
Sebelum pergi ke rumah sakit,sienna sengaja membawa seth ke sebuah toko baju untuk membeli beberapa set baju untuk seth.
Untunglah sienna masih punya sisa uang bonus dari kantor di rekeningnya.
"coba yang ini" sienna memberikan satu set baju pada seth.
Seth sebenarnya enggan mencoba baju-baju itu.toh baju yang seth gunakan juga bersih dan bagus apalagi baju seth itu baju khusus untuk para malaikat jadi ga akan luntur,kucel apalagi bau seperti yang manusia kenakan.tapi demi sienna seth pun mau ga mau mencobanya toh menjelaskan pada sienna juga ga mungkin.seth ga mau dibilang pria gila yang penuh dengan imajinasi.
"apa ini bagus?" seth keluar dari kamar ganti dengan baju pilihan sienna.
"uumm....lumayan,coba yang ini" sienna yang masih belum puas kembali memberikan satu set baju dan kembali memilih-milih baju.
Seth hanya bisa pasrah dan kembali ke kamar ganti.
Beberapa menit kemudian.
"apa masih ada yang harus aku coba lagi?" wajah seth sudah terlihat muram dan lelah karena harus bolak-balik kamar ganti.
Sienna membatu ketika melihat seth,matanya ga berkedip,penampilan seth membuat sienna terkesima.
"ternyata penampilan bisa merubah seseorang" sienna berbisik dalam hati"lumayan tampan"puji Sienna ketika melihat ketampanan dan postur tubuh seth yang layaknya model.
"hey gadis...apa aku setampan itu?" goda seth pada sienna.
"ngaco...ayo ke kasir" sienna yang tersadar langsung menuju kasir.
Setelah membeli beberapa set baju,sienna dan seth masuk ke sebuah toko buah segar untuk tere.lalu melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit.
Didepan pintu utama rumah sakit sienna menghentikan langkah kakinya,melihat pintu masuk dengan pandangan kosong.
"apa kamu siap?" seth tau saat ini pikiran sienna dipenuhi dengan keraguan dan ketakutan.
"ayo..." sienna memberikan senyum terbaik pada seth,sienna benar-benar seorang aktris yang berbakat bisa menyembunyikan semua beban dipikiran dan hatinya dan berpura-pura tegar.seth juga tau senyuman sienna sangatlah palsu.
Sienna melangkahkan kakinya dengan pasti menuju lobby.
__ADS_1
Karena sienna ga mau ribet apalagi harus chat hellen terlebih dahulu untuk bertanya di ruangan mana tere di rawat?
Perlahan sienna mendekati meja dan memberanikan diri bertanya pada seorang Front office yang sedang bertugas.
"maaf mau tanya pasien atas nama tere lusiana di ruangan mana ya?" walaupun sienna sudah berusaha untuk tenang tapi seth masih bisa melihat tangan sienna sedikit gemetar.
"mohon maaf anda siapanya pasien?" tanya Front office tersebut ramah.
"saya teman kampusnya"
"baik tunggu sebentar" Front office mengangkat gagang telepon dan terlihat menghubungi seseorang.
"silahkan tunggu di ruang tunggu,dokter yang menangani pasien akan segera menemui anda"
"oh" sienna dan seth pun mundur dan duduk di ruang tunggu.
Beberapa menit kemudian seorang dokter muda dan tampan menghampiri Front office,Front office itu menunjuk ke arah sienna.dokter itupun menghampiri sienna dan seth.
"selamat sore" sapa dokter muda tersebut sambil tersenyum.
"sore dok" sienna langsung berdiri dari duduknya.
"saya...kalau begitu,bolehkah saya melihat pasien dari jauh dok?" sienna merasa kehadirannya akan membuat kondisi tere semakin parah tapi sienna tetap ingin melihat keadaan tere.
"baik,mari" dokter mempersilahkan sienna mengikutinya.
Sampailah mereka di sebuah ruang perawatan.
Sienna melihat seorang wanita tengah berbaring lemah dari kaca jendela ruangan,wanita itu adalah tere,tere yang dulu ceria,sehat dan selalu aktif dalam pelajaran olahraga kini terbaring lemah.
Sienna melihat ada banyak selang dan kabel menempel ditubuh tere termasuk elektroda dan masih banyak peralatan rumah sakit lainnya yang ga boleh jauh dari tere.seperti Oksigen,Alat monitor hemodinamik dan saturasi,Alat perekam denyut Jantung,syring pum dan masih banyak lagi yang lainnya.seorang perawat juga duduk disampingnya memantau detak jantung dari monitor.
Sienna membalikan badannya,ga sanggup rasanya dia melihat penderitaan tere.
"tere akan baik-baik saja" seth mencoba menenangkan sienna dengan memeluknya dan membiarkan sienna menangis lagi di dadanya.
__ADS_1
"aku mau ketemu tere..." sienna memukul-mukul seth.
"tenang sien,tere pasti baik-baik saja" tanpa sadar seth memeluk sienna erat.
Seorang perawat keluar dari ruang perawatan dan menghampiri mereka.
"maaf apa anda nona sienna?" perawat itu bertanya.
Sienna langsung membalikan badannya.
"iya,saya sienna" suara sienna lirih.
"maaf dok pasien barusan berbisik ingin bertemu dengan nona ini"
"bagaimana dengan kondisinya?apa semua stabil?" dokter memastikan kalau pasien baik-baik saja.
" semuanya normal dok" perawat itu memberikan selembar kertas dari hasil pantauannya selama berada disamping pasien.
"baiklah,tapi sebelumnya kalian harus mensterilkan diri terlebih dahulu dan bicaralah pelan-pelan karena pasien butuh ketenangan" dokter menjelaskan peraturan.
"baik dok"
Setelah mensterilkan diri,sienna dan seth ditemani dokter dan perawat masuk ke ruangan dimana tere dirawat.
"sein" suara tere parau.tere perlahan bangun dari tidurnya dan merentangkan kedua tangannya.melihat Tere yang lemah sienna langsung berlari dan memeluk tere.tangis dari kedua sahabat itupun tak terbendung.mereka melepaskan semua beban dihati mereka dengan saling mengucapkan kata maaf.
Nafas tere terdengar pendek.setiap kata yang tere ucapkan selalu dipotong dengan satu tarikan nafas yang berat.
"re...aku minta maaf..."
"ssttt....aku...juga...minta...maaf...sien..." begitulah setiap tere bicara.dadanya terus turun naik mengatur nafas yang membuatnya tersiksa.
"si...siapa....dia....?" tere melirik seth yang berdiri dibelakang sienna.
"dia...pacarku" sienna melambaikan tangan pada seth,seth pun menghampiri mereka berdua.
__ADS_1
Mendengar ucapan seinna terlihat senyuman yang terbersit dibibir tere.
"tol....long...jaga...sienna...ya..." tere memegang tangan seth dan seth hanya mengangguk.