Cinta Sang Malaikat Penjaga

Cinta Sang Malaikat Penjaga
Eps 6


__ADS_3

"hoooaamm...." sienna membuka matanya perlahan


"KAK....AXEL...."


Alangkah terkejut Sienna ketika yang pertama sienna lihat adalah wajah axel


Axel terus memperhatikan Sienna dan tersenyum tipis.


sienna sontak bangun dengan wajah merona dan benar-benar malu.


"selamat pagi putri tidur"


"se-sejak kapan kakak bangun?" sienna masih ga berani menatap wajah axel.


"ya lumayan lama,tapi aku puas karena bisa melihat wajah seorang bidadari dipagi hari"


Gombalan axel membuat sienna langsung bangun dan pergi ke kamar mandi,berusaha menyembunyikan raut wajahnya yang memerah.


"ya tuhan jantungku...." bisik sienna sambil memegangi dadanya yang dag dig dug ga karuan.


TOK TOK TOK


"sien,aku pulang dulu ya.aku udah pesankan sarapan buat kamu.kalau ada apa-apa telepon aja"


Sienna ga berani keluar dari kamar mandi sebelum mendengar suara motor Axel pergi menjauh.


"apa yang harus aku lakukan?" sienna jongkok didepan pintu kamar mandi.


Perasaannya yang mulai tumbuh bahkan berkembang seakan harus dihancurkan begitu saja ketika mengingat tere.


TRING


Satu pesan chat masuk.


apa kamu akan baik-baik aja kalau sendirian di rumah?


Tanya axel disebuah pesan.sienna segera membalasnya.

__ADS_1


Ga apa-apa kak,hanya tadi malam aja.soalnya aku paling takut gelap,mana tere ga ada.


memangnya kenapa kak?


Pesan sienna ceklis dua biru,tanda sudah dibaca oleh axel.


Tadi malam ketika kamu tidur aku mendengar suara-suara aneh didapur,bahkan lemari baju kamu...


Ya sudahlah jangan dipikirkan.telepon aku jika ada apa-apa ya.


Lagi-lagi axel menunjukkan perhatiannya pada sienna.membuat sienna semakin ga bisa menjaga jarak.


"sial,padahal tadi malam suasananya pas banget,harusnya aku udah bisa melanjutkan yang tertunda waktu di klub, cuuiihhh gara-gara suara ga jelas jadinya gagal kan" gerutu axel kesal.


"seandainya waktu itu aku langsung bawa Sienna ke hotel mungkin kita akan melanjutkan adegan di klub,bego...bego...."Axel memukul-mukul kepalanya sendiri.


Sementara itu sienna mencoba menghubungi tere,dan bertanya kapan dia akan pulang?Sienna takut ketika Axel ada di rumah bersamanya Tere datang.


"kesepian ya sayangku?maaf deh aku belum mau pulang.aku masih betah sama axel" jawab tere di telepon.


"re..." sienna terdiam.


"eemm,ga ada.jaga diri ya re" sienna ga sanggup memberitahukan semuanya pada tere.


"oh ya sien,aku akan mengenalkan kamu sama temannya axel.dia manis dan baik,gimana kalau malam ini kita double date?"


"a-apa...?"


"aiishh,pokonya malam ini aku tunggu kamu di restoran tempat biasa kita makan ya,bye..." tere menutup teleponnya.


Mendengar perkataan tere sienna ga bisa berbuat apa-apa,hanya bisa menurut dan berharap dengan adanya laki-laki lain dirinya dan axel bisa menjaga jarak dan perasaannya pada axel bisa hilang.


Malampun tiba.


Axel yang ga mengetahui apa-apa mengikuti keinginan tere yang mengajaknya makan malam di restoran.


"hey..." seorang laki-laki berpostur tinggi,lumayan six-pack dan berwajah manis menyapa.

__ADS_1


"kok kamu ada disini?" tanya axel heran melihat teman satu kampusnya ada di restoran yang sama.


"duduk ryl,pesan apa dulu kek sambil nunggu" tere mempersilahkan beryl untuk duduk,tere menggeser satu kursi untuk beryl.


"kok kamu ga bilang mau makan sama si beryl?" tanya axel sambil melirik tere,Axel merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh tere darinya.


"udah deh duduk aja dulu,nanti juga tau"


Beberapa menit kemudian.


"SIENNAA......SINI...." tere yang memang sedari tadi memperhatikan pintu masuk restoran.langsung berdiri dan melambaikan tangannya pada sienna yang baru saja tiba.


Sienna pun menghampiri meja tere.


"duduk sien" tere menggeser kursi disamping beryl.sienna hanya menurut.


"oh ya sien kenalin ini beryl,beryl kenalin ini sienna" tere mempersilahkan kedua orang asing itu saling berkenalan dan berjabat tangan untuk mengenal satu sama lain.


Dari sini axel mulai faham maksud dari tere.


"beryl itu baik loh sien,dia juga pinter,ya kan ryl...?" tere memulai pembicaraan layaknya biro jodoh,memancing agar percakapan mereka lancar.


Sienna hanya tersenyum,sementara axel terlihat murung dan kesal.


"aku pulang dulu,masih ada tugas" axel tiba-tiba bangun dan langsung pergi gitu aja.


"sayang....." tere terkejut melihat axel marah


"kalian nikmatilah makan malamnya,bye..." tere langsung bangun dan berlari mengejar axel yang sudah melewati pintu restoran.


"sayang kamu kenapa?" tanya tere sambil menarik tangan axel.


"kenapa sih kamu ga bilang sebelumnya sama aku kalau kamu mau ngejodohin sienna sama beryl?" axel menepis tangan tere,wajahnya terlihat benar-benar kesal.


"iya maaf,aku cuma mau sienna punya pacar,biar dia ga kesepian.aku ga bilang dulu sama kamu juga karena aku pikir kamu pasti mendukung beryl,apalagi beryl juga kan teman dekat kamu" tere mencoba menjelaskan sambil memegang kedua tangan axel.


Axel masih terlihat kesal dan emosi.sambil menyalakan motornya axel melihat sienna yang sedang duduk bedua bersama laki-laki lain.

__ADS_1


Melihat senyum sienna yang manis untuk laki-laki lain,melihat laki-laki lain memandang wajah sienna,axel merasa dadanya sesak,emosi semakin memuncak.walaupun laki-laki itu adalah teman dekatnya tapi axel benar-benar ga rela.


"gila...?" bisik axel dalam hati.


__ADS_2