar putri Pak Darman," jawab Rafael jujur.


"Apa, Shella?"


...****************...


Sambil menunggu up selanjutnya baca juga karya temen aku.


__ADS_1


__ADS_2