
Para prajurit yang di kirim ketua untuk melindungi rumah Sienna kembali ke langit dengan wajah suram,mereka berjalan lesu seolah tidak makan berbulan-bulan.
Mereka masih ingat betul setiap suara yang mereka dengar kala itu,suara yang dapat membangkitkan jiwa lelaki mereka saat itu juga.
"ketua sungguh gak berperasaan"
"kamu benar,jiwa lelaki sejatiku sangat iri mendengar suara itu"
"kamu yang sabar ya"seorang prajurit mengelus tongkatnya yang sedari tadi berdiri tegak.
"hari ini sungguh gak sia-sia ketua mengirim prajurit begitu banyak,aku gak nyangka bahwa akan ada sedikit kendala.untunglah bisa teratasi"
"benar,jika sampai terjadi sesuatu maka ketua akan menghukum kita semua"
Sementara itu ketua merasa puas karena akhirnya Seth bisa melakukannya dengan baik,dengan begitu ketua bisa merundingkan kesalahan Seth pada para tetua langit dan meringankan hukuman karena apa yang Seth lakukan adalah demi kebaikan dua dunia.
Ketua lebih rela jika Seth yang merampas kesucian cucunya di banding harus melanggar hukum langit yang akan menimbulkan bencana besar.
"hah..."nafas lega ketua, tersungging senyuman di bibirnya.
Kebahagiaan yang ketua rasakan tentu saja berbalik bagi Lucifer kala itu.tangannya menggenggam erat gelas yang ada di tangannya hingga pecah.
"tuanku kami sudah berusaha mencegahnya tapi prajurit itu terlalu banyak belum lagi centaurus dan hippogriff juga ada di sana.pelindung yang terpasang cukup kuat hingga tidak dapat di tembus dengan mudah.kami pantas mati tuan"beberapa pengikut Lucifer yang memakai jubah hitam berlutut didepannya
"ya,kalian memang pantas mati"
WOOSSHH
Dalam sekali ayunan tangan para pengikut itu terbakar lalu musnah seperti serpihan abu.
"mahkluk gak berguna"
BRAAAK
Sebuah meja menjadi pelampiasan kemarahan Lucifer.
"ugh"Sienna merasa tubuhnya remuk, pinggulnya terasa panas juga rasa perih dan sakit yang mendera.
Wajah tampan dengan hidung yang mancung,bibir tipis serta alis tebal yang berbaris rapih adalah pemandangan yang pertama Sienna lihat ketika membuka mata pagi ini.
Dada bidang itu membuat Sienna merasa nyaman dan enggan untuk bangun.
Sienna mengintip ke dalam selimut yang menutupi tubuh mereka.matanya membulat tangannya sontak menutup mulutnya setelah melihat dirinya dan juga pria yang ada di sampingnya tanpa busana sehelaipun.
"apa kita benar-benar sudah melakukannya?"gumam Sienna seakan tidak percaya tapi kejadian itu juga masih membekas dalam ingatannya.sesaat wajah Sienna memerah.
"hei"kecupan manis sebagai ucapan selamat pagi dari Seth mendarat di kening Sienna.
__ADS_1
Tangan kekar itu mendekap erat,Sienna mencium aroma tubuh yang khas membuatnya dengan reflek menutup mata.rasa yang nyaman yang sudah lama hilang kini dapat dia rasakan kembali.
"aku harus kuliah"
"gak boleh"ucap Seth tanpa bergeming.
"aku masih harus pergi ke bazar hari ini"sienna memukul dada Seth.
"tunggu sebentar lagi"
Tanpa bisa menolak Siennapun kembali tenang.
"uumm,Seth..."Sienna tertegun sesaat ketika ada sesuatu yang menegang dan bergerak sendiri di bawah sana seperti anak kucing yang sedang mencari kehangatan "i-tu...." ucapan Sienna tersendat seakan tidak kuasa untuk mengucapkannya.benda itu seakan makin terasa berdiri tegang dan perlahan menyentuh bagian sienna.ingin menolak tapi seluruh tubuhnya seakan menginginkannya.
Seth tetap diam dengan mata tertutup tanpa bergeming sedikitpun,tapi tidak dengan yang ada di bawahnya yang semakin berdiri gagah dan terus bergerak perlahan.
"Seth"
"sstt,jangan bergerak Sienna"ucap sambil mengangkat satu kaki Sienna.
"uumm"suara pelan dari mulut Sienna membuat Seth menyeringai.
Tubuh Seth masih tidak bergeming hanya sesekali menggerakkan bagian bawah badannya mencari posisi agar tepat sasaran.perlahan-lahan tapi pasti dia masuk ke dalam hutan yang tadi malam dia jelajahi.
Tubuh Sienna tegang ketika dia masuk seluruhnya dengan satu hentak yang kencang.
Gerakan lembut Seth yang berirama membuat tubuh Sienna gemetar.rasa sakit,perih dan panas bercampur dengan perasaan yang ingin melayang.
"lemaskan sienna"bisik Seth
Tubuh gagah itu terus bergerak dari balik selimut.
"kita berolahraga pagi sebentar"senyum Seth menyeringai.
"apa dengan posisi seperti ini?"
"kalau begitu mau bagaimana?"Seth menggoda Sienna yang wajahnya sudah merah.
Perlahan Seth membalikan tubuh ramping sienna dan membelakanginya,posisi ini membuat Seth semakin leluasa.
"uummm"suara berat dari mulut Sienna.
Kecupan hangat terus mendarat di tengkuk Sienna.
Suara mereka saling berbalas, pergerakan cepat di akhiri dengan perasaan menuju puncak yang hebat dari dalam sana.
Olahraga pagi yang benar-benar membakar lemak.udara sejuk sama sekali tidak mereka rasakan yang ada keringat bercucuran dan nafas tersengal.
__ADS_1
Tanpa terasa Sienna kembali tertidur.
"bukannya mau ke kampus?"tanya Seth mendekatkan wajahnya.
Sienna tertegun melihat sosok pria yang semakin tampan,tubuh sixpack yang berbalut handuk yang mengait dipinggang dan rambut yang basah.
"hey..."Seth mencubit hidung Sienna yang tanpa berkedip menatapnya.
Sienna menggeleng cepat,jangankan untuk ke kampus untuk bangun saja Sienna tidak sanggup.seluruh tubuhnya seakan remuk,kakinya lemas.bawahnya juga masih berasa sakit.
"kalau begitu istirahatlah,aku akan buatkan sarapan"
Senyum bahagia terpancar dari wajah sienna.semua yang dia rindukan kini telah kembali dalam hidupnya bahkan kebahagiaan Sienna kali ini benar-benar lengkap.
Sienna menyikap selimutnya,ada bercak darah di atas seprai bercampur cairan bening dan kental yang sudah agak mengering.
"ternyata benar"gumamnya.jika memang malam itu mereka melakukannya bukankah Sienna harus merasakan hal yang sama seperti yang tubuh Sienna rasakan sekarang?
Sebuah senyum tersimpul di bibir Sienna.
"sien....."mata Seth terbelalak melihat bercak darah di atas ranjang.seth benar-benar terkejut seakan tidak percaya tapi semua yang Seth lihat adalah nyata, jika di ingat kembali waktu itu Seth bisa merasakan sesuatu yang robek diiringi dengan jeritan Sienna.
Sienna segera menutup kembali bercak itu dengan selimut.
"apa...apa...?"ucapan Seth tersendat masih tidak percaya.
"sudahlah"Sienna mencoba bangun dari tempat tidurnya"aahhmmm...."rasa sakit semakin terasa ketika dia menggerakkan kakinya, pinggulnya benar-benar panas.
"Sienna apa kamu berbohong?"Seth berjongkok didepan Sienna,di genggamannya erat tangan Sienna
"bohong soal apa?"
"tentang kesucian kamu,apa kalian gak pernah melakukan itu?"tatap Seth penuh harap.
"apa kamu pernah bertanya bagaimana keadaanku?apa kamu pernah bertanya seberapa sakit tubuhku setelahnya?yang kamu lakukan hanya membawa aku bertemu ketua lalu bersikap dingin seolah kita gak saling punya perasaan apa-apa"
"maafkan aku sienna,aku tau aku salah"
"bagaimana ini?"
"bagaimana apanya lagi Seth?"
"kalau begitu aku adalah orang pertama?"
"betul tuan Seth"
"YA AMPUUNN....SIENNA....AKU SAYANG KAMU...."teriak Seth penuh gembira.
__ADS_1