Cinta Ketua Geng Motor

Cinta Ketua Geng Motor
Bab 42. Adik tiri


__ADS_3

Hati Shella merasa cemburu saat melihat Galang berpelukan dengan wanita itu tanpa peduli perasaannya. Nama panggilan yang diucapkan wanita itu juga berbeda dan terdengar sangat spesial.


Shella menunduk dan tidak ingin menyaksikan pemandangan yang membuat hatinya kesal. Lebih kesal lagi, saat melihat wanita muda itu sangat manja pada Galang. Rasanya , ingin sekali Shella mendorong tubuh seksi gadis itu.


"Gege, makin cakep aja. Lebih terlihat muda," ucap gadis itu yang ternyata namanya Valeria.


"Lea, kamu pandai memuji sekarang. Kok tahu aku di sini?" tanya Galang akrab.


"Tau dong. Ada Abang yang kasih tahu. Trus aku ajak temen-temen buat acara di sini juga," jawab Valeria manja. "Nggak dikenalin sama dia?"


Shella melihat ke arah Galang yang tampak agak malu. Shella berpikir, pastinya karena Galang malu karena ketahuan jalan sama cewek lain. Gadis itu pasti akan marah pada Galang, kalau tahu dia adalah mantan kekasih Galang.


"Hampir lupa. Ini Shella ...," ucap Galang terhenti.


"Mbak Shella? Hallo, aku Valeria," sahut Valeria sambil menyalami Shella.


Shella berusaha tersenyum. Dia tidak ingin terlihat cemburu di depan Galang dan Valeria.


"Gege, aku balik ke temen aku dulu. Sampai ketemu nanti makan siang. Kita bertiga. Ajak Mbak Shella juga," ucap Valeria sambil melihat ke arah Shella.


"Oke. nanti aku share lokasinya," jawab Galang sambil tersenyum.


Valeria meninggalkan Galang dan Shella yang masih duduk bersantai. Shella ingin bertanya pada Galang tentang Valeria, tetapi dia merasa itu bukan urusan dia. Suasana menjadi agak dingin.

__ADS_1


"Kenapa tidak mengajaknya jalan bareng kamu?" tanya Shella mencairkan suasana.


"Dia ada acara sendiri dengan teman-temannya. Lagipula, aku tidak ingin, ada yang mengganggu kita. Karena acara ini untuk kamu," jawab Galang.


Shella tertawa mendengar ucapan Galang. Setelah berpelukan dengan wanita lain, kini mulut manisnya itu sedang merayunya.


"Kenapa tertawa. Seharusnya kamu sudah tahu maksudku. Shella, bolehkah aku mengejarmu lagi?" tanya Galang serius.


"Apa kamu bercanda? Apa mungkin aku akan setuju setelah kamu memeluk wanita itu di depanku?" jawab Shella balik bertanya.


"Kamu, cemburu?" tanya Galang senang.


"Nggak, siapa bilang aku cemburu. Itu bukan urusanku," jawab Shella kesal.


Shella memang pernah mendengar jika Maminya Galang menikah lagi saat Galang masih kecil. Itulah kenapa Galang memberontak dan ikut geng motor.


"Adik tiri? Aku pikir dia itu kekasihmu," ucap Shella malu.


"Aku sudah punya kekasih. Dia ada di depanku sekarang," ucap Galang serius.


"Kekasih, itu dulu. Kamu sendiri yang meninggalkannya," sahut Shella kesal mengingat masa lalunya.


"Shella, aku minta maaf. Saat itu aku pikir itu terbaik untuk kita. Tetapi, akhirnya aku sadar jika aku tidak bisa melupakan kamu. Aku berusaha menghubungi kamu, bahkan saat aku pulang, aku datang untuk menemuimu. Tetapi ayahmu mengatakan bahwa kalian, kamu dan Rafael akan bertunangan. Aku pikir, kamu sudah tidak mencintaiku lagi dan kamu mencintai Rafael," kata Galang.

__ADS_1


Shella menatap Galang tidak percaya. Ayahnya tidak pernah sedikitpun mengungkit Galang didepannya. Mana mungkin ayahnya melakukan itu, berbohong pada Galang.


"Kapan kamu pulang? Kamu bohong," kata Shella menahan sesak didadanya.


"Aku memang pernah salah, tapi aku bukan pembohong. Aku salah karena aku terlalu percaya dengan ucapan ayahmu. Aku tidak mencari tahu terlebih dahulu, apa yang sebenarnya terjadi. Tapi, saat aku kembali dan melihat kamu masih sendiri. Aku yakin, kita memang berjodoh," ucap Galang sambil menarik napas dalam-dalam.


"Sebaiknya, kita lanjutkan perjalanan saja," kata Shella untuk menghindari perasaannya yang mulai luluh.


"Shella, masih kuat jalan kan? Tinggal beberapa belokan lagi kita sampai," kata Galang sambil mengulurkan tangan padanya.


"Masih. Tapi ...," jawab Shella ragu.


"Kenapa, kamu capek. Mau aku gendong?" tanya Galang sambil menatap Shella.


Shella menggelengkan kepalanya, lalu berjalan terlebih dahulu. Galang mengikuti langkah Shella dari belakang.


Setelah beberapa belokan, mereka akhirnya sampai di sebuah air terjun yang sangat indah. Airnya sejuk dan suasana cukup ramai karena seluruh tim sudah sampai di sana.


Galang mengabadikan beberapa moment bahagia Shella dia air terjun tersebut. Galang juga meminta asistennya untuk mengambil gambar dia dan Shella. Agar tidak terlalu kentara, mereka foto bersama tim yang lain.


Diantara karyawan di perusahaan Galang, tampak sang sekretaris merasa cemburu melihat Shella dekat dengan Galang. Meskipun awalnya dia mengira bahwa Shella hanya akan dijadikan asisten, tetapi ternyata, justru Galang yang membawakan tas Shella.


Meilana, berusaha mencari kesempatan untuk membuat Shella menjauhi Galang. Sementara Shella tidak menyadari, jika ada orang yang ingin membuatnya celaka.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2