
"hallo Sienna"
Sienna terperanjat dari tidurnya,nafasnya memburu, keringat dingin mengucur deras menyusuri lekuk wajahnya.
Sienna melihat sekelilingnya lalu sejenak terdiam.
"haah....hanya mimpi,tapi kenapa terasa begitu nyata"
Dada Sienna berdegup kencang seolah telah bertemu dengan hantu.melirik jam dinding yang tergantung di atas meja riasnya.
"jam dua malam"
Setelah bangun dari mimpi buruk mungkin akan sulit bagi Sienna untuk tidur kembali.
"prajurit Zhao..."panggil Sienna sembari keluar dari kamar.
"tolong ambilkan dua botol minuman soda di kulkas"
"baik nona"
Prajurit Zhao meletakan dua botol minuman di atas meja.
"duduklah"
"maaf nona aku tidak berani"
"aku yakin Seth akan mengerti,ayo duduklah temani aku minum,ini juga bukan minum beralkohol hanya minuman ringan biasa"
Dengan ragu prajurit Zhao duduk dan menerima botol minuman dari Sienna.
"haah... selain kamu tidak ada lagi yang bisa menemani aku saat ini"
__ADS_1
"apa nona bermimpi buruk?"
"ya...mimpi yang terasa begitu nyata, prajurit Zhao menurutmu itu pertanda apa?"
"maksud nona Sienna?"
"sudahlah,lupakan aku cuma merasa lelah"Sienna melempar pandangan keluar jendela.
Prajurit Zhao memberanikan diri mengangkat wajahnya dan menatap lekat wajah wanita yang duduk disampingnya itu,ini adalah kali pertama baginya melihat wajah sienna secara langsung dari dekat setelah sekian lama hanya berani menatap jari-jari kakinya.
Tidak heran kenapa Seth begitu mencintai Sienna,selain cantik,Sienna juga dewasa.wanita terhebat yang baru pertama kali prajurit Zhao temui.seorang wanita rapuh yang berpura-pura kuat dan memaksakan diri menyembunyikan luka dan beban di hatinya dengan selalu mengulas senyum palsu di bibirnya.sudah sewajarnya Seth begitu menjaganya dengan baik.selama ini mungkin cukup berat bagi Seth untuk menahan diri dari godaan sebesar ini.
Dulu Seth pernah bercerita tentang Sienna padanya, seperti yang pernah Seth alami Sienna juga pernah berjuang menahan perasaan kepada pria yang sempat dia cintai hingga akhirnya membuat Sienna terpuruk dalam kesedihan karena harus kehilangan sahabat terbaiknya.
"apa sesulit itu untuk memahami cinta?"pertanyaan prajurit Zhao pada dirinya sendiri.
Prajurit Zhao sangat memahami betapa besarnya rasa rindu yang Sienna pendam pada Seth dan saat ini Sienna benar-benar membutuhkan sosok Seth sebagai penenang jiwanya yang kalut.
"aku tau,jangankan kamu ketua saja tidak bisa berbuat apa-apa tapi aku sangat faham"
"dulu aku sangat ingin hidup seperti wanita pada umumnya, memiliki kekasih yang peduli, perhatian dan selalu ada saat di butuhkan.tapi semenjak beranjak sekolah dan dewasa laki-laki yang mendekatiku bisa di hitung jari bahkan mereka hanya singgah sesaat,hanya bisa mempermainkan perasaanku.walaupun awalnya menyalahkan takdirku tapi setelah tau penjelasan dari ketua aku sedikit lebih faham kenapa dia melakukan itu padaku,hanya saja aku merasa dia sedikit kejam karena membuatku kesepian dan merasa seperti sedang menerima hukuman atas perbuatan yang tidak pernah aku lakukan sama sekali.utulah kenapa aku belum bisa mengakuinya bahwa dia kakekku dan sangat sulit rasanya menerima kenyataan bahwa aku adalah bagian dari kalian"
"sejujurnya ketua sangat peduli pada nona,dia sangat menyayangi nona.apapun yang dia lakukan semua demi kebaikan nona"
"aku tau,apakah aku ini benar-benar keturunan malaikat?lalu dimana letak kekuatanku?apa yang bisa aku lakukan?"
"semuanya butuh proses nona,tidak segampang apa yang nona pikirkan"
Sienna merasa apa yang di katakan prajurit Zhao benar,tidak mudah untuk menemukan jati diri,terlalu memaksakan diri juga tidak baik.sienna hanya bisa menunggu waktu yang tepat,biarkan waktu yang akan menjawabnya.
Dan Lucifer yang tiba-tiba datang dalam mimpinya seolah memperingatkan Sienna untuk lebih hati-hati.walaupun hanya mimpi yang tidak pasti kebenarannya,tapi Sienna merasa akan ada sesuatu yang terjadi tapi entah apa dan dimana?
__ADS_1
Setelah sekian lama Lucifer menghilang ini bukanlah suatu kebetulan bagi Sienna.
"Kenapa nona tidak kembali ke dunia atas? nona masih memiliki ketua bukankah itu bagus?"
"di sini adalah tempat kenangan terbanyak yang di tinggalkan Seth,paling tidak aku bisa mengenangnya walaupun kadang terasa sakit
"oh ya,terimakasih sudah menemani minum,aku mau istirahat,besok kita akan ke dunia atas untuk menemui ketua"
"baik nona"
Walaupun sulit untuk memejamkan mata kembali,tapi bukan berarti Sienna harus menggangu prajurit Zhao dengan menemaninya minum semalaman, apalagi raut wajah prajurit terlihat tegang dan ketakutan seperti itu.mungkin Seth terlalu menekannya hingga membuat prajurit Zhao memasang jarak yang begitu tebal.walaupun cukup bagus bagi mereka berdua tapi yang Sienna butuhkan saat ini adalah teman mengobrol.selama di hati Sienna hanya ada Seth dan selama prajurit Zhao menghormati Seth juga dirinya Sienna yakin tidak akan terjadi hal yang tidak diinginkan.prajurit Zhao juga cukup baik dan patuh dia juga menjalankan tugasnya dengan sangat baik.
"nona Sienna jika ada hal yang sedikit mengganjal nona bisa mencarimu untuk berbagi cerita,aku harap nona tidak salah faham dengan niatku,hanya ini yang bisa aku lakukan untuk nona dan juga tuan Seth"akhirnya prajurit Zhao bisa mengatakan apa yang ingin dia katakan pada sienna.tidak ada niat apapun tapi sebagai penjaga pengganti prajurit Zhao tidak akan melewati batasan apapun yang sudah Seth buat untuknya,hanya menawarkan diri sebagai teman tidak lebih dari itu.
"baik, terimakasih prajurit Zhao.kamu bisa istirahat sekarang tidak perlu berjaga di depan kamarku"
Walaupun itu permintaan Sienna tapi tidak semata-mata prajurit Zhao menyetujuinya.dia tetap berjaga didepan kamar Sienna apapun perintah Sienna karena perintah dari Seth sangatlah penting baginya.kecemasan Seth sangatlah beralasan selama ini prajurit Zhao juga sudah mendengar banyak tentang Sienna,Seth dan juga Lucifer.walaupun Lucifer adalah sosok idolanya tapi mendengar niat jahatnya tentu saja membuat prajurit Zhao jijik,tidak ada ayah yang meniduri anak kandungnya sendiri demi menguasai seluruh dunia.
Tapi kehebatan Lucifer ketika di Medan perang tetaplah yang terbaik di matanya.
Waktu menunjukkan pukul tujuh pagi.
Prajurit Zhao masih berdiri didepan kamar Sienna,tangannya sempat ingin mengetuk pintu kamar yang tertutup itu tapi rasanya tidak sopan baginya.membiarkan Sienna tidur lebih lama mungkin lebih baik untuk kesehatan nonanya karena semalaman dia terjaga karena mimpi buruk.
Sarapan yang sudah tersaji di atas meja bisa Prajurit Zhao hangatkan kembali setelah Sienna bangun nanti.
"tuan Seth tenang saja aku berjanji akan menjaga nona Sienna dengan baik demi dirimu.ini adalah kehormatan bagiku"
Prajurit Zhao kembali berdiri tegak didepan pintu kamar.
Apa mungkin prajurit Zhao sudah memutuskan untuk berpindah haluan untuk sang idola?
__ADS_1