
Mendengar ucapan istrinya, Raditya menghela napas panjang. Ia tidak bisa menyalahkan Lauren. Sangat wajar jika perempuan dalam dekapannya itu meragukannya.
Lauren sangat tahu bagaimana jalan hidupnya. Apalagi, kehidupan pernikahannya bersama dengan Dara.
Pernikahannya dengan Dara kandas karena orang ketiga. Raditya adalah pihak yang bersalah karena dia lah yang menjadi pemicu berakhirnya rumah tangga yang sudah dijalaninya dengan Dara selama bertahun-tahun.
Dengan alasan masih mencintai cinta pertamanya, Raditya dengan begitu tega mengkhianati Dara dengan menikahi wanita lain yang menjadi cinta pertamanya itu tanpa sepengetahuan Dara.
Lelaki itu dengan begitu tega membohongi istrinya selama bertahun-tahun. Jadi, seandainya Lauren meragukannya, itu adalah hal yang wajar karena Raditya pantas menerimanya.
Kekhawatiran sang istri sangat beralasan karena Raditya pernah melakukan hal yang saat ini sedang dicemaskan oleh Lauren.
"Kenapa kamu diam saja? Apa kamu tidak bisa menjawab pertanyaanku?" Lauren yang merasa penasaran membalikkan tubuhnya menghadap Raditya.
Kedua matanya menatap lelaki yang sudah beberapa bulan menjadi suaminya itu.
__ADS_1
Raditya kembali mengembuskan napas panjang. Laki-laki itu sedang memikirkan kata-kata yang tepat agar tidak membuat istrinya tersinggung saat mendengar ucapan yang keluar dari bibirnya.
Tangannya terulur mengusap pinggang calon ibu dari anaknya itu.
"Aku tahu, dan aku juga menyadari kalau aku pernah melakukan kesalahan yang sangat besar di masa lalu." Raditya menatap wajah cantik Lauren yang kini menatapnya dengan rasa penasaran.
"Kesalahan yang aku perbuat di masa lalu adalah sebuah kesalahan yang sangat aku sesali seumur hidup. Jadi, tidak mungkin aku akan melakukan kesalahan yang sama yang akan membuatku kembali menyesal." Raditya mendekatkan wajahnya kemudian melabuhkan bibirnya pada kening Lauren.
Lauren yang biasanya sangat kesal saat Raditya menyentuhnya, kini hanya terdiam sambil mendengarkan cerita Raditya.
"Aku tidak memintamu untuk mempercayaiku sepenuhnya karena aku sadar semua orang juga pasti akan berpikiran yang sama denganmu. Tidak mudah mempercayai orang yang pernah mengkhianati pernikahannya sendiri dengan sengaja.
Namun, satu yang perlu kamu ketahui, aku benar-benar tidak akan pernah kembali melakukan hal yang akan membuatku menyesal seumur hidup." Raditya terus mengusap pinggang Lauren membuat wanita itu merasa nyaman.
"Rasanya sangat sakit saat kita kehilangan seseorang yang kita cintai tanpa kita sadari. Dulu, aku terjebak oleh cinta masa lalu yang belum usai hingga menganggap perasaan cinta yang aku punya pada istriku hanyalah perasaan suka.
__ADS_1
Dara adalah seseorang yang dulu sangat mencintaiku. Wanita itu rela melakukan apapun untukku. Dia tidak pernah menuntut apapun padaku. Dia juga sangat mempercayai aku.
Rasa cintanya yang begitu besar padaku membuat Dara buta mata dan hatinya sehingga dia tidak menyadari saat aku membohonginya selama bertahun-tahun." Raditya menarik napas panjang saat rasa sakit mengalir ke ruang hatinya.
"Bodohnya aku karena telah menyia-nyiakan wanita sebaik dia. Setelah semua yang terjadi padaku, penyesalan, kesakitan, dan juga kehancuran hidupku akibat kesalahan yang aku perbuat, apa menurutmu aku akan mengulangi kesalahan yang sama seperti kesalahan yang pernah aku perbuat padanya?" Raditya terus memindai wajah cantik istrinya.
Wanita itu terus terdiam mendengarkan ceritanya. Tidak menyela ataupun berkomentar.
"Tidak, Kak. Aku tidak mau melakukan kesalahan yang sama. Aku bisa mati jika hidupku kembali hancur karena aku melakukan kesalahan yang sama yang pernah aku lakukan pada pernikahanku sebelumnya." Raditya terus memperhatikan raut wajah Lauren yang sebentar-sebentar berubah cemberut mendengar ucapannya.
"Sebentar lagi aku akan menjadi ayah. Aku sudah mempunyai istri sesempurna Kakak, tidak mungkin aku akan melakukan kesalahan yang sama seperti yang aku lakukan di masa lalu.
Saat ini dan seterusnya, tidak akan ada wanita lain selain Kakak. Aku yakin, cinta itu akan datang dengan sendirinya jika kita benar-benar berniat untuk melanjutkan hubungan kita." Raditya mengecup bibir Lauren dengan singkat membuat kedua mata wanita itu seketika membola.
"Percayalah padaku, Kak, saat ini, dalam hatiku hanya ada nama Kakak. Kalau aku bilang, aku sudah mulai jatuh cinta sama Kakak, apa Kakak percaya?"
__ADS_1
BERSAMBUNG ....