Cinta Sang Malaikat Penjaga

Cinta Sang Malaikat Penjaga
Eps 40


__ADS_3

Setelah kepergian Tere,Sienna hanya bisa termenung menyesali,menyesal karena dirinya belum sempat menceritakan kejadian yang sebenarnya.yang Tere dengar selama ini hanya cerita dari sebelah pihak yaitu Axel.Sementara Sienna ga tau sama sekali apa yang Axel ceritakan pada Tere toh yang Sienna lihat hubungan mereka berdua baik-baik aja,mereka masih romantis seperti biasanya sampai Tere sakit parahpun mereka masih hidup bersama.sementara hidup Sienna selalu merasa ga tenang karena penuh dengan teror dan ancaman.


"Sienna..."


Suara Axel mengejutkan Sienna yang sedari tadi melamun di meja perpus paling ujung.


"tunggu..."Axel menahan tangan Sienna yang hendak meninggalkannya"aku...aku mau minta maaf"ucap Axel pelan tapi terdengar begitu tulus.


Siennapun kembali duduk dengan memasang raut wajah dingin.


"aku minta maaf atas nama Tere dan...."Axel tertunduk,matanya berkaca-kaca.


Walaupun perasaannya pada Axel ga seperti dulu tapi jujur Sienna ga bisa melihat Axel bersedih dihadapannya.


Sienna menegakkan duduknya dan menggapai tangan Axel yang ada diatas meja.


"kita berdoa yang terbaik buat Tere ya kak, bagaimanapun tuhan lebih sayang Tere daripada kita"Sienna berusaha menahan air matanya


"a-aku..."wajah Axel semakin menunduk.


"ssttt...kak Axel harus ikhlas,kalau kakak seperti ini terus kasian Tere kak"akhirnya air mata Sienna ga bisa ditahan lagi"perjalanan hidup kakak masih panjang,kak masih harus berjuang"tetes demi tetes air mata itu jatuh di pipi lembut Sienna yang putih.


Dua orang yang duduk di perpustakaan itu kini menangis bersama dalam satu meja.


Niat hati untuk bertanya pada axelpun mendadak hilang dalam ingatan Sienna ketika melihat kesedihan Axel.


*


Malam hari ketika Sienna dan Seth menikmati makan malam, tiba-tiba terdengar pintu rumah mereka diketuk seseorang.


"biar aku yang buka"Seth segera bangun dan membuka pintu.


KREEEKK


Seorang pria dengan kemeja kotak-kotak dan celana jeans tengah berdiri didepan pintu.siapa lagi kalau bukan Axel.


"ka-kamu..."Axel terkejut melihat Seth ada di rumah Sienna dengan memakai piyama


"ada perlu apa lagi?"tanya Seth dingin.


"kenapa kamu ada disini?"


"ya...mau gimana lagi aku memang tinggal disini,apa kamu keberatan?"Seth melipat kedua tangan di dadanya.


"SIAPA?"teriak Sienna yang masih menikmati makan malamnya.


"EEEMM....INI SAYANG,ADA PACARNYA TERE..."jawab Seth seakan sengaja memanasi Axel.


"kak Axel....ada apa?"Sienna akhirnya menampakkan diri.


"apa...apa kalian hidup bersama?"tanya Axel melihat Sienna dan Seth secara bergantian.


Sienna hanya terdiam.


"tentu saja,iya kan sayang...?"Seth meraih tubuh Sienna.

__ADS_1


"oh,baguslah.kalau begitu aku permisi,maaf mengganggu waktu kalian"raut wajah Axel terlihat murung,Axel pergi dengan langkah gontai serasa ga menapak tanah.


Sienna masih mematung melihat kepergian Axel.


"kelihatannya ada yang masih berharap"ucap Seth dengan nada mengejek.


"apaan sih?"Sienna melepas tangan Seth yang sedari tadi melingkar di pinggangnya.


"tapi bener kan?"


"ngaco...."


"susul sana"


"berisik...."


"dasar baper...."


"siapa yang baper?"


"kamulah,masa aku.maaf ya aku masih normal..."Seth bertingkah kemayu,tangannya melambai.


"SETHH....."Sienna memukul mukul Seth dengan bantal sofa.


"ampun.... ampun....."


"hahahaha......"


Tawa renyah mereka terdengar oleh Axel yang masih berada di halaman sambil duduk di atas motornya,axel menurunkan kaca helm full face nya dan menyalakan motornya lalu pergi dari halaman rumah Sienna.


Kepergian Tere bukannya membuat Axel sadar malah ingin mendekati Sienna kembali, beruntung sekarang Seth bisa menampakkan diri membuatnya lebih leluasa untuk melindungi Sienna,daripada seperti dulu yang hanya diam-diam.


"heemm"pandangan Seth ga bergeming dari film yang mereka tonton malam ini.


"kapan kamu akan bercerita?"


"cerita apa?"Seth tetap fokus nonton film.


BUUUGGG


Satu pukulan dari tangan Sienna mendarat dipunggung Seth.


"aaww....apa?cerita apa?"Seth melotot sambil meringis kesakitan.walaupun perempuan tapi pukulan Sienna lumayan membuat punggung Seth perih.


"cerita,yang selalu kamu bilang waktu yang tepat waktu yang tepat terus,masa kamu ga inget sih?"


"ooohh....soal itu?ya...nantilah,kan aku bilang jika sudah waktunya,kalau aku belum cerita berarti belum waktunya"


"hiiiss....ngeselin"Sienna melempar bantal sofa ke arah Seth lalu berdiri dan berjalan masuk kedalam kamar meninggalkan Seth sendirian.


"HEEYYY....FILMNYA BELUM HABIS...."


"TONTON AJA SENDIRI"


BRRAAAKKK

__ADS_1


Sienna menutup pintu kamarnya dengan kencang.


Sebenarnya apa yang mau Seth ceritakan? kenapa harus menunggu waktu yang tepat?dan kapan waktu yang tepat itu?


Pertanyaan demi pertanyaan memenuhi pikiran Sienna hingga membuatnya tertidur.


**


"eeh chel,kamu tau ga kemarin ada dua orang polisi datang ke kantor kita,mereka masuk ke ruangan CEO"


"polisi?"


"iya polisi,apa mungkin CEO kita itu buronan ya?"


"hiiss ga mungkinlah,CEO kita itu ganteng dan kaya mana mungkin jadi buronan"


Sienna yang hendak masuk ke pantry kantor mematung dibalik pintu,percakapan kedua teman kantornya membuat Sienna mengurungkan niatnya dan kembali ke meja kerjanya.


Apakah dua polisi itu yang menginterogasi dirinya?apa ada perkembangan dari kasus syera dan Adolf?apa mereka menemukan petunjuk?


"Sienna ini catatan klien kita yang akan kamu dan CEO temui nanti malam di hotel samudra,kamu pelajari dulu biar kami bisa beradaptasi dengan mereka.mereka itu termasuk klien yang mencintai kebersihan dan mereka juga ga suka orang yang bertele-tele"manager menjelaskan sambil menyimpan buku catatan dimeja Sienna.


"bawa ini"


Sienna mencoba menangkap map yang dilempar CEO padanya.


"hapalkan semua yang ada disitu,jangan sampai kamu melupakan satu katapun"ucap CEO dingin.


Sienna ga tau terbuat dari apa bossnya ini


"seperti orang yang baru keluar dari lemari es aja"gerutu Sienna dalam hatinya.


Tiga puluh menit kemudian mereka tiba di hotel samudra dan mendapati klien mereka sudah ada disana.


"apakah kami terlambat?"CEO mengulurkan tangan.


"kami juga baru tiba,mari silahkan duduk"


"ga usah bertele-tele,kita langsung saja"ucap CEO sambil memberi kode pada Sienna.


"Ternyata boss dan klien satu server"ucap Sienna sangat pelan


Sienna dengan lancar menjelaskan semua yang dia baca sewaktu di mobil tadi.sesekali melihat map yang CEO berikan takut-takut ada yang dia lupa.sienna juga menunjukkan beberapa grafik perusahaan dari tahun ke tahun.


"luar biasa"


PROK PROK PROK


"saya rasa project kita akan berhasil kali ini"lanjutnya dengan senyum puas setelah mendengar penjelasan Sienna.


"senang rasanya bisa bergabung dengan perusahaan anda"


"selamat bergabung"ucap CEO sambil tersenyum ramah.


Sienna yang sekilas melihat senyum bossnya seakan ikut tersenyum.

__ADS_1


"benar-benar senyum yang manis"bisik Sienna


Selama ini Sienna ga pernah melihat boss nya tersenyum manis seperti itu selain senyum sinis yang waktu dia lihat saat makan siang bersama,selebihnya hanya sikap dingin yang bossnya tunjukkan.


__ADS_2