
Pagi sekali seth sudah menyiapkan sarapan untuk sienna dan menatanya diatas meja setelah itu seth pergi ke dunia atas (langit) untuk bertemu dengan ketua pemimpin dan membicarakan perihal pengunduran dirinya.
Sesampainya didunia langit tanpa basa basi Seth langsung menemui ketua.
"ketua" seth berlutut didepan ketua pemimpin
"ga usah bicara,aku sudah tau semuanya"
"aku minta maaf ketua,jika boleh aku lebih baik mundur dari tugas ini.aku ga perduli lagi dengan jabatan panglima.mohon ketua menyetujuinya"
BRAAKK
"kamu pikir mencari kandidat untuk tugas ini gampang?susah payah aku menyeleksi dan kamu dengan mudah mundur begitu saja"
"tapi ketua didunia langit ini aku yakin banyak malaikat yang memiliki hati sekuat baja,aku yakin mereka akan menyelesaikan tugas ini dengan baik tanpa memakai perasaan seperti aku"
"pergilah,selesaikan tugasmu,tetap waspada karena hal besar akan segera terjadi" ketua pemimpin tidak ingin mendengar apa-apa lagi dan mengusir seth dari hadapannya.
"tapi ketua..."
"kalau aku bilang pergi ya pergi,apa perlu aku tendang kamu dari sini?" ketua berkacak pinggang.
"baik ketua" dengan berat hati seth kembali ke bumi.
Setelah kepergian Seth,ketua pimpinan terlihat murung dan memandang bumi dengan mata sendu.
"hanya kamu yang bisa selesaikan tugas ini seth,karena sebentar lagi pertarungan sesungguhnya akan segera dimulai" gumam ketua pemimpin.
Dan ketika Seth sampai di bumi.
"aku pulang" dengan lemas seth membuka pintu dan melewati sienna yang sedang menyiapkan berkas.
Sienna hanya melirik seth sekilas lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.
Perang dingin diantara mereka berdua semakin bergejolak.
Setelah selesai merapihkan berkas dan laptop miliknya sienna pun berangkat kerja.
"sienna kamu dipanggil manager ke ruangannya" bisik adolf.
"ada apa?kok kaya yang serius?" sienna yang baru saja tiba di kantor langsung disambut muka takut dari adolf seniornya.
Adolf hanya mengangkat kedua bahunya.
Siennapun segera pergi ke ruangan manager.
__ADS_1
TOK TOK TOK
"masuk" terdengar suara manager dari dalam.
Siennapun masuk dan betapa terkejutnya ketika sienna melihat abercio sudah berdiri didepan meja manager dengan wajah tertunduk.
"ada yang bisa saya bantu pak?"
"duduklah dulu"
Sienna duduk dan diam,menunggu apa yang ingin managernya katakan.
"aku minta maaf atas kejadian kemarin malam" manager mengawali pembicaraan dengan kata maaf.
"maaf untuk apa ya pak?" tanya sienna tidak faham.
"sesungguhnya kejadian semalam diluar prosedur perusahaan tapi karena hal ini dipicu oleh salah satu karyawan kami dan juga merugikan karyawan perusahaan yang sama maka saya sebagai manager diperusahaan ini berkewajiban untuk meminta pertanggungjawaban langsung dari si pelaku terhadap korban,abercio ada yang ingin kamu jelaskan?" mendengar manager menyebut namanya,abercio langsung mengangkat wajahnya dan berlutut didepan sienna.
"maafkan aku sien,aku tau perbuatanku sangat keterlaluan tapi aku mohon jangan laporkan aku ke pihak berwajib" abercio menyesali perbuatannya.
"kalau begitu jelaskan padaku" sienna berusaha untuk tetap santai.
"a-aku...mulanya aku hanya merasa tertantang dengan apa yang dibicarakn para karyawan perempuan yang mengatakan bahwa kamu adalah mahasiswi murahan,mereka juga bilang kalau kamu ada main dengan klien kita sebelumnya.bukan hanya itu aku juga...." penjelasan abercio tersendat.
"juga apa?" tanya sienna penasaran.
"sienna bagaimana?apa kamu bersedia memaafkan dia?tapi walaupun kamu memaafkan dia pihak perusahaan tetap akan memecatnya" manager berusaha bersikap tegas pada karyawan yang berbuat kesalahan.
"aku rasa pihak berwajib itu jalan terbaik untuknya.aku permisi..." dengan dinginnya sienna keluar dari ruangan manager.
Perkataan sienna membuat abercio dan manager bengong karena terkejut mendengar keputusannya,lain lagi dengan seth yang selalu ada disamping sienna tanpa menampakan dirinya yang terkagum-kagum dengan keputusan sienna.
"jangan-jangan itulah alasan seth melempar aku ke bak mandi?arrgghh...padahal seth sudah berusaha menolongku kenapa aku malah marah padanya?" sienna bicara pada dirinya sendiri dimeja kerja.
"aku harus minta maaf" tekad sienna yang menyesali kesalahannya karena sudah bersikap dingin pada pahlawan yang selalu menjaganya itu.
Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya,sienna langsung menuju kampusnya untuk ikut kelas,lalu sienna memutuskan memesan beberapa makanan untuk dibawa pulang dan menikmatinya bersama seth sebagai tanda permintaan maaf yang tulus darinya.
"aku pulang" sienna membuka pintu.
Seth yang sudah tau niat baik sienna berpura-pura bersikap dingin dan acuh dan mencoba mengabaikan kedatangan sienna dengan fokus pada buku yang dia baca.
"eheemm..." sienna berdiri didepan seth mencoba mencari perhatiannya,sayangnya seth masih tetap acuh dan terus membaca buku.
"tadi aku beli makanan banyak loh,taadaaa...." sienna mengangkat beberapa kantong makanan yang dia bawa kedepan seth.
__ADS_1
"ooh..." ucap seth simple tanpa melirik.
"kita makan barenga ya "bujuk sienna
"tahan,tahan,kamu pasti bisa seth...ayo seth kamu pasti bisa" cetus seth dalam hati.
"ya udah kalau ga mau dimakan aku buang aja" karena kesal di cuekin seth sienna akhirnya menyerah.
GREP
seth menahan tangan sienna ketika sienna melewati seth hendak membuang kantong-kantong makanan.
"ayo kita makan" akhirnya seth menyerah dan tidak tahan ketika sienna marah.
Dengan perasaan bahagia sienna menaruh makanan di meja dan segera menyiapkan piring,gelas serta sendok dan garpu.merekapun makan bersama.
"aku minta maaf ya dan terimakasih banyak" sienna memulai percakapan.
"untuk apa?" seth berpura-pura tidak tau padahal dalam hatinya sangat bahagia.
"kemarin malam kamu selamatkan aku dari pria bajingan dan...." sienna menaruh sendoknya diatas piring.
"dan apa?" seth masih bersikap dingin dengan terus menyantap makananya.
"maaf jika kemarin malam aku sedikit ngaco karena efek obat,sekarang aku tau kenapa kamu ceburin aku.makasih banyak ya" sienna menatap wajah seth penuh harap.
DEG DEG DEG
"ke-kenapa jantungku....?" bisik sienna.
Sekarang giliran Sienna yang merasa jantungnya bermasalah.
PRENG
Tiba-tiba seth menaruh sendoknya dan berbalik menatap sienna,membuat sienna terkejut dan takut.takut Seth semakin marah padanya.
"kamu tau ga kalau aku cowok normal?coba bayangkan jika aku lepas kontrol karena perbuatan kamu"Seth berpura-pura marah"aku sudah kenyang...."
Melihat seth yang beranjak dari duduknya dengan wajah emosi,sienna pun ikut berdiri dan langsung memeluk seth dari belakang.
"cobaan apa lagi ini?" jantung seth berdetak ga karuan ketika tangan lembut sienna melingkar dipinggangnya.
"maafkan aku,aku mohon"
"sudah tidurlah,kamu pasti lelah" seth melepaskan tangan sienna dari pinggangnya dan pergi ke teras rumah untuk menjernihkan pikirannya.
__ADS_1
"ketua,aku mohon kabulkan keinginanku untuk berhenti dari tugas ini.aku benar-benar takut" seth bicara pelan sambil memegangi dadanya yang sesak.