
"Jangan menyentuhku!" teriak Raditya.
"Sayang, kita sudah lama lho, nggak ketemu. Memangnya kamu tidak merindukan aku?" Kinara dengan percaya diri kembali mendekati Raditya. Wanita itu bahkan tidak melihat sama sekali ke arah Lauren yang terlihat sangat kesal melihat kelakuannya.
"Jangankan merindukanmu, melihatmu saja aku merasa jijik!" ucap Raditya membuat Kinara merasa terkejut sekaligus kesal karena ucapan Raditya begitu menusuk hati.
Namun, wanita itu dengan segera mengembangkan senyum untuk menutupi kekesalannya. Raditya adalah target yang ingin didapatkannya sekarang. Jadi, dia harus menahan emosi demi mendapatkan pria itu lagi.
"Sayang, kenapa kamu bicara seperti itu? Aku tahu, dulu aku salah karena sudah mengkhianatimu. Tapi, aku sungguh sangat menyesal setelah kamu pergi dariku. Aku baru sadar jika aku mencintaimu, Sayang," ucap Kinara dengan raut wajah yang berubah sedih dan penuh penyesalan.
Raditya merasa sangat kesal mendengar ucapan Kinara. Pria itu mengajak Lauren agar segera pergi dari hadapan Kinara karena merasa tidak tahan melihat Kinara yang benar-benar membuatnya muak.
"Sayang, ayo kita pergi dari sini. Aku mual lihat perempuan itu," bisik Raditya pada istrinya.
"Dia cantik lho, Dit. Seksi juga. Terus, dia juga memanggilmu sayang, masa iya, kamu nggak suka sih?" Lauren berdiri di hadapan Kinara sambil mengusap perut buncitnya.
Raditya berdecak kesal. " Sayang, aku tidak sedang bercanda. Aku beneran muak lihat dia." Raditya masih merangkul bahu istrinya.
__ADS_1
"Kamu siapa? Kenapa kamu bisa sama Radit?" Kinara menatap Lauren dari atas ke bawah. Dia merasa penasaran dengan wanita hamil yang saat ini berada di sebelah Raditya. Tangan Raditya bahkan merangkul bahu wanita itu dengan mesra.
"Aku siapa?" Lauren menunjuk ke arah dirinya sendiri. Wanita hamil yang wajahnya terlihat cantik dengan pipi chubby itu tersenyum mengejek pada Kinara.
"Harusnya aku yang tanya sama kamu, siapa kamu? Kenapa kamu menggoda suamiku?"
"Apa? Suami?" Kinara tampak terkejut mendengar ucapan Lauren.
"Iya. Apa kau tak lihat? Kita bahkan sebentar lagi punya anak. Iya, 'kan, Sayang?" Lauren menatap Raditya yang mengangguk dengan semangat.
"Tidak mungkin. Raditya bahkan belum lama bercerai dariku dan juga Dara, kenapa tiba-tiba dia sudah menikah lagi? Apalagi, istrinya sedang hamil besar seperti kamu. Kamu pasti bohong 'kan? Kamu pasti pura-pura menjadi istrinya!" Kinara tidak percaya dengan ucapan Lauren.
Kinara yang awalnya terkejut dan merasa tidak senang, mengembangkan senyumnya.
"Kalau kamu benar istrinya Raditya, berarti bagus dong. Nanti, setelah melahirkan, kamu 'kan pasti tidak akan bisa melayani suamimu, jadi, aku bisa bebas berkencan dengan suamimu. Benar 'kan, Raditya, Sayang?" ucap Kinara. Perempuan itu mengedipkan matanya genit ke arah Raditya.
"Jika istrimu tidak bisa melayanimu di atas ranjang setelah melahirkan, aku dengan senang hati akan melayanimu sampai puas seperti dulu. Seperti saat kamu masih bersama Dara."
__ADS_1
"Brengsek!"
Raditya mendorong tubuh Kinara yang kembali ingin memeluknya hingga wanita itu terhuyung dan hampir saja terjatuh.
"Dasar perempuan ******! Sekali lagi kau berani mendekatiku, aku tidak akan segan-segan menghukummu!" Raditya menatap Kinara dengan tajam. Lelaki itu sangat marah pada wanita yang dulu pernah menjadi istri simpanannya itu.
Entah apa yang membuat Raditya dulu sampai tergila-gila pada wanita itu. Ia sungguh menyesal karena pernah mempunyai hubungan dengan wanita itu.
Setelah sekian lama tidak bertemu, kenapa kini dia harus kembali dipertemukan dengan wanita ular itu?
"Menghukumku? Kalau hukumannya di atas ranjang seperti dulu, aku dengan senang hati menerima hukumanmu, Raditya, Sayang," ucap Kinara dengan penuh percaya diri. Perempuan itu bahkan mengedipkan matanya.
"Dasar perempuan sinting!" Lauren dengan kasar mendorong Kinara hingga wanita itu jatuh terjengkang. Tidak sampai di situ saja, Lauren juga menampar wajah Kinara hingga membuat wanita itu memekik kaget sambil memegangi pipinya yang terasa perih.
"Dasar pelakor tidak tahu malu!"
BERSAMBUNG ....
__ADS_1
Sambil nunggu Author update, kuy, mampir dulu di novel temen Author