
"ketemu"gumam Seth.
Titik merah itu berada di tengah-tengah lantai gazebo, seperti suatu cahaya dari dalam yang menyelinap di sela lubang yang sangat kecil. DUAAARR
Keramik itu hancur berkeping-keping dengan kekuatan seth,sebuah cahaya merah keluar dari dalam lubang yang hanya ditutup pembatas besi diatasnya.sebuah lubang yang lebih mirip ruang penyanderaan karena bentuknya yang menyerupai sumur.
seorang wanita yang ga lain adalah Sienna tengah tergeletak ga sadarkan diri.
"Sienna"Segera dibukanya pembatas besi itu sekuat tenaga lalu terjun ke dalamnya.
"Sienna,bangunlah"hatinya mulai merasa tenang karena telah menemukan Sienna.
Seth ga menemukan satu lukapun di tubuh sienna,hanya sedikit memar disudut bibirnya,mungkin luka bekas tamparan.
"****...."luka sekecil itupun membuat hati Seth sedih sekaligus kesal.
Tanpa menunggu lama Seth segera menggendong tubuh Sienna dan terbang ke atas dengan menggunakan sayap putihnya.
Anehnya Seth bisa keluar dari villa itu tanpa menyentuh pelindung yang semula terpasang dan melukai dirinya.
"sudahlah"tanpa banyak berpikir Seth langsung membawa Sienna pulang ke rumah.
**
Sementara itu ketua yang berada didunia atas terlihat masih murung dan gelisah.
Dipanggilnya Seth untuk naik ke atas.
Mendengar suara ketua,Sethpun segera naik ke dunia atas,itupun setelah memastikan Sienna tidur dengan aman.
"ketua"
Ketua hanya terdiam tanpa merespon panggilan dari Seth.melihat itu tentu saja membuatnya heran.harusnya ketua menunjukan raut kebahagiaan karena Sienna sudah ditemukan.
"bukankah seharusnya ketua bahagia?"tanya Seth
"apa kamu ga mencurigai sesuatu?"
"maksud ketua?"
"haahh...kamu ini benar-benar ya.... selama ini apa saja yang kamu pelajari di langit? kenapa hal begini saja kamu ga menyadarinya?"
"aku hanya disuruh untuk mendalami ilmu ketua"
"sebagai seorang malaikat harusnya kamu mempelajari banyak hal dan memiliki banyak kemampuan,termasuk mencurigai hal-hal ganjil seperti sekarang "
"aku hanya menuruti perintah tetua langit ketua"
Dengan perlahan ketua menjelaskan beberapa keanehan yang dirasakannya selama memantau seth dari langit.
Yang pertama adalah lubang pipa pembuangan, pelindung yang terpasang harusnya ditanam di tanah sampai atas membentuk bulat.
Kedua,Seth dengan mudah keluar dari pipa pembuangan tanpa dihadang oleh iblis pengikut
Ketiga,ketika masuk rumah ga ada satu pengikutpun yang berjaga di pintu.padahal Lucifer sudah tau kedatangan Seth .
Keempat,Lucifer seolah sengaja membuat lubang agar cahaya merah itu dapat memantul keluar dan bisa dilihat Seth.
__ADS_1
Kelima,lucifer membiarkan Seth pergi begitu saja untuk mencari Sienna tanpa bertarung.
Keenam, Lucifer menarik semua pelindung agar Seth bisa keluar dari sana.
Mendengar penjelasan ketua,Seth pun terdiam cukup lama.
"aku pikir itu semua petunjuk yang ketua berikan?"
"petunjukku hanya gang kecil dan cahaya yang menuntunmu sampai keluar gang, selebihnya aku ga campur tangan tapi biar bagaimanapu Lucifer tetap tau kalau aku membantumu"
"lalu apa rencana Lucifer selanjutnya?"
"untuk saat ini aku ga bisa menerawang, sepertinya ini diluar kekuasaanku"
"maksud ketua?"
"mungkin semacam alat modern,kita sebagai malaikat ga bisa menembus alat canggih yang dibuat oleh manusia apalagi jika alat itu terbuat dari tembaga"
Seth dan ketua sama-sama terdiam.
Mereka ga bisa berbuat apa-apa selama mereka ga tau apa maksud dan rencana Lucifer selanjutnya.
"lalu kapan kamu akan melakukan perintahku?"
Haahh.... perintah,Seth benar-benar ga bisa melaksanakan perintah ketua yang satu ini.seth menyayangi sienna dengan tulus walaupun sempat terpikirkan olehnya tapi berat juga baginya untuk melakukan.
"kenapa? bukannya kemarin kamu semangat kenapa sekarang jadi seperti ini?"
"aku menyayangi sienna dengan tulus ketua,aku ga bisa menyakitinya"
"tapi lebih cepat kamu bertindak maka akan lebih baik"
**
Tanpa menjawab Sienna langsung masuk ke kamar mandi.
Seth terdiam heran melihat Sienna yang mengacuhkannya.
Selesai mandi Sienna langsung memakai baju dan pergi begitu saja.
"sien....na..."tingkah Sienna hari ini sangat aneh.ga biasanya dia bersikap dingin seperti itu Sienna seakan ga melihat keberadaan Seth saat ini.
Seth segera meninggalkan rumah dan mengikuti Sienna dari belakang.
Kali ini bukan kampus yang Sienna datangi tapi kantor,ya kantornya yang masih belum buka karena saat itu masih terlalu pagi untuk masuk jam kantor.
Sienna terlihat duduk termenung dipojok teras kantor dengan tatapan kosong.membuat Seth semakin heran.
"pagi sekali Sienna"seorang sekuriti mendekati Sienna dan membuka pintu kantor.
Sebenarnya masih ada waktu satu jam lagi untuk membuka pintu tapi karena kasihan melihat Sienna yang terduduk termenung seorang diri membuatnya terpaksa membuka kantor lebih awal.
"apa ada yang tertinggal"tanyanya lagi.
Sienna masih terdiam lalu langsung menerobos masuk.
"aneh,ada apa dengannya hari ini?"gumam sekuriti.
__ADS_1
Ternyata ga hanya Seth yang dihiraukan seinna tapi juga sekuriti itu.
Seth terus mengikuti Sienna masuk ke dalam kantor tapi....
"apa?"Seth terkejut ketika Sienna melewati meja kerjanya dan masuk kedalam ruangan Lucifer lalu duduk di kursi milik lucifer dengan tatapan yang masih terlihat kosong.
SREETTT
"aaww..."tangan Seth terluka ketika hendak masuk ke ruangan Lucifer.
Pelindung, Lucifer telah memasang pelindung khusus di sekeliling ruangannya membuat Seth ga bisa masuk kedalam untuk melindungi Sienna.
"kurang ajar"Seth mengepalkan tangannya.
Bukan cuma ga bisa masuk bahkan Seth ga bisa menyentuh cermin yang ada di depannya.
Entah pelindung apa yang Lucifer gunakan hingga seorang malaikat saja ga bis masuk kedalam.
"Sienna sadarlah,apa yang sebenarnya terjadi?"Seth terus mondar-mandir didepan ruangan Lucifer tanpa bisa berbuat apa-apa.hanya bisa memperhatikan Sienna dari pintu yang terbuat dari kaca sementara seluruh jendela tertutup tirai.
Satu jampun berlalu,satu demi satu karyawan datang ke kantor.sementara Sienna masih duduk dengan tenang dan tanpa bergeming sedikitpun.
Ga ada satu karyawanpun yang menyadari bahwa Sienna ada di ruangan Lucifer.
Dari kejauhan Lucifer terlihat berjalan dengan santainya sambil tersenyum sinis kepada Seth yang tengah khawatir didepan ruangannya.
"selamat pagi junior"ucapnya dalam hati.
"kamu...."
KLIIK
Lucifer masuk kedalam ruangannya, meninggalkan Seth yang sedang gelisah.
"selamat datang di ruanganku Sienna"ucapnya dengan senyum menyeringai puas dari bibirnya
"tuan Lucifer"
Seth yang berdiri didepan pintu tersentak mendengar kata yang terucap dari mulut Sienna,setelah dari tadi dirinya diam ga mengeluarkan satu katapun.
"tuan?"gumam Seth penuh tanda tanya
"haahh.... menyerahlah junior, terima kekalahanmu dan kembalilah ke langit sebagai malaikat bodoh"ejek Lucifer sambil duduk di meja kerjanya membelakangi Sienna.
"apa yang telah kamu lakukan padanya?"tanya Seth dari luar ruangan.
Lucifer berjalan dengan santai dan mendekati Sienna yang masih duduk di kursinya.
"Sienna adalah milikku dan ga ada seorangpun yang bisa menghentikanku"tangan Lucifer membelai lembut wajah Sienna yang ga bergeming.
"jangan coba-coba menyentuhnya"
"lalu apa yang bisa kamu lakukan jika aku menyentuhnya?"dengan santai Lucifer menunggu kekuatan yang akan Seth keluarkan"haah...dasar malaikat kecil ga berguna"
Seth benar-benar ga bisa berbuat apa-apa, kekuatannya ga bisa menembus pelindung sama sekali.
"malam ini kami akan pulang bersama iya kan sienna"bisik Lucifer,Sienna terlihat mengangguk pelan.
__ADS_1
Seth benar-benar ga mengerti apa yang terjadi pada Sienna dan apa yang telah dilakukan lucifer padanya hingga membuat sienna hanya merespon apapun yang Lucifer katakan.