Cinta Sang Malaikat Penjaga

Cinta Sang Malaikat Penjaga
Eps 39


__ADS_3

Pagi itu sinar matahari mengintip dari balik awan yang berwarna abu-abu yang bergulung diantara langit yang biru,suara burung-burung yang berkicauan hinggap didahan pohon yang bergoyang tertiup angin.


Alam seakan turut berduka dan melepas kepergian Tere kala itu.


Beberapa orang tengah berdiri dan menyaksikan langsung proses pemakaman.


Seorang wanita berkerudung hitam menyandarkan tubuhnya didada seorang pria,dia merasakan kakinya seakan lemah ga bertulang.dia sesekali menenggelamkan wajahnya untuk menyembunyikan tangisannya.


Sienna,ya perempuan itu adalah Sienna.sienna yang demi melihat sahabatnya untuk terakhir kali rela berdiri paling depan sejak awal,tubuhnya semakin melemah ketika menyaksikan tubuh Tere sahabatnya yang terbungkus kain kafan dimasukan perlahan-lahan kedalam tempat peristirahatannya yang terakhir.


Air mata terus mengalir dari mata sembab seorang ibu yang terus memegang pusara anaknya.perjuangannya selama ini ternyata hanya sampai disini.dirinya belum sempat melihat anaknya berdiri dipelaminan bahkan harapannya untuk menggendong cucu telah sirna,ga akan ada lagi pelukan kangen yang selalu tercurah ketika anak gadisnya pulang,ga akan ada lagi tawa riang yang menjadi obat lelahnya.siapa yang akan menikmati masakannya kelak?siapa yang akan merengek padanya kelak? bagaimana kalau dirinya rindu wajah anak semata wayangnya itu?


Sienna menatap wajah seorang ibu yang dari dulu ga pernah menunjukkan kesal atau marah padanya maupun Tere.


Seorang ibu yang sudah Sienna anggap seperti ibunya sendiri kini terlihat murung tanpa ada sedikitpun senyum yang selalu dia tunjukan.


**


Proses pemakamanpun selesai.Pusara yang bertuliskan nama Tere sudah terpasang.


Sienna berusaha kuat dan berjalan menghampiri seorang ibu yang terduduk lemah memeluk pusara anaknya.


"yang kuat ya Bu"Sienna memeluk ibu dan mengelus lembut pundaknya.


Ga ada satupun kata yang keluar dari mulutnya,hanya Isak tangis yang terdengar.


"TEREEE......"teriak Hellen yang tiba-tiba hadir diantara kami.


"ayo Bu aku antar pulang"ajak Sienna meraih pundak ibunya Tere.tanpa memperdulikan kehadiran Hellen yang ada didepannya.


Ibu hanya menggeleng pelan.


Seth menepuk pundak Sienna dan menganggukkan kepalanya.


"kalau gitu,aku pamit ya Bu"sambil mengecup kening ibunya Tere.


Sienna dan Seth pun beranjak pamit.


"tunggu..."ucap Hellen mencegah kepergiaan kami, Hellen mengangkat kepalanya"ada yang ingin aku bicarakan"Hellenpun bangun dan menghampiri Sienna lalu menariknya agak jauh dari makam Tere.


"kamu tau sein"ucapnya"Tere pernah bilang padaku kalau kamu memang biang kerok dari semuanya,Tere bilang kamu yang menyebabkan Tere sakit parah"lanjut Hellen dengan melipat kedua tangan di dada"ketika Tere sakit dia sempat dibawa ke orang pintar dan orang itu bilang teman baiknya telah mengirim ilmu hitam pada Tere hingga membuat Tere sakit seperti itu"lanjutnya


DEG


Sienna menundukkan wajahnya,hatinya seakan dipukul sangat saat itu.sakit....matanya yang masih basah kembali terasa perih dan panas.


"lalu axel membawa Tere ke rumah sakit karena sesaknya yang semakin parah dan waktu itu dokter bilang Tere mengidap kardiovaskular dan harus segara melakukan pemasangan ring,aku ga tau apakah yang dikatakan Tere itu benar atau ga?tapi jujur,aku juga sempat berpikir begitu,karena bukan suatu kebetulan kan ketika kalian bertengkar lalu tiba-tiba Tere sakit"jelas Hellen"aku...aku juga minta maaf untuk semua postinganku waktu itu"Hellen memegang tangan Sienna.


Sienna hanya bisa terdiam memandang makam Tere dan ibunya yang masih terduduk lemah.tenggorokkannya seakan kering,lidahnya juga kelu.ga ada lagi yang bisa Sienna katakan.


"ya tuhan re, kenapa kamu ga bilang langsung ke aku?kenapa kamu lebih memilih cerita ke orang lain?kenapa kamu ga memberi aku waktu dan kesempatan untuk menjelaskan semuanya?aku ga setega itu re,aku ga mungkin berbuat jahat sama kamu apalagi mengirim ilmu hitam ga jelas padamu"gumam Sienna dalam hati.

__ADS_1


Rasanya sesak sekali mendengar tuduhan tere.kenapa Tere ga pernah bilang apa-apa padanya?padahal mereka pernah bertemu malah Sienna beberapa kali menjenguknya.


Bukannya Sienna ga ingin menjelaskannya tapi kondisi Tere ga stabil saat itu membuat Sienna terpaksa mengurungkannya.sienna hanya bisa sabar dan menunggu kondisi Tere membaik dan berharap setelah selesai operasi Tere bisa sembuh seperti biasa barulah Sienna akan bercerita perlahan.tapi.....


"ayo pulang "ajak Seth menarik tangan Sienna.


Sienna yang masih diam terhanyut dalam pikirannya hanya bisa mengikuti Seth dan pergi dari hadapan Hellen.


Sepanjang perjalanan Sienna hanya diam dan melempar pandangan dari jendela bus.


Seth memegang tangan Sienna tapi Sienna masih diam tanpa berkutik sedikitpun.


"ini semua salahku,jika saja waktu itu aku menjauh dari Axel mungkin ini ga akan terjadi"suara Sienna berat,air mata kembali mengalir membasahi pipinya yang belum kering


"jangan menyalahkan diri sendiri"Seth menggenggam tangan Sienna.


Seth tau betul kalau ini sudah takdir Tere.bukan perbuatan Sienna ataupun perbuatan Seth.


Seth masih ingat ketika dirinya mendorong pelan Tere yang keluar dari kamar axel.Tere yang terjatuh tiba-tiba malah ga sadarkan diri,Seth yakin sekali kalau dia mendorong Tere pelan dan ga akan membuat Tere pingsan seperti itu.


Axel pikir Tere hanya pingsan biasa karena efek minuman atau obat.tapi hari demi hari kesehatan Tere semakin memburuk.


Tere mulai merasakan sakit di daerah punggung setiap kali dia batuk dan menarik nafas,dadanya juga terasa sesak.


Waktu itu Axel bukannya membawa Tere ke rumah sakit malah merawatnya di rumah selama berminggu-minggu.


Penyakit Tere yang ga bisa terdeteksi membuat Tere berpikir Sienna telah mengirim ilmu hitam padanya.


Hingga akhirnya kaki dan perut Tere bengkak, barulah Axel membawa Tere ke rumah sakit untuk diperiksa dan Kenyataannya adalah Tere mengindap kardiovaskular karena dirinya sering mengkonsumsi obat-obatan terlarang,Tere juga sering konsumsi obat dibarengi dengan alkohol.


Lalu kenapa Tere sering sesak?karena jantung Tere mengalami pembengkakan hingga membuatnya sulit bernafas dan mempengaruhi fungsi tubuh yang lain yang dapat menyebabkan sebagian tubuh Tere bengkak.


Bukan karena perbuatan Sienna.


"kenapa dijaman modern seperti sekarang masih ada manusia yang berpikir kolot seperti itu?"bisik Seth kesal.


Setelah tiba di rumah,Seth memapah Sienna kedalam kamar.


"istirahatlah"Seth menyelimuti Sienna


"jangan kemana-mana"pinta Sienna memegang erat tangan Seth.


"Aku akan disini menemani kamu"


Seth memegang tangan Sienna erat dan dengan sabar menunggu sampai Sienna tidur.


Ditatapnya wajah pucat Sienna yang tertidur pulas.seth melihat air mata masih bergelayut disudut matanya.


Dengan lembut Seth menghapusnya dan kembali menatap wajah Sienna.


"heeii bocah"

__ADS_1


Seth yang tengah melamun,langsung terkejut dan menoleh ke arah suara dari belakangnya


"ke-ketua..."ucap Seth


Entah dari kapan ketua berdiri dibelakangnya.


"apa lagi yang akan kamu lakukan pada cucuku?"tanya ketua tiba-tiba


"mak-maksud ketua?"


"kemarin aku masih membiarkan kami menyentuh cucu kesayanganku,hari ini aku ga akan membiarkan kamu menyentuhnya lagi,dasar bocah tengil.... mengambil kesempatan dalam kesempitan"ketua ketus


"kemarin?"Seth mencoba mengingat kembali"oohh yang itu,itu...itu..."Seth ga bisa berkata-kata"mampus..."bisiknya dalam hati.


"itu apa??cepat jelaskan"


"bukankah seharusnya ketua bisa melihat sendiri,lagian itu bukan kesalahan aku sepenuhnya"Seth mencoba membela diri


"sebagai malaikat harusnya kamu bisa menahannya bukan malah menikmatinya"


"a-aku...aku juga lelaki normal ketua,lagian laki-laki mana yang bisa tahan,tapi kan hanya begitu saja"


"begitu saja?? hampir terjadi kamu bilang begitu saja?"


"ma-maaf ketua"


"haaahh... sudahlah..."ketua berjalan keluar dari kamar diikuti Seth dari belakang"sebenarnya bukan itu yang ingin aku katakan"ketua melanjutkan pembicaraan sambil duduk di sofa.


Seth memandang ketua dan menunggu.


"Lucifer sudah menyusun rencana untuk menculik Sienna?"


"APA??"Seth sangat terkejut,karena selama ini dirinya benar-benar ga bisa menembus pikiran CEO tampan itu.Seth benar-benar ga tau kalau dia sudah menyusun rencana jahat.


"aku ga tau apakah ini yang terbaik buat Sienna atau....?"


"atau apa ketua?"Seth semakin penasaran


Ketua terdiam dan menunduk.seolah berat baginya untuk membicarakan hal ini


"selama Sienna masih perawan Lucifer tentu akan terus mengejar Sienna sampai dapat"


"jadi apa yang harus aku lakukan ketua?"


"haaaiiisss....kenapa harus seperti ini?"ketua gelisah


"aku benar-benar ga mengerti ketua"


"jika...."ucap ketua terputus


"jika....?"Seth mendekatkan wajahnya

__ADS_1


"jika...."ucapan ketua terputus lagi


Seth memperhatikan ketua dengan serius


__ADS_2