Cinta Sang Malaikat Penjaga

Cinta Sang Malaikat Penjaga
Eps 58


__ADS_3

"AAAA....."teriakan Sienna memecah keheningan pagi"i-ini..."matanya melihat sekeliling"ke-kenapa aku ada di kamar?"Sienna meraba seluruh bajunya"masih lengkap,lalu siapa yang membawa aku pulang"Sienna mencoba mengingat-ingat kejadian semalam"aarrgghh....kenapa ga ingat?"


TOK TOK TOK


"nona apa yang terjadi?apa nona baik-baik saja?"prajurit Zhao yang kala itu berada di teras rumah langsung berlari masuk.


KLIIK


"siapa yang membawaku pulang tadi malam?kenapa aku tiba-tiba ada di kamar?apa kamu yang menggendong aku tadi malam?apa yang terjadi?katakan"setelah pintu terbuka prajurit Zhao dihantam pertanyaan yang bertubi-tubi dari Sienna.


"no-nona tadi malam nona pulang sendiri dan langsung tidur.aku mana berani menggendong nona"wajah prajurit Zhao semakin menunduk.tidak berani mengangkat wajah sama sekali.


"aku?pulang sendiri? benarkah?tapi tadi malam itu...."Sienna masih mengingat sedikit kejadian semalam dan Sienna yakin kalau tadi malam dia digendong seorang pria"haaahh kenapa aku ga ingat?apa aku terlalu banyak minum semalam? tapi....aaahh sudahlah"walaupun tadi malam terasa nyata tapi Sienna juga tidak yakin kalau dia melihat Seth.


"membosankan"cetus Sienna ditengah-tengah kelasnya.hari-hari yang Sienna lalui memang sangat membosankan akhir-akhir ini apalagi tidak adanya Seth disampingnya.entah pada siapa Sienna harus berbagi cerita,berbagi semua beban dipikirkannya.


Serangkaian kejadian yang menimpanya membuat Sienna terpaksa memutus kontrak kerja dengan perusahaan demi keamanan dan menghindari bossnya.tapi sejak saat itu juga Sienna tidak pernah melihat Lucifer,dia seperti menghilang dan menguap di udara sama sekali tidak ada jejak.lalu sekarang karena DNA yang sama atau karena kita keluarga maka Sienna harus terseret kasus pembunuhan yang tidak pernah Sienna lakukan sama sekali"apakah Lucifer tidak terdaftar dalam catatan negara?kenapa hanya ada DNA ku?apakah aku harus dipenjara atas tuduhan ini?haahh....kenapa beban jadi manusia semakin sulit?jika memang aku adalah keturunan malaikat lalu kenapa aku masih harus menderita begini?dimana sayapku?dimana kekuatanku?apa mereka mau berbohong padaku dan memanfaatkan kepolosanku?"gumam Sienna semakin menyandarkan kepalanya di meja.


"seminggu yang lalu aku pernah membahas tentang bazar kampus yang akan segera dilaksanakan,aku harap kalian sudah menyiapkan bahan untuk ditampilkan nanti dan untuk temanya bebas jadi terserah kalian atau mungkin mau berdasarkan jurusan kalian juga tidak masalah karena bazar kali ini semua mahasiswa kampus harus ikut andil.hari ini aku akan menunjuk salah satu dari kalian untuk cek lokasi"


"waahh....benar aku hampir lupa untung sudah menyiapkan bahannya"


"apa yang akan kamu jual?"


Suara para mahasiswa dan mahasiswi ricuh memenuhi kelas.


"eehh..sienna kamu sudah menyiapkan bahan apa?"


"hah,aku...aku..."tentu saja Sienna belum menyiapkan apa-apa karena seminggu ini selain penculikan yang menimpanya Sienna juga menghabiskan hari di dunia atas jadi Sienna juga tidak mendapat kabar tentang bazar kampusnya.


"oh iya kamu kan ga masuk kelas waktu itu"

__ADS_1


"sudah...sudah....baiklah Sienna kamu aku tunjuk untuk turun ke lapangan mengecek lokasi dengan seniormu"


"a-aku?"


"ya,kenapa?apa ada masalah?"


"tapi"


"sebagai dekan aku harus menunjuk kamu karena kamu adalah mahasiswi yang tergolong sukses saat magang,jadi tolong ya kerjasamanya"


"kalau boleh tau aku cek lokasi dengan siapa?"


"aku rasa dia sudah menunggu kamu di ruang rektor,jadi pergilah kesana.kelas hari ini cukup sampai disini"


Setelah membereskan buku Sienna segera pergi menuju ruang rektor untuk bertemu senior yang sudah ditunjuk juga


TOK TOK TOK


"maaf terlambat"


"oh Sienna, kebetulan kami sedang membicarakan kamu barusan.ini adalah senior yang akan bekerjasama denganmu, namanya....."


"axel...."ucap Sienna spontan ketika seorang laki-laki yang sedang berdiri didepan meja rektor itu balik badan dan melihat ke arahnya.


"apa kabar Sienna?"sapa axel sambil mengulurkan tangan.


Sienna hanya tertegun tidak dapat berkata-kata,bahkan Sienna mengabaikan uluran tangan Axel.dengan berat Axel menarik kembali tangannya.


"kalian bisa pergi sekarang ke lokasi dan jangan lupa beri kabar jika membutuhkan sesuatu, selamat bekerja anak-anak"


"baik"

__ADS_1


Dengan langkah gontai Sienna mengikuti langkah Axel dari belakang meninggalkan ruangan rektor menuju tempat parkir


"apa harus menunjukkan ekspresi sedih begitu setelah tau bahwa aku rekan kerjamu?"Axel melirik Sienna yang terlihat murung,tanpa menjawab apa-apa Sienna melewati Axel begitu saja.mereka berhenti didepan sebuah motor,motor yang selalu jadi teman Axel kemanapun dia pergi bahkan dulu Sienna sempat mengenal betul suara knalpot motor ini"apa kamu tidak khawatir rambutmu akan berantakan"Sienna melirik helm yang Axel sodorkan,helm yang sama yang pernah Sienna pakai.


Tanpa banyak bicara Sienna langsung memakai helm itu.


"hati-hati"Axel kembali mengulurkan tangannya dan lagi-lagi Sienna mengacuhkannya,Sienna bisa naik motor itu sendiri tanpa bantuan Axel.


Motor itu melaju meninggalkan kampus mereka.sepanjang perjalanan Sienna terus menatap punggung axel.punggung yang pernah jadi tempat sandaran ketika dirinya mabuk, punggung yang pernah Sienna rindukan dulu.sementara Sienna sibuk memperhatikan punggung,di sisi lain Axel juga sibuk memperhatikan wajah Sienna dari kaca spion motornya, tersinggung senyum tipis dibibir Axel.


"kita sudah sampai"motor itu berhenti disebuah lapang yang tidak jauh dari kampus.sienna turun dari motor dan langsung melihat sekeliling.kalau dilihat-lihat lapang ini memang cukup besar dan bisa menampung banyak orang,lokasinya juga strategis karena tidak jauh dari lingkungan warga setempat.selain warga sekitar,orang tua dan teman dari para mahasiswa juga akan hadir jadi sudah dipastikan kalau lapang ini adalah tempat yang cocok untuk bazar kampus.


"mungkin kita berjodoh"Axel tiba-tiba berdiri disamping Sienna.mendengar ucap Axel membuat Sienna sedikit muak dan memilih untuk pergi menghindar.


GRAB


"tunggu Sienna"Axel langsung meraih tangan Sienna.axel tau jelas bahwa saat ini Sienna sedang berusaha menghindar darinya tapi itu akan percuma karena bagaimanapun mereka sekarang adalah satu team lapangan dan akan terus bekerja sama hingga acara selesai.


"sudah cukup menghindarnya Sienna, urusan kita masih belum selesai dan kita juga harus berkomunikasi demi suksesnya acara bazar,jika kamu diam terus seperti ini bagaimana kita akan bertukar pendapat?"


Tanpa berkata apapun Sienna melepas tangan Seth dan kembali berkeliling.


"jika kamu ga bisa membuka hati untuk perasaanku minimal kamu harus membuka hati untuk hubungan pertemanan kita demi bazar ini"Axel terus mengejar Sienna dan mencoba berjalan di sisinya.


"hah..."terdengar nafas berat Sienna lalu menghentikan langkahnya "pertemanan ini sudah berakhir kak,kita cuma sebatas team ga lebih dari itu jadi jangan pernah berharap lebih apalagi memulai kembali hubungan pertemanan yang sudah lama aku buang jauh-jauh"


"SETUJU....."


"apa yang setuju?"Sienna menatap Axel heran


"mak-sudku aku setuju kalau kita hanya sebatas team yang penting bisa berkomunikasi dengan baik demi acara kampus kita"mata Axel berbinar penuh harap.seberapa bencipun Sienna padanya yang paling penting sekarang adalah mereka bisa saling bicara dan bisa rukun selama acara berlangsung itu sudah cukup bagi Axel"kita adalah team"Axel menaikan alisnya dan kembali mengulurkan tangannya Sienna terdiam sesaat dan tidak lama Sienna membalas uluran tangan Axel.

__ADS_1


__ADS_2