
Keesokan harinya.
Pagi sekali sebuah motor yang sudah tidak asing sudah terparkir di halaman rumah sienna.seorang pemuda tampan tinggi dengan kemeja dan celana jeans juga tas ransel dipundaknya berdiri didepan pintu.dia terlihat diam mematung didepan pintu,ada keraguan yang terpancar diwajahnya.
"apakah pria itu yang akan membukanya?"gumamnya dalam hati, terakhir kali saat Axel mengunjungi rumah Sienna Axel disambut dengan tidak menyenangkan dari seorang pria dan itu masih melekat dalam ingatannya.
TOK TOK TOK
Akhirnya Axel memberanikan diri mengetuk pintu,tidak perduli siapa yang membuka pintunya toh dia punya alasan yang bagus.
"SEBENTAR"terdengar suara Sienna dari dalam rumah.
"ka-k ax-el"seorang wanita yang masih mengenakan piyama berdiri didepan Axel,wajah polos tanpa make-up serta rambut yang terurai panjang terlihat seperti matahari yang bersinar di pagi hari nan cerah di mata Axel kala itu.
"hai... selamat pagi"sapa axel melambaikan tangan dengan senyum yang tersungging dibibirnya.matanya sibuk melirik kedalam rumah kalau-kalau pria itu tiba-tiba muncul"tadi aku lewat sini jadi kita bisa sekalian ke kampus sama-sama"
"masuklah aku siap-siap dulu"
Axel tersenyum tipis,dia merasa sedikit lega karena sikap Sienna tidak sedingin kemarin padanya.sedikit ragu Axel melangkah masuk dia terus melihat sekeliling mencari sosok pria sombong itu.
__ADS_1
"duduklah dulu"
"duduk ya tinggal duduk kenapaasih ragu,lagian pria itu kelihatannya ga ada di rumah"gumam Axel sambil duduk di ujung sofa.
"jangan macam-macam,dia hanya teman kampus"Sienna memperingatkan prajurit Zhao yang sudah bersiap mengeluarkan pedang dari selongsongnya.
"baik nona"prajurit Zhao kembali memasukkan pedangnya lalu mundur beberapa langkah.
Atas perintah dari Seth yang mengatakan kalau dirinya hanya boleh berada di dapur pada siang hari agar tidak terlalu sering melihat Sienna dan berjaga didepan rumah ketika malam tiba.selama berada didalam rumah prajurit Zhao juga tidak di perbolehkan menggunakan kekuatan bayangan agar Sienna tidak merasa kesepian, walaupun hanya berdiri dipojok ruangan tapi minimal bisa membuat Sienna merasa ada teman,larangan paling keras yang Seth katakan adalah prajurit Zhao tidak boleh menatap wajah Sienna apalagi duduk di samping sienna.seth tidak mau ada pria lain yang menatap Sienna selain dirinya.sementara tugas menjaga sienna diluar rumah memang harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi selain penampilan prajurit yang mencolok juga akan membuat Sienna tidak nyaman jika di kuntit seorang prajurit.
"tuan Seth ini jelas-jelas sedang cemburu tapi masih ga mau mengambil kembali tugasnya.haahh....entah sampai kapan aku harus terus menundukan kepala begini.lama-lama pegal juga"prajurit Zhao memegang lehernya yang terasa agak sedikit tegang.
Sebagai team lapangan,mereka berdua tidak diperbolehkan membuka stand bazar sendiri,mereka hanya bertugas membantu menata dan mengarahkan teman kampusnya, setelah seluruh bazar berdiri dengan rapih mereka berdua lalu membagikan brosur ke setiap rumah warga sekitar sambil memberikan sedikit penjelasan tentang produk yang ada didalam brosur "pantas saja aku diberi tugas ini?"gumam Sienna yang baru menyadarinya.semua orang di kampus tidak meragukan prestasi Sienna,selain cantik Sienna juga pandai melobi sementara Axel terkenal sebagai bintang kampus tertampan, rektor tau betul bahwa zaman sekarang bukan hanya anak muda yang lebih tertarik dengan fisik dan mudah dirayu tapi juga para orang tua.mereka tidak pernah salah dalam mengambil langkah demi kesuksesan bazar kampus kali ini.
Hari yang cukup sibuk dan melelahkan bagi Sienna dan axel.setelah selesai menyebarkan brosur mereka berdua memutuskan untuk beristirahat sejenak di belakang stand.duduk diatas hamparan rumput sambil meluruskan kedua kaki.
"ngomong-ngomong hari ini aku ga melihat pria yang tinggal di rumahmu?"Axel membuka pembicaraan setelah cukup lama mereka terdiam"apa kalian putus?"melihat Sienna terdiam axelpun kembali bertanya.
Mendengar ucapan Axel Sienna langsung melirik Axel dengan sudut matanya.selain prajurit Zhao di rumahnya memang tidak ada pria lain,lagi pula selama ini prajurit Zhao hanya bersembunyi di dapur jadi Sienna yakin pria yang Axel maksud adalah seth.sienna ingat waktu terakhir kali Axel datang ke rumahnya waktu itu sethlah yang menyambut kedatangan Axel dan mengaku kalau mereka adalah pasangan kekasih.wajah Axel ketika itu langsung berubah merah dan pergi begitu saja"ya,saat itu Seth mencoba menjauhkanku, sekarang dia sendiri yang mencoba menjauh dariku"gumam Sienna.
__ADS_1
"baiklah anggap saja aku ga bertanya,aku akan belikan minuman dulu"
"jangan tanya tentang dia lagi"ucap sienna tiba-tiba membuat Axel yang saat itu hendak pergi kembali duduk disamping Sienna.
"apa dia menyakitimu?apa dia meninggalkanmu karena wanita lain?"
"dia ga seperti kamu yang suka main perempuan"
"kenapa aku?aku juga bukan suka main perempuan tapi perempuan yang datang padaku, seperti Ter....."ucapan Axel terhenti ketika melihat lirikan tajam Sienna"baiklah aku akan beli minuman sekarang"
Ketika melihat Axel di ruangan rektor setelah sekian lama tidak bertemu memang cukup membuat Sienna terkejut tapi kali ini Sienna tidak merasakan lagi jantungnya berdebar kencang seperti dulu justru malah membuat Sienna ingin menghindar sejauh mungkin"apakah rasa cinta dihatiku sudah berubah benci karena perbuatan Axel yang telah berbohong atau karena dalam di hatiku sudah tergantikan oleh Seth?"gumam Sienna menatap punggung Axel"cinta memang rumit"ucapan Sienna pelan.
Sienna memeluk kedua lututnya dan menenggelamkan wajahnya diantara lututnya itu.
"Seth apakah kamu benar-benar ingin seperti ini?"apakah aku masih boleh melihatmu sekali saja?"tanpa terasa air mata Sienna menetes membasahi celana jeansnya.
Menahan rindu memang sangat menyakitkan lebih tragis lagi jika tidak bisa melihatnya sama sekali.tidak tau apakah Seth juga merasakan kerinduan yang sama dengannya.
"apa mereka benar-benar putus?apa pria itu menyakiti Sienna?kurang ajar...aku akan buat perhitungan dengannya,tunggu saja"gumam Axel berdiri didepan Sienna yang masih memeluk lutut.
__ADS_1
Walaupun dulu Axel pernah menyakiti Sienna tapi perasaan cintanya sangatlah sungguh-sungguh dan ketika ada pria lain di samping Sienna,Axel tidak dapat memungkiri bahwa hatinya sakit dan dipenuhi rasa cemburu.seandainya waktu itu Sienna tidak memaksanya untuk mengejar Tere mungkin hubungan mereka masih berlanjut sampai sekarang.hanya saja akan ada hubungan lain yang retak.tentang gosip yang beredar di kampus yang mengatakan Tere sakit karena kena guna-guna Sienna tentunya membuat Sienna semakin terpuruk"semua salahku Sienna,maafkan aku"Axel masih terus memandangi Sienna.