
Flashback.
Malam itu,setelah selesai jam kantor.
Syera terlihat duduk di kursi kerjanya dengan santai dan bertumpang kaki, kelihatannya dia sengaja pulang paling akhir dari yang lainnya.
Entah apa yang dia rencanakan.
Kliiikk
CEO diikuti sekertaris dan managernya keluar dari ruangan.mereka melihat syera terheran-heran.
"kamu kenapa belum pulang?"tanya sekertaris.
"a-aku baru mau pulang kok"jawab syera sambil mengambil tas miliknya.
"kalian pulanglah,aku akan mengambil berkas di ruanganku dulu"ucap CEO dingin.
"baik boss"
Manager dan sekertarisnya pun kemudian pergi meninggalkan kantor.
Tapi bukannya kembali ke ruangan,CEO malah pergi menyusul syera yang saat itu berjalan ke kamar mandi wanita.
Tak Tak Tak
Kondisi kantor yang sepi membuat langkah kaki sang CEO terdengar keseluruhan ruangan.
CEO melangkah dengan santai,memasukan kedua tangan disaku celana,tatapan yang dingin seakan bersiap menerkam mangsanya yang sedang berdiri didepan pintu toilet perempuan.
Syera memainkan kancing bajunya dengan genit dan menatap CEO dengan tatapan sendu.
"jangan menggodaku"ucap CEO sambil melangkah santai mendekati syera.
"apa aku terlihat menggoda?"tingkah syera semakin genit"bukankah kamulah yang menggodaku CEO yang tampan?"lanjut syera sambil membuka satu kancing kemejanya.
"hemm...apa kamu siap menanggung resikonya?"CEO mengangkat dagu syera pelan.
"aaku siap dengan apapun resikonya?" syera memainkan dasi yang CEO kenakan.
"heeemmm...."senyum CEO menyeringai"baiklah,kita akan lihat seperti apa permainanmu"bisik CEO,tangan kekarnya meraih pinggul syera dan memberi sedikit tekanan ditubuh molek syera ke tembok.
__ADS_1
"aahhh...."
SREETTT
Seketika kemeja yang syera kenakan terbuka, terlihatlah seluruh keindahan yang syera miliki,mata CEO terpesona dengan dua gunung yang bulat penuh mengintip dari balik pakaian dalamnya.
Syera hanya meliriknya sesaat,lalu membiarkan bibir CEO bermain dengan puas di dadanya.
"aahh....."
CEO mengangkat tubuh syera masuk kedalam kamar mandi wanita dan menjatuhkan syera di toilet duduk.
Tanpa basa basi CEO melucuti pakaiannya satu persatu hingga tidak ada lagi seutas kainpun yang menutupi bentuk tubuh nan kekar itu.
"woaaw...."decak kagum syera yang saat itu melihat betapa besarnya milik CEO.matanya ga berkedip sedikitpun,terdiam mematung memperhatikan pemandangan indah yang ada didepannya itu.
Tangan nakal syera mulai menelusuri dan bermain-main dengan daerah sensitif CEO yang melebihi ukuran standar pria lain.
"sungguh bukan standar pria biasa"bisik syera, tersungging senyum puas dibibirnya.
Senyum CEO menyeringai.ketika melihat permainan syera yang seperti seorang profesional.tangannya yang kekar mencambak rambut pendek syera.
CEO mengangkat tubuh syera,dengan sekali gerakan saja seluruh kain yang menutupi tubuh syera terbuka semua.ceo membalikkan badan mungil syera menghadap ke tembok kamar mandi.
Saat itu syera merasakan sesuatu yang tumpul dan besar menerobos masuk.
Pertempuran panas antara syera dan CEO malam itu membuat ruangan yang lembab itu terasa panas dan membuat mereka berkeringat.
CEO melepaskan tubuh syera,dan membiarkan syera mengambil alih kendali.
Syera yang duduk duduk membelakangi CEO bergerak perlahan,ritme yang syera mainkan perlahan-lahan cepat.syera dapat merasakan puncak yang membuatnya melayang.
Tiba-tiba syera terdiam dan terkejut, ketika matanya menangkap bayangan yang ada dibelakangnya dari pantulan cermin didepannya.
Syera melihat sepasang sayap putih yang mengeluarkan api
"kenapa?"wajah CEO muncul dari belakang tubuh syera.
Yang lebih membuat syera terkejut adalah ketika dirinya melihat wajah CEO yang ada di pantulan cermin.
CEO yang tadi masih terlihat tampan kini sangat mengerikan,sepasang taring yang tajam dan panjang keluar dari sudut bibirnya, sepasang tanduk runcing tumbuh diatas kepala dan mata CEO juga berubah menjadi merah seperti darah.selain itu dada CEO yang bidang kini ditumbuhi bulu yang lebat.
__ADS_1
"AAAHHHH....."teriak syera.
Tiba-tiba sepasang tangan dengan kuku jari yang panjang hitam serta bulu yang tumbuh ditangannya menyergap tubuh syera dengan kuat.
Sudah terlambat bagi syera untuk lari.
CEO membanting tubuh syera ke lantai,lalu menekannya dengan kuat.menyalurkan kembali hasratnya yang masih bergelora tersebut dengan beringas.
SREEKKK
Cakaran demi cakaran mendarat di tubuh mulus syera.
"AAAHHHH...."
Teriakan syera tidak membuat monster itu kasian tapi justru malah membuatnya semakin bersemangat.kedua taring yang panjang tertancap tepat di leher syera.darah mengalir membasahi lehernya.
"aa...aa..."suara syera terputus-putus,tangannya gemetar memegang leher bekas luka gigitan taring bossnya sendiri.
CEO senyum menyeringai,dia terus bergerak dengan cepat,merobek bagian sensitif syera.
"AAARRGG....."
Suara lolongan yang kencang keluar dari mulut CEO, tubuh wanita itu kini lemah terkulai.
Darah bercucuran dari leher,luka cakar dan bagian sensitif syera.
"hosh...hosh..."suara CEO berubah seperti monster menggema diruangan kamar mandi seraya menghempaskan tubuh syera yang sudah tak bernyawa.
Perbuatan CEO saat itu rupanya diketahui oleh Adolf yang mengintip dari balik pintu kamar mandi.
Saat itu Adolf meninggalkan ponselnya di meja kerja,terpaksa dirinyapun kembali ke kantor dan ijin sama keamanan kantor untuk masuk ke dalam.kantor yang saat itu sudah tutup dan sudah dikunci terpaksa dibuka kembali.
Adolf pun berlari masuk ke ruangan dan mengambil ponsel yang memang masih ada diatas mejanya.tapi saat Adolf hendak keluar tiba-tiba dirinya mendengar suara-suara yang mencurigakan dari dalam kamar mandi perempuan.mulanya Adolf akan ngegep orang tersebut dan mengadukannya pada keamanan kantor.tapi saat Adolf mengintip dari pintu kamar mandi betapa terkejutnya Adolf ketika seseorang yang berwujud mengerikan mencakar habis tubuh seorang wanita yang tanpa busana.
Adolf melihat sepasang sayap api tumbuh dari punggung orang tersebut,taring panjang dan tanduk yang runcing serta bulu yang memenuhi tubuhnya.
Sungguh sial bagi Adolf, mahkluk itu menyadari keberadaan Adolf yang sedang berdiri dibalik pintu dengan tubuh gemetar dan tanpa menunggu lama CEO yang berwujud mahluk mengerikan itu langsung menyerang Adolf secara brutal, beberapa cakaran mendarat di tubuh Adolf serta gigitan taring yang cukup dalam di lehernya membuat Adolf harus kehilangan banyak darah dan meninggal di tempat saat itu juga.
Sekuriti yang saat itu masuk ke dalam kantor untuk memeriksa ternyata tidak menemukan Adolf di dalam kantor,dia berpikir bahwa Adolf mungkin sudah pergi ketika dirinya membeli secangkir kopi.maka sekuriti itupun langsung mengunci pintu kantor dan kembali ke pos penjagaan untuk berjaga malam.
Di kantor itu memang ada beberapa sekuriti yang bertugas menjaga keamanan,mereka berjaga bergiliran sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.setiap jam jaga terdiri dari tiga sekuriti yang berjaga di malam hari dan tiga sekuriti yang berjaga di siang.demk keamanan kantor setiap yang mau masuk entah itu barang yang tertinggal atau ada hal penting lainnya mereka harus menunjukkan kartu identitas terlebih dahulu.
__ADS_1