
Sienna memberanikan diri mengutarakan keinginannya untuk kembali ke bumi pada ketua dengan alasan harus menghapal beberapa materi untuk ujian semester minggu ini.
"ini adalah rumahmu juga kamu bisa kembali kapanpun kamu mau,jaga diri baik-baik"dengan berat hati ketua terpaksa memberikan ijin,matanya terlihat berkaca-kaca, terpancar kesedihan dari raut wajahnya.tapi bagaimanapun kuliah cucunya adalah yang utama.ketua mengutus beberapa prajurit untuk mengawal Sienna turun ke bumi.
Sebelum turun Sienna berkali-kali melihat sekeliling berharap Seth datang menemuinya dan ikut mengawal Sienna sampai rumah,kalaupun tidak ikut mengawal minimal sienna bisa melihat wajahnya untuk terakhir kali dan mendengar salam perpisahan darinya.tapi sayangnya hingga Sienna sampai di rumah pun Seth tidak kelihatan sama sekali.
"selamat datang di rumah nona"
Sienna yang baru saja merebahkan dirinya di sofa sontak terkejut, sebuah senyum tersimpul di bibirnya,Sienna langsung bangun dan melihat ke arah suara"set.....h...."senyum itu seketika sirna setelah tau bahwa orang yang ada dihadapannya bukanlah pria yang Sienna harapkan.
Seorang pria bertubuh tinggi,kekar dengan mengenakan baju zirah berdiri tegap didepannya.
"siapa kamu?"tanya Sienna mengernyitkan kening
"hamba adalah utusan yang di kirim ketua untuk menjaga nona"jawab prajurit itu sambil terus menunduk hormat tanpa berani menatap Sienna.
"menjaga?lalu dimana....."Sienna melihat ke belakang prajurit mencari sosok yang ingin dia lihat tapi kemudian Sienna terdiam membisu dan tersadar"benar aku lupa bahwa Seth menghindariku, bahkan dia juga melepas tugasnya,sejijik itukah dia padaku?"gumam Sienna mengepalkan tangannya.
"nona...."ucapannya terhenti ketika tangan Sienna terangkat keatas sejajar dengan wajahnya.prajurit itupun menundukkan wajahnya lebih dalam lalu mundur beberapa langkah.
"hari ini aku akan ke kampus,kamu di rumah saja"segera Sienna meraih tas dan beranjak pergi.
__ADS_1
Sebenarnya hari ini sienna tidak ada kelas tapi malas baginya diam di rumah bersama dengan orang asing.
Ketika Sienna sedang merenung di kursi perpustakaan favoritnya.tiba-tiba dirinya dikejutkan oleh sapaan seorang wanita yang suaranya tidak asing ditelinga.
"apa kabar Sien?"tanya wanita itu sambil duduk didepan Sienna.
Wajah Sienna semakin terlihat kusut.jujur,saat ini sebenarnya Sienna enggan untuk bertemu siapapun apalagi dengan wanita yang satu ini.
Sienna meraih tasnya dan beberapa buku yang dia pinjam dari perpustakaan yang belum sempat dia baca.baru saja akan beranjak dari tempat duduknya wanita itu mencegah Sienna dengan memegang tangan Sienna.
"tunggu,ada yang ingin aku katakan"
Sienna terdiam dan dengan berat hati Siennapun duduk melipat kedua tangan didadanya.
"sebelumnya aku minta maaf untuk semua yang sudah aku lakukan padamu"
"lalu"
"eemm... sejujurnya aku masih penasaran dengan apa yang terjadi antara kamu dan Axel"
Mendengar perkataan hellen sienna langsung berdiri."ini bukan urusan kamu terlebih lagi orang yang bersangkutan juga sudah tiada kenapa kamu masih mengungkitnya?"sienna terlalu enggan membahas hal ini,pergi dan menghindari Hellen saat itu juga adalah jalan terbaik baginya.
__ADS_1
Hellen langsung berdiri ketika melihat Sienna melangkah pergi"KARENA AXEL BILANG KAMULAH YANG MENGEJAR DIA DAN KAMU JUGA BERUSAHA MENDEKATINYA"teriakan Hellen membuat langkah Sienna terhenti seketika,Sienna merasa mereka jadi pusat perhatian orang-orang yang ada di perpustakaan saat itu.
"hah..."Sienna menarik nafas dalam dan kembali menghampiri Hellen lalu duduk ditempatnya semula"apa yang ingin kamu tau dariku?"melihat Sienna duduk tenang Hellenpun ikut duduk kembali.
"aku hanya ingin kejujuran darimu"
"kejujuran? kejujuran tentang apa?lalu apa hubungannya denganmu?jika memang Axel bilang seperti itu maka itu hak kamu untuk percaya atau ga dengan ucapannya"
"tapi Sienna"
"cukup Hellen"Sienna sedikit menggebrak meja"asal kamu tau aku ga pernah mengejar Axel apalagi berusaha untuk mendekati dia,aku cukup tau diri siapa aku,siapa Axel dan siapa Tere,aku masih punya hati nurani dan sudah berusaha menjauh dari Axel karena status mereka dan pertemanan aku sama tere.jika kamu memang suka sama Axel maka kejarlah tapi aku mohon jangan pernah ganggu hidup aku lagi dan anggap saja kita ga pernah berteman.faham"
"Sienna"mata Hellen membulat lebar.sienna yang dulu hellen kenal kini telah banyak berubah.hellen sadar mungkin karena perbuatannyalah yang membuat Sienna jadi seperti ini.Dengan kesal Sienna berjalan cepat meninggalkan perpustakaan tanpa memperdulikan Hellen yang masih tertegun menatapnya.
"aarrgghh...."Sienna merasa benar-benar terpukul kembali.kejadian yang sudah lama berlalu kenapa masih harus kembali dia ingat?kenapa Axel memutar balikkan fakta?kenapa Tere begitu cepat pergi sebelum dirinya sempat menjelaskan apa yang terjadi?Tere pergi dengan mendengar fakta yang salah?apakah Tere percaya dengan apa yang Axel katakan?"oh tuhan...kenapa kamu ga mendengar dulu penjelasan dariku re,harusnya kamu bilang sama aku dan tanyakan apapun yang ada di pikiran kamu agar aku bisa tenang"gumam Sienna, sejujurnya jika Sienna mengingat kembali masalah ini hatinya benar-benar tidak merasa tenang,semua cerita yang ingin Sienna sampaikan kini hanya ada dikerongkongan tanpa bisa Sienna ucapkan langsung.tanpa terasa air mata menetes disudut mata sienna.kali ini Sienna berharap Seth ada disini meminjamkan kembali pundaknya untuk tempat Sienna menangis,karena hanya pundak sethlah tempat ternyaman ketika Sienna bersedih.
"aku pulang"Sienna mematung di depan pintu masuk.menatap ke arah pintu dapur, terlintas di pelupuk matanya seth yang menggunakan celemek berlari menghampiri dan menyambut kedatangannya dengan senyumnya yang menawan"selamat datang, bagaimana di kampus?apa semua baik-baik saja?"kata-kata yang selalu Sienna dengar dari mulut cerewet Seth yang manis.sekarang Sienna merasa rindu dengan semua ocehan Seth yang bisa membuat Sienna sedikit tersenyum.
"hah...."terdengar nafas berat Sienna.dengan lemah Sienna masuk kedalam kamar dan menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur.tangannya meraba sprei yang berbahan bulu rasfur yang lembut dan nyaman.
Diraihnya bantal kesayangan lalu menenggelamkan seluruh wajahnya ke dalam bantal itu.Sienna memejamkan matanya tanpa terasa air mata itu kembali menetes"AAA.....AAAA.....hiks...hiks...."teriakan serta tangis Sienna pecah seketika.
__ADS_1
Sementara itu Prajurit yang bertugas menjaga sienna hanya bisa berdiri diam didepan pintu kamar Sienna yang tertutup dia tidak bisa berbuat apa-apa tidak berani mendekat apalagi berbicara.tugasnya hanya menjaga sienna selebihnya bukanlah tanggung jawabnya walaupun dalam hatinya tergerak ingin menghibur tapi dia sudah bersumpah pada seseorang juga sudah mendapat peringatan untuk tidak melakukan kontak mata maupun fisik.dia hanya boleh berdiri di sampingnya dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.