
Kinara tersenyum pada seorang lelaki muda seumuran Raditya yang kini sedang menatap Zian dengan senyum puas.
"Anakmu ganteng juga. Wajahnya mirip banget sama si tua bangka," ucap Gama. Ya! Lelaki itu adalah Gama, mantan pacar Lauren yang dipecat oleh Galang saat mengetahui jika lelaki itu seringkali mengganggu Lauren.
Gama memendam dendam yang membara pada Galang karena telah memecatnya. Akibat dipecat dari perusahaan milik Galang yang sekarang dipegang oleh Raditya, Gama kini susah untuk mendapatkan pekerjaan.
Lelaki itu kini menjadi seorang pengangguran. Sebenarnya, dalam hati lelaki itu menyesali perbuatannya. Seandainya saja dia tidak terus-terusan mengganggu Lauren, dirinya pasti saat ini masih bekerja di perusahaan tersebut.
Raditya memang tidak langsung memecatnya meskipun lelaki itu tahu kalau dia sering mengganggu istrinya. Namun, saat masalah itu diketahui oleh Galang, lelaki tua itu langsung memecatnya.
Sebenarnya bukan Raditya tidak mau memecatnya langsung. Hanya saja, Raditya ingin tahu sebesar apa keberanian lelaki itu sampai-sampai mengabaikan peringatannya. Namun, sebelum Raditya bertindak,
Galang justru bertindak terlebih dahulu.
Demi membalas dendamnya pada Galang, Gama bekerja sama dengan Kinara. Perempuan yang dulu pernah melayaninya di atas ranjang.
__ADS_1
Saat mereka kembali bertemu, Kinara menawarkan kerjasama dengannya. Tanpa pikir panjang, Gama langsung setuju saat Kinara mengatakan kalau dia akan membalas dendam pada Galang dengan menculik anaknya.
Awalnya, Gama menolak karena dia tidak mau berhubungan dengan hukum. Namun, saat Kinara menyebutkan siapa lelaki itu, api dendam di hati Gama langsung membara hingga akhirnya dia setuju untuk membantu wanita itu.
"Anak gue 'kan hidup enak di sana, semua keinginannya terpenuhi, hidupnya terjamin. Jelas dia ganteng." Kinara melajukan mobilnya. Wanita itu melirik Zian yang tidak sadarkan diri di sebelahnya.
"Lu udah siapin semua, Nar?" tanya Gama.
"Udah. Sesuai rencana, kita bawa dia ke apartemen gue."
"Lu yakin?" Gama menatap wanita di hadapannya itu.
Dalam hati, dia terus menerus menyangkal jika perbuatannya itu salah.
Namun, saat membayangkan dia bisa mendapatkan uang banyak, Kinara menghilangkan rasa tidak enak dalam hatinya.
__ADS_1
Galang itu punya banyak uang. Uang satu miliar bukanlah apa-apa untuk seorang Galang. Sementara buat Kinara, uang satu miliar lumayan cukup untuk biaya hidupnya beberapa bulan ke depan.
Saat ini, keuangan Kinara menipis. Dia tidak tahu harus mendapatkan uang dari mana lagi untuk menyambung hidupnya. Para lelaki yang menidurinya hanya membayarnya dengan uang yang hanya cukup untuk makan selama tiga hari.
Gaya hidupnya yang tidak mau kalah dari orang-orang berduit, membuat Kinara menjadi wanita boros yang mampu menghabiskan uang jutaan dalam sehari.
"Gimana kalau Galang nggak mau ngasih lu uang tebusan? Lu kan nyokapnya Zian. Galang bisa saja berpikir kalau lu nggak mungkin nyulik anak lu sendiri 'kan?" Gama yang duduk di kursi belakang menatap Kinara.
Lelaki itu salut dengan keberanian Kinara yang berani bermain api dengan Galang. Gama memang tidak yakin kalau rencananya akan berhasil. Akan tetapi, demi membalas dendam pada Galang, apapun akan dia lakukan. Termasuk jika harus menghabisi bocah kecil yang saat ini sedang tidak sadarkan diri di hadapannya.
Gama tersenyum smirk. Dendam di hatinya membuat hatinya buta. Hanya karena dipecat dari pekerjaannya, Gama menyusun rencana untuk membalas dendam pada Galang.
"Galang sudah lama nggak ngijinin gue ketemu Zian. Gue yakin, dia bakal ngasih gue uang tebusan. Lagian 'kan ada lu. Gunanya gue ngajak kerjasama 'kan karena gue butuh lu buat ngancem Galang."
"Emang apa untungnya buat gue?"
__ADS_1
"Sesuai kesepakatan. Gue bayar lu sesuai perjanjian!"
BERSAMBUNG ....