
Pagi itu sinar matahari pagi menembus tirai jendela kamar sienna.
Seorang pria tampan tengah asik memperhatikan wajah cantik dan imut sienna yang masih terlelap.
Bahkan dia menggunakan kekuatannya untuk menghentikan waktu agar bisa lebih lama melihat wajah sienna.
"aku ga tau apakah yang aku lakukan salah,tapi entah kenapa aku selalu ingin menjauhkan kamu dari apapun yang akan membuatmu menangis.apakah aku sudah melampaui batas tugasku yang harusnya hanya melindungi kamu?dan entah kenapa setiap kali melihat kamu menangis,hati aku yang sakit?dan kenapa setiap kali melihat wajahmu jantungku berdebar?" seth terus memperhatikan wajah sienna.bibir mungil sienna membuat seth menjilat bibirnya sendiri.seth kembali teringat saat dia mencium bibir sienna karena terpaksa,itu adalah ciuman pertama baginya dan rasanya sangat sulit untuk dilupakan ketika bibirnya menyentuh dengan lembut bibir sienna.
"eemm...." sienna menggeliat,meregangkan tubuhnya.dan....
"AAAHH......" teriak sienna,ketika membuka matanya seth tepat didepan wajahnya.
"kamu mau ngapain?" sienna langsung menggeser duduknya dipojok tempat tidur dan menutup dadanya dengan bantal.
"aku mau bangunin kamulah" seth membela diri.
"tapi kan ga perlu sampai sedekat itu juga,bikin kaget aja" sienna melempar bantal ke wajah seth.
"memangnya aku ga kaget?kamu teriak kencang banget sampai telinga aku budeg" seth mengorek-ngorek telinga.
__ADS_1
"aku juga ga akan teriak kalau kamu banguninnya bener"
"trus aku harus bangunin kamu gimana?lempar panci dari dapur?lempar pas bunga?biar aku ga deket-deket sama kamu"
"ya ga gitu juga,kan masih ada cara lain"
"apa?"
Mereka berdua memulai pagi hari dengan pertengkaran.
Setelah selesai mandi dan siap-siap ke kantor,sienna langsung menuju meja makan untuk sarapan yang sudah disiapkan oleh seth.
Begitulah setiap pagi yang sienna jalani setelah kehadiran seth di rumah.selain sarapan yang sudah tersedia ketika bangun tidur.rumah,dapur,baju kotor dan semua yang berurusan dengan rumah yang semula berantakan jadi bersih dan rapih.entah jam berapa seth bangun sampai bisa menyelesaikan semua pekerjaan rumah sebelum sienna bangun.
"memangnya kenapa?" seth menciumi tubuhnya."ga bau aahh"
Bagi seth mandi atau ga itu ga ada bedanya,seorang malaikat seperti dirinya akan selalu bersih dan wangi seperti ribuan bunga yang ada syurga.
Ketika para malaikat mandi dengan air langit maka ketampanan mereka akan semakin terpancar.ga seperti manusia di bumi pada umumnya walaupun mandi tapi wajah mereka ga akan berubah apalagi menjadi muda.
__ADS_1
"kenapa bengong?mandi sana,jorok iihh...." sienna semakin kesal,rasanya seperti memiliki adik laki-laki yang susah diurus.
"iya,iya" seth akhirnya menurut.
"jangan lupa ganti bajunya ya" teriak sienna.
Beberapa menit kemudian seth keluar dari kamar mandi dengan handuk membalut pinggang sampai lututnya,sementara bagian dada dan perut dibiarkan terbuka begitu saja.
Sisa air menetes mengikuti lekuk tubuh seth yang six-pack.
GLEK
Sienna menelan ludah.
"pemandangan pagi yang menggiurkan" bisik sienna dalam hati.
"ada apa?kenapa melihatku terus?apa kamu terpesona dengan bentuk tubuhku?" seth menggoda sienna dengan bersandar di dinding dan menyelipkan satu tangannya ke belakang kepala lalu tangan lainnya diselipkan di lipatan handuk layaknya seorang model yang memamerkan tubuhnya.
"ngaco,pakai bajumu"
__ADS_1
Sienna melempar garpu yang dia pegang ke arah seth dengan refleks seth menangkapnya.
"galak bener"gerutu seth