
Memasuki dunia kerja, membuat Shella agak canggung. Pasalnya, sejak awal dia lebih terbiasa dengan pekerjaan yang langsung berurusan dengan pelanggan. Kali ini, dia berada di kantor seperti yang diinginkan banyak orang.
Menjadi orang kantoran jauh lebih sulit karena harus mengandalkan otak dan kecerdasan. Teliti dalam membuat laporan. Dan sebagai staf biasa, harus lebih rajin meski tidak akan pernah di perhatikan oleh atasan.
Hari ini, semua staf dikumpulkan karena akan kedatangan presiden direktur yang baru. Anak dari pemilik perusahaan yang baru pulang dari luar negeri. Karena Shella hanya pegawai biasa, dia dan beberapa staf lainnya tidak diperkenankan untuk menyambut pemimpin mereka yang baru.
Penyambutan hanya diwakilkan pada kepala departemen, wakilnya dan dua staf lama. Shella dan Mila masih bekerja di ruangannya bersama beberapa temannya yang lain. Mereka sebenarnya juga penasaran ingin melihat presiden direktur mereka yang baru. Banyak rumor beredar, jika pimpinan mereka lebih tampan dari pimpinan mereka yang lama.
"Apa sebaiknya kita mengintip dari jauh, supaya kita bisa melihat pimpinan kita yang baru?" tanya Mila memberi ide yang agak gila.
"Mila, apa kamu ingin dipecat? Sudah, terima saja nasib kita sebagai pekerja paling bawah. Nggak usah berharap bertemu bos besar. Benar begitu, Shella?" tanya Tanti.
"Mila, untuk apa tahu siapa bos kita. Asal kita bekerja dengan baik saja sudah cukup," jawab Shella.
"Tapi, siapa tahu, aku juga ingin bermimpi menjadi cinderella. Siapa tahu bos buta dan melihat aku ini cantik," ucap Mila dikuti tawa mereka yang hampir bersamaan.
"Mumpung nggak ada orang, aku denger, ayam crispy depan perusahaan kita ini cukup enak. Yok kita patungan beli," kata Kira memberi ide yang sama gilanya dengan Mila tadi.
__ADS_1
"Trus, siapa yang harus keluar untuk beli?" tanya Mila.
"Kita suit saja," usul Kira.
Mau tidak mau, Shella juga ikut melakukan suit dan dia kalah. Dengan berat hati, Shella mengumpulkan uang dari teman-temannya dan bersiap keluar dengan diam-diam.
"Semoga sukses," ucap mereka hampir bersamaan.
Shella melangkah keluar sambil melihat ke kanan dan ke kiri. Hatinya benar-benar merasa bersalah karena menyusup keluar saat jam kerja.
Akhirnya sampai juga keluar meski dengan banyak perjuangan. Bermain kucing-kucingan agar tidak terlihat atasan. Shella berjalan santai saat sebuah sepeda motor hampir saja menabraknya. Shella terjatuh karena panik.
"Kamu tidak apa-apa? Ayo aku antar ke rumah sakit," kata pria tersebut.
"Aku tidak apa-apa. Tidak perlu ke rumah sakit," jawab Shella perlahan berdiri.
"Pokoknya harus harus ke rumah sakit," kata pria itu memaksanya.
__ADS_1
"Udah aku bilang, aku nggak papa. kamu siapa sih, ngeyel banget. Masih ada hal penting yang harus aku kerjakan. Kamu pergi saja aku nggak akan minta tolong ganti rugi kok," ucap Shella.
Shella bergegas meninggalkan pria itu dan segera menuju resto yang mirip dengan resto ayahnya Shella. Shella membeli 8 paket ayam crispy pesanan teman-temannya.
Shella tidak menyangka jika pria itu mengikutinya. Pria itu menunggu di luar Resto. Saat melihat Shella keluar dengan membawa 8 paket ayam crispy, pria itu mendekatinya.
"Jadi, ini hal penting yang kamu lakukan sehingga tidak mau dibawa ke rumah sakit. Kamu kelihatannya seorang karyawan. Ini jam kerja, karyawan tidak boleh meninggalkan perusahaan tanpa izin dari atasan. Bagaimana kamu keluar membeli makanan sebanyak ini di saat jam kerja? Apa atasan Kamu tahu? Kamu tidak takut dipecat? Di mana kamu bekerja?" tanya pria itu marah dan kesal.
Sebenarnya pria itu bukan marah karena Shella membeli makanan saat jam kerja. Tetapi karena Shella menolak pergi ke rumah sakit hanya demi membeli makanan tersebut.
"Aku memang salah. Tapi kenapa kamu marah padaku, aku bukan bawahanmu. Aku tidak bekerja untukmu. Aku harus cepat pergi sebelum ketahuan. Aku harap kamu tidak akan melaporkan hal ini pada atasanku. Jangan jadi ember," jawab Shella sambil ngancam pria tersebut.
Shella berhasil masuk kedalam ruangannya. Mereka semua sudah menunggu ayam crispy yang dibawa Shella.
"Kerjakan dulu pekerjaan kita, jangan sampai Pak Indar marah," kata Shella mengingatkan.
Mereka mengerjakan tugas dengan penuh semangat. Tapi tiba-tiba, Pak Indar datang. Mereka semua panik dan segera menyembunyikan ayam crispy di dalam laci meja kerja mereka masing-masing. Akan tetapi, mereka tidak bisa menyembunyikan bau ayam crispy.
__ADS_1
...****************...