Cinta Sang Malaikat Penjaga

Cinta Sang Malaikat Penjaga
Eps 57


__ADS_3

"malam ini jangan tunggu aku,aku ada sedikit urusan di luar"Sienna terlihat tergesa-gesa.


"tapi no.....na"sebelum selesai bicara Sienna sudah pergi jauh"sungguh merepotkan"prajurit Zhao segera menggunakan kekuatan bayangannya lalu mengikuti kemana sienna pergi.


Mereka sampai di suatu tempat, prajurit Zhao melihat Sienna menghampiri seorang wanita yang sedang duduk di sendirian kelihatannya mereka memang sudah membuat janji.untuk lebih pasti prajurit Zhao melangkah lebih dekat untuk mendengar apa yang sebenarnya mereka bicarakan.


"maaf sudah merepotkan malam-malam begini"


"ga apa-apa,aku juga kebetulan ga bisa tidur.ngomong-ngomong apa ada hal penting detektif?"


"nona Sienna, kemarin tim forensik datang ke kantorku dan memberikan hasil tes DNA padaku"


"benarkah? lalu bagaimana hasilnya?"Sienna saat itu sangat antusias dan berharap Lucifer dapat ditangkap,dengan begitu Sienna bisa merasa sedikit aman dan bernafas lega jika Lucifer berada dibalik penjara.


"begini"detektif itu diam sejenak lalu menyodorkan sebuah berkas hasil forensik pada Sienna"hasil tes ini menunjukkan bahwa jejak biologis yang tertinggal ditubuh korban adalah atas namamu, walaupun ini hanya sebagai bukti petunjuk tapi sampel ini sembilan puluh sembilan persen akurat"


"apa?bagaimana mungkin?"


"itulah mengapa aku memanggil nona kesini, sebenarnya pada malam kejadian kemana nona pergi?"


"bukankah sudah Seth katakan bahwa kami bersama saat itu, terlebih lagi bagaimana mungkin aku bisa melakukan kejahatan sekejam itu"


"baiklah,nona Sienna jika kamu punya bukti atau mencurigai seseorang maka jangan segan-segan untuk melapor karena kami tidak bisa menjamin pergerakan kami untuk menjerumuskan anda kedalam sel penjara.untuk hasil tes ini aku akan coba berunding dengan ahli forensik kembali. terimakasih atas waktunya nona Sienna"

__ADS_1


Sienna duduk terpaku"apakah ini ancaman?lalu bagaimana bisa aku jadi pelaku pembunuhan itu?aahh...benar,tentu saja hasil tesnya mengarah padaku bukankah aku anaknya?"gumam Sienna"lalu apa yang harus aku lakukan?"


Tanpa terasa Sienna berhenti didepan sebuah bar setelah sedari tadi berjalan dengan pikiran yang berkecamuk.seakan kakinya menuntun dirinya ke tempat ini"baiklah"tanpa segan Sienna yang saat itu hanya mengenakan piyama langsung masuk kedalam bar tidak perduli apa yang orang lain katakan,untuk saat ini minuman adalah teman yang telah untuk sienna.


"tolong beri aku sebotol peri hijau"


"nona peri hijau tidak bisa diminum begitu saja,aku akan meraciknya terlebih dahulu"


"terserah"Sienna melihat sekeliling,suasana yang tidak berubah sama sekali.terakhir Sienna datang ke bar ini bersama Axel.tepatnya ketika Tere memergoki mereka berdua.


"nona selamat menikmati"sebuah peri hijau sudah tersaji didalam sloki dengan sedikit api dari karamel diatasnya, setelah api padam bartender itu lalu meletakkan sedotan kecil kedalamnya.


GLUK


"lagi"Sienna menyodorkan sloki kosongnya.bartender itu lalu meraciknya kembali.


GLUK


"lagi"Sienna meletakan kembali sloki yang sudah kosong,tidak perduli seberapa panas perutnya tapi yang Sienna inginkan malam ini adalah bisa melupakan semua masalah didalam hidupnya,beban yang dia tanggung sendirian.


"nona anda hanya boleh minum tiga sloki tidak bisa lebih dari itu"


"kenapa?apa kamu khawatir aku mati disini?cepat sajikan lagi"

__ADS_1


Walaupun sedikit khawatir tapi mau tidak mau sebagai bartender dia harus menuruti permintaan tamunya.


Empat sloki sudah disajikan dan habis ditelan, kekhawatiran bartender itu semakin besar melihat keadaan wanita yang ada didepannya yang sudah cukup mabuk.terlebih lagi ketika datang tadi wanita ini terlihat sendirian tanpa teman lalu bagaimana dia bisa membereskannya?kemana dia harus mengantarkannya pulang?ditengah kecemasannya tiba-tiba seorang pria datang menghampiri dan mengatakan bahwa pria itu adalah teman dekatnya.untuk memastikan keselamatan tamunya dia terpaksa harus memeriksa identitas pria asing tersebut terlebih dahulu untuk berjaga-jaga jika sesuatu terjadi pada wanita itu.


"aaahh,apa aku sedang berhalusinasi?kenapa aku melihat Seth disini?"Sienna menggosok-gosok matanya dengan sekuat tenaga membuka lebar-lebar kedua matanya untuk memastikan bahwa pria yang berdiri disampingnya benar-benar Seth lalu Sienna menampar pipinya berkali-kali"hahaha....aku sudah gila ternyata,sudah tau ini semua hanya halusinasiku saja kenapa memaksa hahaha....."Sienna menjatuhkan kepalanya diatas meja bar"ugh...panas sekali"gumam Sienna meremas perutnya"hah pria ini...kenapa dia mirip sekali?aaahh....sudahlah aku...memang sudah mabuk...."Sienna mencoba meyakinkan dirinya bahwa pria yang berdiri disampingnya itu bukanlah Seth,dia tidak boleh terlalu berharap banyak pada Seth yang sudah susah payah menghindarinya"aku harus menghargai usahanya..."Sienna terus bicara sendiri"kenapa mataku sulit sekali dibuka?apa minumannya ada obat tidur?"gumam Sienna dengan kepala masih diatas meja.


"baiklah tuan, hati-hati"setelah cukup yakin akhirnya bartender itu mempersilahkan pria tersebut membawa pergi tamu wanitanya.


"HEEII....KAMU SIAPA?MAU DIBAWA KEMANA AKU?LEPASKAN...."Sienna berusaha memberontak ketika seorang pria menggendong tubuhnya dan membawanya pergi"hah...baiklah terserah padamu saja,aku ga punya kekuatan untuk melawanmu"Sienna akhirnya pasrah tidak berdaya, tenaganya tidak cukup untuk melawan pria kekar itu.


"sungguh merepotkan"


Nada bicara pria yang menggendong tubuh sienna terdengar cukup sinis membuat Sienna tersulut emosi"KALAU MEMANG MEREPOTKAN TURUNKAN AKU,LAGIAN AKU JUGA GA NYURUH KAMU MENGGENDONGKU"teriakan Sienna membuat telinga pria itu berdengung"AAHHH...aku benci seperti ini,ada apa dengan mataku?AAHH......"Sienna menangis kencang.


"kenapa kamu menangis? kalau seperti ini aku seolah sedang menculikmu"


"kenapa wajahmu mirip dia?"tangan Sienna meraba-raba wajah lembut pria yang mengendongnya.menyetuh hidung mancungnya dengan telunjuk lalu turun ke bibir"ka-kamu mirip sekali"


"siapa?"


"dia?TENTU SAJA SI PRIA KURANG AJAR...PRIA YANG SO ALIM, PADAHAL DIA SAMA SAJA SEPERTI PRIA LAINNYA CUMA BISA MENYAKITI,SUNGGUH GA PUNYA PERASAAN.DASAR PENGECUT,DASAR BAJINGAN.....AAHH.....AKU INGIN MENANGIS DIDADANYA,AKU RINDU WANGI TUBUHNYA,AKU.....cin-ta sama dia hiks hiks"setelah lelah meracau Sienna akhirnya tergolek lemas tidak berdaya dalam gendongan pria itu.apaun yang akan terjadi selanjutnya Sienna sudah tidak perduli lagi.mau diperk*sa lalu langsung di bunuh juga terserah,toh bagi Sienna hidupnya sudah tidak berarti apa-apa lagi.lagian sel penjara juga sudah menunggunya untuk apa berharap dirinya baik-baik saja.tidak akan ada lagi yang mengkhawatirkannya,tidak akan ada lagi yang mencarinya.sienna sudah tidak punya tujuan dalam hidupnya,pria satu-satunya yang dulu selalu peduli padanya juga sudah pergi menjauh.


Tetes demi tetes air mata jatuh membasahi pundak pria itu.

__ADS_1


__ADS_2