Cinta Sang Malaikat Penjaga

Cinta Sang Malaikat Penjaga
Eps 62


__ADS_3

Sienna membuka matanya dan perlahan-lahan dan melihat sekeliling tanpa bergeming sedikitpun dari tidurnya.


"dimana ini?"gumam sienna.tempat ini benar-benar baru,tidak ada satupun benda atau dekorasi yang Sienna kenal.


TAK TAK TAK


Terdengar suara langkah sepatu dari luar kamar yang Sienna tempati.sienna berusaha menajamkan telinganya, tiba-tiba suara sepatu itu berhenti dan tidak lama terdengar suara pintu kamar di buka,Sienna kembali menutup matanya berpura-pura tidur.


"tuanku air panasnya sudah siap dan para wanita budak itu juga sudah menunggu anda di ruang eksekusi"terdengar suara seorang pria dengan tutur kata hormat.


"ruang eksekusi?apa para wanita itu akan di bunuh?"mendengar kata eksekusi membuat tubuh Sienna bergidik,rasanya seperti kalau korban berikutnya adalah dirinya.


"baiklah,aku akan mandi terlebih dahulu.ingat aku gak suka para wanita itu berontak"


"suara ini?"gumam sienna,terkejut mendengar suara pria yang familiar di telinganya.ingin rasanya bangun dan kabur tapi ini bukan saat yang tepat lebih baik menunggu mereka sibuk dan pergi tanpa ketahuan.


"tuan tenang saja hamba sudah memberi mereka sedikit obat agar mereka lebih bersemangat"


"bagus"

__ADS_1


Sienna semakin ngeri mendengar percakapan mereka, sebenarnya apa yang akan mereka lakukan?timbul berbagai macam pertanyaan di pikirannya.tidak lama terdengar suara pintu di tutup kembali diiringi suara hentak sepatu yang terdengar semakin menjauh.


Suasana hening,tidak ada tanda-tanda adanya orang lain di kamar itu"apakah sudah aman?"sebelum bangun Sienna mencoba menggerakkan sedikit kakinya kalau-kalau masih ada yang mengawasi.sepi,tidak ada pergerakan atau suara apapun"baiklah Sienna, saatnya bangun"perlahan Sienna membuka matanya dan membalikan badannya"benar gak ada seorangpun disini, bagus saatnya pergi"sienna turun perlahan dari tempat tidur yang berdesain seperti kerjaan,kakinya perlahan menyentuh lantai keramik kamar yang terasa dingin menyentuh bagian telapak kakinya.ketika akan berdiri Sienna merasakan kakinya lemah dan ambruk seketika,berkali-kali Sienna mencoba berdiri lagi tapi tetap saja terjatuh"ada apa dengan kakiku?"sienna memukul-mukul pahanya dan mencoba sekuat tenaga untuk bangkit kembali menggunakan kekuatan penuh di kakinya untuk menumpu beban tubuhnya dan akhirnya Sienna bisa berdiri tegak perlahan Sienna berjalan mendekati pintu lalu mengintip situasi luar dari lubang kunci kamar"gak ada orang"


Kliik


Dengan hati-hati Sienna membuka pintu dan mengeluarkan kepalanya sedikit untuk mengintip melihat keadaan sekelilingnya.setelah dirasa aman Sienna mengendap-endap keluar kamar dengan kaki telanjang.


"aahh...punyamu besar sekali"langkah Sienna terhenti didepan pintu dimana suara itu berada.sienna mencoba menghiraukannya dan berjalan kembali mencari jalan keluar sembari melihat sekeliling kalau-kalau ada penjaga yang melihatnya, Sienna berharap bisa cepat-cepat pergi dari sini.tapi baru saja dia melangkah terdengar teriakan dari dalam ruangan itu.


"ada apa? kenapa berteriak?"mata Sienna membulat.karena penasaran Sienna lalu mundur beberapa langkah dan mengintip keadaan didalam dari lubang kunci, betapa terkejutnya ketika dia melihat sosok yang benar-benar menyeramkan,sosok itu membelakangi pintu,Sienna melihat dua sayap ke keluar dari punggungnya sayap yang mirip seperti Seth tapi kali ini sayap itu di kelilingi api,sosok itu bertubuh kekar dan berbulu halus di sekujur tubuhnya,ketika tangan sosok itu terangkat bersiap mencabik Sienna melihat jari-jarinya berkuku panjang dan hitam.


Dengan sekali ayun kuku hitam itu merobek tubuh si wanita yang tersungkur tanpa sehelai baju.


SREK SREK


Setiap kali tangan itu terayun saat itu juga wanita itu berteriak.sienna hampir terjatuh kakinya terasa lemas kembali.sienna merangkak mundur,sayangnya kehadiran Sienna disadari oleh monster itu dia menghentikan aksi brutalnya dan melangkah menuju pintu menyadari hal itu Sienna langsung berlari dan bersembunyi di balik lemari buku yang ada disebelah pintu dengan tangan yang masih menutup mulutnya.mata Sienna tertuju pada sebuah jendela yang terbuka yang hanya beberapa langkah darinya.sienna mengambil ancang-ancang bersiap untuk berlari tapi semua tidak semudah seperti yang Sienna pikirkan tubuh tinggi kekar dengan wajah yang sangat mengerikan yang Sienna lihat hanya punggungnya saja kini berada tepat didepannya,kedua taring yang tajam disudut bibirnya,mata yang merah juga dua tanduk yang runcing diatas kepalanya.


"AAAAA......"teriakan Sienna tidak dapat di tahan lagi.

__ADS_1


Tangan kekar penuh bulu itu menyergap tubuh mungil Sienna.lalu menggendongnya kembali ke dalam kamar,


"TOLONG....."Sienna berusaha berontak dan memukul-mukul punggung monster itu"lepaskan"tubuh monster itu tidak bergeming sama sekali,Sienna terus berontak sekuat tenaga tapi semua sia-sia tenaga Sienna melemah.


Ketika mereka melewati kamar dimana monster itu melakukan eksekusi, mata Sienna membulat lebar tubuh wanita yang tadi berteriak terkulai lemah penuh dengan luka cakar di tubuhnya,darah segar mengalir di atas lantai.


BRUUG


Monster itu melempar tubuh Sienna ke atas tempat tidur.


"hosh...hosh..."nafasnya terengah-engah.matanya semakin merah"jangan coba-coba lari Sienna"suaranya terdengar berat dan menggema.


"si-siapa kamu?"Sienna memeluk lututnya erat, tangannya gemetar.ketakutan menguasai dirinya.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Sienna monster itu pergi begitu saja dan menutup pintu dengan kencang.


"bagaimana ini?siapa dia?aku takut?apa yang harus aku lakukan?"Sienna mengendap-endap mendekati pintu dan mengintip dari lubang kunci kembali,kali ini Sienna benar-benar dalam bahaya,dua orang dengan jubah hitam yang menutup seluruh tubuh serta kepalanya tengah berjaga di depan pintu,Sienna kembali di kejutkan ketika dia melihat tangan mereka bukanlah tangan manusia pada umumnya ataupun berbulu seperti monster yang Sienna lihat tadi, melainkan tangan tengkorak yang tengah memegang senjata seperti parang dengan tongkat panjang.sienna kembali mundur dan terduduk lemah diatas tempat tidur.


"bagaimana ini?dimana sebenarnya aku?"badannya semakin bergetar.tanpa pikir panjang Sienna langsung lari mendekati jendela kamar dan membukanya"bisa"jendela itu memang bisa di buka tapi kaki Sienna kembali lemas ketika dia mengeluarkan kepalanya dan melihat ke bawah,ada dua jendela di bawahnya itu berarti Sienna sekarang berada di lantai tiga"aku lebih baik mati jatuh dari lantai tiga di banding mati di tangan monster itu"Sienna berusaha naik ke atas jendela dan bersiap untuk melompat.

__ADS_1


"mau kemana sienna?"Sienna yang saat itu sudah mengangkat satu kakinya hendak naik ke atas jendela sontak terhenti,sienna mengenal jelas siapa pemilik suara itu.perlahan dia membalik badannya dan benar saja orang yang selama ini menghilang dan di hindari Sienna sekarang muncul dihadapannya.


__ADS_2