CINTA SEMALAM

CINTA SEMALAM
BISAKAH KAU TIDAK BERSELINGKUH DI BELAKANGKU?


__ADS_3

"Kakak lapar?"


Lauren mengangguk. Wanita itu kini sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton televisi.


Mereka berdua baru saja pulang dari jalan-jalan pagi. Kandungan Lauren sudah memasuki usia tujuh bulan. Selain mengikuti senam hamil, Lauren juga sekarang mulai rajin berjalan kaki pagi-pagi ditemani oleh Raditya.


"Kakak mau makan apa?"


"Nasi goreng saja. Tapi kamu yang masak," jawab Lauren sambil menatap ke arah Raditya yang sedang menatapnya.


"Oke!" Raditya mencium pipi Lauren membuat wanita itu memekik kaget dengan kedua mata melotot. Sementara Raditya tertawa.


"Halal, Kak, halal!" ledek Raditya membuat Lauren semakin kesal.


Akhir-akhir ini, sikap Raditya memang sedikit jahil. Lelaki itu mulai mendekati Lauren, tidak seperti di awal-awal pernikahan. Raditya tampak segan mendekatinya.


Namun, entah mengapa, Lauren merasa senang dengan sikap Raditya. Meskipun di hadapan Raditya dia merasa kesal, tetapi, dalam hati dia tersenyum sendiri. Rasanya sangat nyaman ketika Raditya memperlakukannya dengan penuh perhatian.


Lauren menghela napas panjang. Wanita hamil itu bangkit dari duduknya. Ia ingin melihat Raditya memasak di dapur.


Lauren duduk di meja makan. Wanita itu menatap Raditya yang sedang sibuk memasak. Raditya tampak serius mengaduk nasi di penggorengan.


Raditya memang tampan. Dulu, saat pria itu masih menjadi adiknya, Lauren sungguh sangat menyayangkan lelaki setampan Raditya ternyata melakukan perselingkuhan.

__ADS_1


Raditya menikah lagi tanpa sepengetahuan istrinya. Lauren sungguh tidak menyangka orang seperti Raditya tega berselingkuh. Pembawaannya yang pendiam dan tampak seperti lelaki baik-baik membuat orang tidak menyangka kalau dia adalah lelaki jahat yang tega menyakiti hati istrinya.


Lauren menghela napas panjang. Tiba-tiba ada rasa takut menyelinap ke dalam hatinya. Apa dia juga akan melakukan hal yang sama seperti yang sudah dia lakukan pada Dara?


Akan tetapi, bukankah dia sudah seringkali mengatakan kalau dia tidak akan mengulangi perbuatan yang dulu pernah dia lakukan pada Dara?


Lauren menyangga dagu dengan kedua tangannya. Memperhatikan Raditya yang kini sedang meletakkan nasi goreng yang sudah matang itu ke dalam piring.


Setelah selesai, dengan senyum mengembang penuh di bibirnya, lelaki itu mendekati Lauren dengan dua piring nasi goreng di tangannya.


"Sepertinya, Kakak sudah tidak sabar." Raditya mendekati Lauren. Menunduk di depan wanita itu kemudian mencium perut buncitnya.


"Anak papa sudah lapar, ya?" Raditya mengusap perut buncit itu kemudian kembali menciumnya.


Lauren hanya membiarkan calon ayah dari anaknya itu berbuat sesuka hati.


"Ada apa? Aku kelamaan ya, masaknya?" Raditya menatap Lauren yang tiba-tiba raut wajahnya berubah sendu. Tidak seperti tadi, sebelum Raditya memasak untuknya.


Lauren menggeleng mendengar ucapan suaminya.


"Mau aku suapi?" Raditya menatap sang istri dengan penuh perhatian. Mood orang hamil memang naik turun. Tiba-tiba terlihat senang, lalu sedih kemudian marah-marah.


Selama beberapa bulan menemani Lauren menjalani kehamilannya, Raditya sudah tahu bagaimana Lauren selama ini.

__ADS_1


Lauren kemudian mengangguk. Selera makannya langsung menghilang saat dia memikirkan kemungkinan-kemungkinan jika Raditya akan melakukan kesalahan yang sama seperti yang dulu pernah dilakukan oleh pria itu pada Dara.


Moodnya langsung berubah memikirkan kalau Raditya kemungkinan juga bisa saja berselingkuh di belakangnya.


Raditya kemudian menyuapi istrinya. Perempuan yang dinikahi karena insiden malam itu. Wanita yang perlahan mengisi ruang hatinya.


***


"Pekerjaan kamu belum selesai?" Raditya yang masih asyik dengan laptopnya menoleh ke arah Lauren.


Wanita itu sedang berbaring di atas ranjang sambil mengusap-usap perut dan pinggangnya. Semakin bertambah usia kehamilannya, Lauren seringkali mengeluh pegal di beberapa bagian tubuhnya, terutama pinggang dan kaki.


Raditya menghentikan pekerjaannya. Kalau sudah melihat sang istri seperti itu, Raditya merasa tidak tega. Lelaki itu menutup laptop kemudian mendekati istrinya.


"Kakak tidak bisa tidur?"


"Hmm."


"Mana yang sakit?"


Lauren mengusap pinggangnya. Raditya kemudian berbaring di sebelah Lauren. Mereka kini saling berhadapan.


Raditya mengusap lembut pinggang istrinya. Lelaki itu merapatkan diri memeluk Lauren.

__ADS_1


"Radit, jika memang pernikahan kita berjalan lama, bisakah kau tidak berselingkuh di belakangku?"


BERSAMBUNG ....


__ADS_2