
Malam ini sienna bersama salah satu senior perusahaannya harus menemui seorang investor yang bernama arnawama pemilik sebuah perusahaan lima terbesar di kota ini dan mereka sudah membuat janji di sebuah hotel.
Tidak seperti pertemuan sebelumnya kali ini sienna merasa perasaannya ga setenang kemarin bahkan membuat jantungnya dag dig dug ga karuan.
Tapi sienna cepat menepisnya dan bergumam bahwa ini hanya perasaan dia saja.
"tapi kalau di pikir-pikir kenapa pertemuan ini mendadak sekali?bukankah setiap pertemuan selalu diatur jadwal?dan lagi ga ada perintah langsung dari manager?aaah sudahlah,mungkin manager sibuk"bisik Sienna.
Sesampainya disebuah hotel yang dijanjikan.senior memberikan kunci kamar pada Sienna.
"sienna ini kunci kamar hotelnya,pergilah duluan aku mau menemui pak arnawama di lobby nanti kita nyusul"
Tanpa berpikir apa-apa sienna menerima kunci tersebut dan berjalan menyusuri lorong mencari nomor kamar yang tertera di kunci.
"237" gumam sienna sembari melihat nomor yang tercantum di pintu dan gantungan kunci kamar hotel.
Sienna bergegas membuka kunci kamar dan masuk ke dalam.merabahkan dirinya di sofa sambil menunggu investor dan rekan kerjanya tiba di kamar hotel.
Ga lama kemudian.
KREIIKK
Terdengar suara pintu kamar dibuka seseorang,sienna yang sedang bersantai langsung berdiri dan merapihkan bajunya lalu sedikit menyisir rambutnya dengan jari jemarinya.
"selamat malam,apa anda pak arnawama?" sapa sienna ramah.
"benar" jawabnya singkat sambil menutup rapat pintu kamar hotel.
"dimana rekan kerjaku?bukankah dia menemui anda" tanya sienna menengok kebelakang pak arnawama.
"dia lagi ada urusan,bagaimana kalau kita minum dulu sambil menunggu dia kembali" jawab pak arnawama lalu menaruh sebotol minuman di meja dan mengambil dua buah gelas yang berada disebelah televisi.
"duduklah" ajak pak arnawama sambil menuang minuman ke dalam gelas kosong.
"maaf,saya sedang bekerja jadi ga bisa menemani anda minum.bagaimana kalau kita tunggu rekan kerja saya dulu baru setelah itu kita minum bersama atau saya akan bahas sedikit tentang perusahaan kami" sienna membuka laptopnya.
"akan lebih baik jika kamu menyingkirkan laptop ini dan mengesampingkan masalah pekerjaan dahulu" pak arnawama menutup laptop sienna.
__ADS_1
"kalau begitu anda mungkin ga keberatan jika saya menjelaskan sedikit tentang perusahaan kami" sienna menyodorkan selembar kertas yang berisi artikel perusahaan pada pak arnawama.
"mahasiswi seperti kamu ini saya sudah tau jelas karakternya seperti apa?jadi jangan munafik,jika kamu mau melayani saya malam ini saya bisa menginvestasikan setengah dari perusahaan saya.bagaimana?" pak arnawama melempar kertas tersebut dan menyodorkan gelas yang sudah terisi minuman pada sienna.
"maaf,saya disini bukan untuk menemani anda minum tapi untuk menjelaskan secara rinci tentang perusahaan kami serta...."
"ssttt....jangan munafik,saya tau kebutuhan kamu sebagai mahasiswa dan saya tau jelas bahwa kalian kaum muda lebih suka hidup royal,iya kan?" pak arnawama yang dengan lancang menjelaskan bagaimana kepribadian setiap mahasiswa dimatanya.padahal ga semua mahasiswa berperilaku seperti yang dia katakan.
"mohon maaf pak anda salah orang,saya bukan seperti yang anda bayangkan.permisi" sienna membereskan kertas,laptop dan mengambil tasnya yang tergeletak diatas sofa.
GREB
Pak arnawama tiba-tiba menarik tas sienna.
"kamu mau aku bayar berapa?katakan?atau kamu mau aku menanam seluruh hartaku di perusahaan tempat kamu berkerja?"
"anda salah faham pak,aku datang kesini untuk bernegosiasi bukan untuk melayani anda" sienna menarik tasnya dengan sedikit tenaga.
"HEEYY.....KAMU PIKIR AKU GA SANGGUP BAYAR KAMU HEH....BERAPA YANG KAMU MAU?JAWAAABB....?" situasi semakin tegang.pak arnawama semakin emosi sementara sienna semakin takut tapi berusaha tetap terlihat tenang.
Belum selesai Sienna bicara pak arnawama menarik tangan Sienna dan mengambil gelas yang masih belum tersentuh lalu membuka paksa mulut sienna.
GLUK GLUK GLUK
Mulut sienna yang penuh dengan minuman meluap dan menetes membasahi kemeja putih yang sienna kenakan.
PRANG
Pak arnawama melempar gelas tersebut setelah isi didalamnya habis.
SYUUT
Tangan sienna ditarik kembali hingga membuatnya tersungkur diatas tempat tidur lalu dengan cepat pak arnawama menindih tubuh kecil Sienna.
"TOLL....."
PLAK
__ADS_1
PLAK
Teriakan sienna terhenti karena tamparan keras yang mendarat dipipinya.
"siapa saja tolong aku...." suara sienna lemah.
Dalam keadaan lemah tak berdaya sienna merasakan tangan pria bejad itu membuka satu persatu kancing kemejanya.
"kamu diam saja,biar aku yang bekerja malam ini dan aku akan pastikan besok perusahaanmu menjadi perusahaan terbesar dan kamu naik jabatan" bisik si pria bejad ditelinga sienna.mulut dinginnya menyusuri leher sienna dan sienna merasakan *********** diremas.
Ingin teriak dan melawan tapi apa daya,sienna hanya bisa terkulai tak berdaya.
"ada apa ini?kenapa tubuhku lemas?" bisik sienna
"lepaskan tangan kotormu darinya" tiba-tiba terdengar suara pria yang ga asing ditelinga sienna.
"hey darimana kamu datang?" pak arnawama langsung berdiri karena terkejut tiba-tiba ada orang asing didalam kamarnya,padahal dia sangat yakin kalau sebelumnya dia mengunci pintu.
"aku rasa bukan perusahaan sienna yang akan sukses tapi perusahaanmu yang akan bangkrut" ancamnya.
"kamu pikir aku takut hah,bocah ingusan...." pak arnawama mengepalkan tangan dan bersiap meninju tapi....
SYUT
BRAAAKK
tubuh pak arnawama terpental dan menimpa meja.
"si-siapa kamu?" pak arnawama terheran karena dirinya bisa terpental tanpa disentuh olehnya.
"kamu akan tau siapa aku"
WUUUSHH
Sepasang sayap putih tiba-tiba keluar dari punggung di ikuti sinar yang menyilaukan mata.
"AAAHHHH......" teriakan pak arnawama memenuhi seluruh ruangan kamar
__ADS_1