
"Sienna ya ampun....kamu baik-baik saja kan?kemarin kamu kemana?kami cemas nyari-nyari kamu?"Sienna langsung di hujani banyak pertanyaan ketika sampai di stand Amber.
"maaf kemarin ada urusan keluarga mendadak jadi gak sempat ngasih kabar"
"oh ya kemarin Axel cemas banget pas tau kamu hilang,bahkan sampai detik ini dia kelihatan murung,lebih baik kamu temuin dia dulu"
"dimana kak Axel?"
"tadi sih di belakang stand,coba saja cari kesana siapa tau dia masih ada"
"kalau gitu aku temuin kak Axel dulu"
"ok"
Sebenarnya dalam hati Amber ada sedikit rasa cemburu,tapi dia masih bisa bersikap ramah karena Sienna pernah bilang kalau dirinya sudah ada pria lain yang lebih dicintainya.
Sienna melihat Axel duduk termenung di bawah pohon tempat mereka beristirahat.
"kak Axel"
Axel langsung menoleh dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Sienna berdiri didepannya.
"Sienna....kamu...."
"kemarin itu maaf...."
"kamu gak apa-apa kan?kamu gak di culik orang kan?ada yang luka gak?"Axel memutar-mutar tubuh Sienna melihat apakah ada luka di tubuhnya
"bentar kak,tenang dulu.aku baik-baik saja kok"
"lalu kemarin itu kamu kemana?"
"soal itu aku minta maaf karena mendadak ada urusan keluarga jadi gak sempat pamit"
"tiga hari loh kamu gak ada kabar?"
"iya maaf kak"
Sienna hanya bisa tersenyum melihat kecemasan Axel.
Hari ini di bazar Sienna nampak sangat bahagia dan bersemangat,setiap kali melihat ada pengunjung di stand dia selalu membantu menjelaskan dengan senyum yang tidak pernah lepas dari bibirnya.axel yang melihat itu cukup membuatnya heran.berbagai pertanyaan selalu hadir dalam benaknya,ingin tau lebih banyak tapi dia tidak bisa terus mendesak Sienna dengan pertanyaan.axel tidak ingin membuat Sienna tidak nyaman.
"hah....hari ini lelah sekali"Sienna meregangkan tubuhnya.
"hari ini kamu sangat bersemangat Sienna,ada apa?apa kamu dapat lotre?"
Lagi-lagi Sienna tidak menjawab hanya seutas senyum yang dia tunjukkan.membuat Axel semakin bertanya-tanya.
Sore harinya Sienna membantu amber menutup stand.
"ayo kita pulang"ajak Axel pada Sienna.
"gak usah kak,mending kak Axel anter amber pulang"
Mendengar Sienna menyebut namanya tentu Amber sangat bahagia dan hatinya semakin yakin bahwa Sienna benar-benar sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi sama Axel.
__ADS_1
"tapi...."
"SIENNA..."panggil seseorang yang tidak lain adalah Seth.
Seth dengan kemeja putihnya melambaikan tangan ke arah Sienna.
Senyum bahagia terpancar dari wajah Sienna.
"Sienna dia...."amber terpesona melihat pria yang perlahan menghampiri mereka.
"ya,dia adalah pria yang aku ceritakan kemarin"
"ya ampun....."amber benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat ketampanan dan bentuk tubuh Seth yang serasa menghipnotisnya.
"aku pulang duluan ya,kak Axel aku titip amber ya antar dia pulang dengan selamat.bye"Sienna berlari menghampiri Seth dan pergi tanpa melihat lagi ke belakang.
Sementara Axel yang melihat itu hanya bisa diam menahan amarah didalam hatinya.selain cemburu Axel juga sempat mendengar dari mulut Sienna bahwa mereka sudah tidak berhubungan lagi bahkan kemarin Sienna enggan menyebut nama pria itu tapi kali ini Sienna malah jalan dan terlihat bahagia ketika melihat pria itu datang.
"apa ini yang membuatmu selalu tersenyum bahagia sepanjang hari ini sienna?"gumam Axel.
"ayo kak"
"ya"
Amber mengikuti langkah Axel menuju tempat parkir motornya.
Selama perjalanan tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut Axel begitupun amber,rasanya sangat canggung ketika ingin memulai percakapan, apalagi tentang hubungannya dengan Sienna.
Di sisi lain Sienna dan Seth telah sampai di rumah dengan kekuatan menghilangnya.
"apa kamu masih berteman baik dengan pria itu?"
"maksud kamu kak Axel?"
"haiiss,kak Axel lembut banget kamu nyebut namanya"
"cemburu ya?"
"biasa aja"
"yakin?"
"iyalah,kenapa harus cemburu?"
Sienna dengan cepat merubah duduknya,yang tadi di samping Seth kini berada di pangkuannya.melingkarkan kedua tangan di pundak pria tampan yang sangat di cintainya itu
"aku bahagia liat kamu bersikap seperti ini"
"nona Sienna semakin nakal,apa perlu aku melapor ke ketua?"
"aku juga bisa lapor ke orang tua itu kalau kamu berani menyentuh cucunya"
Seth menggelitik pinggang Sienna.tawa kebahagiaan yang tentu saja membuat Axel yang ada di halaman semakin emosi.
Ya...setelah mengantar amber,Axel bergegas menuju rumah Sienna dan mencari jawaban tentang hubungan mereka.dan malam ini semua pertanyaan Axel terjawab sudah.
__ADS_1
Perasaan kesal dan cemburu memburu hatinya.tangan Axel mengepal,motor kesayangannya menjadi korban ketika kepalan tangannya memukul kencang.
Di dalam rumah Sienna dan Seth sedang asik menikmati cinta mereka yang semakin dalam.kecupan demi kecupan mendarat di bibir mereka.
Entah kenapa Seth tidak pernah bisa mengontrol dirinya setiap kali menyentuh tubuh Sienna.selalu ada desiran yang mengalir seperti darah yang mendidih dan bergejolak.
Sienna juga semakin mahir dalam menggoda Seth,tubuhnya meliuk-liuk bergerak lembut diatas pangkuan Seth.
Seth yang sudah hilang akal langsung menggendong tubuh Sienna.
"mau kemana?"
"kamar"
"gak mau"
"lalu?"
"kita coba di sofa ya"
Seth hanya bisa tersenyum dan menuruti keinginan Sienna.
Mereka kembali duduk seperti semula.
Dengan sekali jentikan jari saja lampu di ruangan itu mati dan hanya meninggalkan bayangan dua orang yang sedang dilanda cinta.
Helai demi helai baju terlempar di atas lantai,suara derit sofa dan suara merdu dari keduanya menyibak kesunyian malam ini.
Banyak posisi baru yang mereka pelajari,sofa itu juga menjadi saksi bahwa Sienna memuncah berkali-kali.sulit baginya menahan setiap sentuhan lembut jari jemari Seth di tubuhnya.
Berbagi cara sudah Sienna lakukan agar bisa menaklukkan pria yang selalu membuatnya lemas tidak berdaya dalam permainannya.semakin Sienna mencoba maka dirinyalah yang selalu kalah.
"aaah....Se-th...."
Nafas Sienna semakin memburu.cengkramannya sedikit meninggalkan bekas kuku tajam di punggung Seth yang bersih tanpa luka sedikitpun.
"aahh.... sie-nna"
Seth merasakan sedotan dan cengkraman yang kuat dari dalam sana.entah apa tapi membuat Seth mengepal tangannya menahan sesuatu yang akan membuatnya terbang.nafasnya terdengar berat dan cepat.
"uummm....aah....."
Akhirnya Seth melepas semuanya lalu manjatuhkam dirinya.
"apa itu?"
"apanya yang apa?"Sienna bingung dengan pertanyaan Seth.
"entahlah,aku merasa ada yang mencengangkan kuat"
"mencengkram kuat?"
"ya,ini pertanyaan kalinya aku rasakan"
Seth terus memikirkan perasaan mencengkram kuat itu.
__ADS_1
"gila,kenapa bisa seperti itu"gumam seth